Tips Bagaimana Membersihkan Akuarium yang Benar

Bagaimana membersihkan akuarium secara benar dan rutin untuk menjaga kesehatan ikan-ikan hias di dalamnya dan menjaga keindahan tampilan akuarium sebagai bagian dari dekorasi ruangan.

Setelah edisi beberapa hari yang lalu telah dibahas mengenai salah satu fitur air di rumah, yakni kolam renang, kali ini kita akan membahas salah satu unsur air yang kerap pula kita temui di rumah-rumah. Akuarium, mungkin sebagian orang meletakkan benda ini di rumah mereka sebagai salah satu benda yang mengandung unsur air.

Gemericik air yang ditimbulkan dari akuarium mampu menciptakan suasana nyaman dan tenang. Selain itu, akuarium juga merupakan salah satu sarana untuk memelihara ikan, terutama ikan hias. Hobi ini cocok bagi Anda yang memang penyuka ikan hias.

Di dalam akuarium sendiri selain terdapat ikan-ikan hias, terdapat juga biota air lain seperti tumbuhan air, lumut, atau ganggang. Sebagian biota air tersebut ada yang sengaja di tempatkan di akuarium, namun sebagian lain mungkin kehadirannya tidak diharapkan dan merusak estetika akuarium itu sendiri, contohnya ganggang dan lumut.

Bila dibiarkan tumbuh, tentu tumbuhan air itu akan membuat air di dalam akuarium menjadi cepat keruh dan mengancam keselamatan ikan-ikan hias di dalamnya. Untuk itu, kebersihan sebuah akuarium sangatlah utama untuk menciptakan tampilan akuarium yang sehat.

Selain membahayakan ikan-ikan, akuarium yang terlalu lama dibiarkan dan tidak dibersihkan juga berpotensi untuk ditempati jentik-jentik nyamuk. Agar kebersihan akuarium terjaga, Anda sebagai pemiliknya harus rutin membersihkan akuarium. Bila akuarium tampak bersih dan sehat, maka ikan-ikan dapat tetap hidup dan berenang dengan lincah.

Berikut ini beberapa langkah dalam membersihkan akuarium yang tepat.

Bahan-bahan yang Anda perlukan:

1. air bersih
2. kain lap
3. pisau
4. cairan pembersih kaca bebas amoniak

Langkah-Langkah:

1. Pindahkan ikan-ikan hias di tempat penampungan sementara

Sebelum akuarium dibersihkan, maka pindahkan ikan-ikan hias Anda di bak penampungan sementara. Anda bisa menggunakan ember atau baskom, namun pastikan tempat penampungan dan air yang ada di dalamnya cukup bersih. Selain itu, jangan lupa untuk meletakkan tempat penampungan sementara tersebut di tempat yang bersih dan aman dari jangkauan anak kecil atau hewan peliharaan Anda.

2. Buatlah jadwal rutin untuk membersihkan akuarium

Untuk menjaga kebersihan akuarium, sempatkan waktu minimal satu minggu sekali untuk membersihkan akuarium. Anda bisa mengajak anak Anda untuk bersama-sama membersihkan akuarium. Hal ini dapat menciptakan kedekatan antara anak dan orang tua serta melatih si anak untuk belajar bertanggung jawab.

Untuk membersihkan permukaan akuarium dan mengganti air di dalamnya, maka seminggu sekali adalah rentang waktu yang ideal. Cuci bersih kotak akuarium dengan air untuk menghilangkan jamur, ganggang, dan lumut, kemudian jemur. Atau, gunakan lap yang mampu menyerap air untuk mengeringkannya.

3. Tetapkan jadwal rutin untuk membersihkan filter atau penyaring airnya

Filter air biasanya merupakan tempat yang kerap kotor dan ditumbuhi lumut. Namun, benda ini tak bisa sering-sering dibersihkan karena akan mudah rusak. Bila Anda kesulitan dalam membersihkan filter ini, Anda bisa berkonsultasi dengan pemilik toko dimana Anda membeli akuarium tersebut.

4. Bersihkan pula pompa airnya bersamaan dengan proses pembersihan filter akuarium

Selain bagian permukaan akuarium dan filternya, pompa air juga merupakan bagian yang mudah ditumbuhi lumut dan ganggang. Untuk itu, jangan lupa untuk membersihkan bagian ini.

5. Bersihkan bagian bawah akuarium

Meskipun tak bersentuhan langsung dengan air, bagian bawah akuarium sering dalam keadaan lembab. Kondisi ini merupakan kondisi ideal dan memungkinkan lumut untuk tumbuh. Untuk itu, gunakan alat yang cukup tajam untuk mengelupas ganggang dan lumut bila menempel kuat.

6. Keringkan akuarium di bawah sinar matahari

Untuk pengeringan secara maksimal, maka akan lebih baik bila akuarium di jemur di bawah sinar matahari langsung. Ditambah lagi, sinar matahari yang hangat mampu mematikan kuman dan bakteri yang mungkin masih tersisa di dalam akuarium tersebut.

7. Isi kembali akuarium dengan air yang bersih

Ketika akuarium telah kering dengan sempurna, maka Anda bisa menggunakan akuarium itu kembali. Isi akuarium tersebut dengan air bersih dan kembalikan ikan-ikan hias serta yang telah ditempatkan ke bak penampung sementara tadi ke dalam akuarium yang telah selesai dibersihkan.

Desain Aquarium yang Simpel, Bersih Menyatu Dengan Tema Dekorasi Interior Ruangan yang Modern

Tips dan Peringatan:

  • Untuk membersihkan noda, kerak, lumut, atau kotoran lain yang menempel erat dan sulit dibersihkan, Anda bisa menggunakan benda-benda yang tajam seperti pisau. Namun, jangan gunakan pisau untuk permukaan akuarium yang terbuat dari akrilik karena akuarium yang terbuat dari bahan ini akan mudah tergores dan bekas goresannya sulit dihilangkan.
  • Awasi anak Anda bila Anda tengah menggunakan benda tajam dalam proses membersihkan akuarium ini.
  • Sebaiknya, jangan gunakan sabun atau deterjen biasa untuk membersihkan akuarium. Hal ini karena kandungan bahan kimia yang ada pada sabun mungkin saja beracun dan berbahaya bagi ikan-ikan Anda. Bila Anda tidak bersih dalam membilas sabun tersebut, dikhawatirkan akan ada sisa-sisa sabun yang melekat di akuarium.
  • Untuk membersihkan akuarium, gunakan pembersih khusus untuk membersihkan amonia.

Selamat membersihkan akuarium Anda 🙂

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment