Saatnya Mempercantik Ruangan Bergaya Kontemporer dengan Aksesoris

aksesoris-interior-rumah_1

Memilih aksesoris yang fungsional sekaligus mengandung nilai estetis untuk menghidupkan interior dan dekorasi ruangan.

Sudah bertahun – tahun hidup dalam balutan suasana dekorasi interior yang sama, tentunya Anda mengharapkan sentuhan perubahan di dalamnya. Salah satu cara termudah dan tercepat dalam mendapatkan nuansa interior bergaya kontemporer yang baru adalah dengan menempatkan beberapa aksesoris yang mampu membuat tampilan ruangan menjadi lebih hidup.

Aksesoris yang Anda pilih bisa merupakan aksesoris yang hanya berfungsi sebagai elemen dekoratif, atau aksesoris yang memang berfungsi ganda, yakni aksesoris yang fungsional sekaligus mengandung nilai estetis. Namun, pastikan Anda memilih aksesoris dekorasi rumahΒ yang tepat dan berikut ini beberapa hal yang bisa Anda jadikan referensi.

1. Warna aksesoris

Karena ruangan bergaya interior kontemporer biasanya cenderung mengelaborasi warna dinding dan furnitur yang cenderung netral, maka melalui aksesoris ini Anda bisa bermain dengan warna yang mampu menghidupkan nuansa ruangan. Pilih warna – warna yang cenderung tajam atau cerah, tapi usahakan jangan terlalu mencampurkan banyak warna hingga terkesan colourful. Cukup pilih satu atau dua warna saja, misalnya warna merah dan ungu untuk diaplikasikan pada throw, karpet, bantal sofa, dsb.

2. Gunakan aksesoris berbahan logam atau kayu

Jika Anda menginginkan aksesoris yang memiliki kesan kuat dan elegan, hadirkan beberapa aksesoris yang mengandung unsur logam. Misalnya, Anda bisa memilih meja kopi, frame pada pigura / lukisan dinding, kandelar, candle holders, dan aksesoris lain yang mengandung unsur logam. Jika tak menghendaki aksesoris berbahan logam, Anda bisa memilih aksesoris berbahan kayu sebagai gantinya. Anda bisa memilih meja kopi dari kayu, frame pigura dari kayu, hingga kandelar dan candle holder dari kayu.

3. Pilih aksesoris berbahan kaca, manik – manik atau plastik sebagai detail tambahan / pelengkap

Di samping menggunakan aksesoris berbahan logam, Anda bisa memilih home accessories berbahan material yang lebih light, misalnya kaca, manik – manik atau plastik. Aksesoris berbahan kaca, manik – manik, atau plastik biasanya hanya merupakan aksesoris yang melengkapi detail – detail ruangan, dan bukan merupakan aksesoris yang utama. Aksesoris ini lebih kerap dihadirkan sebagai pelengkap dekorasi interior dan ditempatkan di dekat jendela atau di atas meja sebagai pajangan.

4. Karya seni, salah satu home decor accessories terbaik

Bagi Anda yang memiliki cita rasa seni yang tinggi dan gemar mengoleksi benda – benda seni, Anda bisa menjadikannya sebagai aksesoris ruangan yang kehadirannya turut menunjang estetika ruangan. Ada beragam model karya seni pajangan, mulai dari seni rupa 2D berupa gambar dan lukisan, hingga seni 3D seperti patung. Di samping itu, karya seni bisa berupa guci – guci keramik yang mahal, karya seni dari kristal, atau karya seni dari barang bekas.

Lukisan abstrak atau pop-art juga bisa Anda jadikan pemanis ruangan bergaya kontemporer. Jika suasana ruangan Anda sudah terlalu colourful, maka sebaiknya pilih lukisan dengan konsep black and white, sehingga tidak terkesan bertabrakan dengan warna yang sebelumnya sudah eksis dalam ruangan. Akan tetapi jika ruangan didominasi warna black and white, maka sah – sah saja jika Anda ingin memilih lukisan dengan paduan warna – warna yang terang dengan perpaduan beberapa warna.

aksesoris-interior-rumah_2

Desain Interior Ruangan dengan Benda Antik

5. Benda kuno dan antik bisa menjadi aksesoris alternatif

Benda kuno dan antik seperti telefon tua, radio antik, alat pemutar piringan hitam, TV kuno, hingga mebel dan perabotan jaman dulu bisa dijadikan aksesoris alternatif pada ruangan yang tak biasa. Benda – benda tersebut bisa menciptakan kesan estetis tersendiri karena menyimpan memori dan sejarah, yang tak bisa kita dapatkan pada benda – benda yang baru.

6. Aksesoris yang menonjolkan tekstur atau motif

Jika pada beberapa poin di atas lebih banyak menonjolkan warna pada aksesoris, di poin ini, kekuatan aksesoris terletak pada teksturnya. Pilih aksesoris yang menonjolkan tekstur, misalnya gorden / tirai jendela, wallpaper, selimut (untuk penggunaan pada kamar tidur), karpet, atau taplak meja dari kain yang bertekstur.
Di samping tekstur, Anda juga bisa memilih aksesoris berdasarkan motif yang ada padanya. Anda bisa memasukkan motif – motif etnik yang bersifat kedaerahan dari Indonesia, misalnya motif batik Mega Mendung dari Cirebon, motif batik Parang Rusak dari Jawa Tengah, atau motif – motif etnik dari Sulawesi dan Papua.

7. Jangan sampai menimbulkan kesan berantakan

Karena terlalu bersemangat dalam memilih dan menempatkan aksesoris sebagai dekorasi ruangan, terkadang kita menjadi terlalu bersemangat hingga membiarkan salah satu sudut ruangan dipenuhi dengan beragam aksesoris yang memiliki bentuk, material, tekstur, dan warna yang berbeda ragamnya. Hal ini memunculkan kesan berantakan, semrawut, dan justru tidak sedap dipandang. Maka dalam menempatkan aksesoris, kita perlu mempertimbangkan prinsip komposisi dan kesesuaian dengan elemen lain yang sudah eksis dalam ruangan.

Tempatkan aksesoris secara seimbang di beberapa sudut ruangan, dan bukan hanya terpusat pada satu titik saja. Boleh – boleh saja jika Anda memilih salah satu sudut dalam ruangan dan menempatkan sebuah aksesoris berupa karya seni yang menjadi titik fokal. Namun, usahakan agar kita juga menempatkan beberapa aksesoris dengan porsi yang kecil di sudut lain. Sehingga, kesan estetis sebuah interior tidak hanya terpaku pada satu titik saja.

Selamat mencoba πŸ™‚

..

architectaria.com |Β Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment