Penambahan Mirror-clad pada Pusat Pengunjung di Sebuah Resort Ski Milik Marcel Breuer

visitor centre_1

Review proyek penambahan metal cladding pada Sebuah Resort Ski milik Marcel Breuer karya R-architecture sebagai yang berfungsi sebagai “cermin” sekaligus “lampu mercusuar” di pegunungan Alpen.

Sebuah studio arsitektur di Paris baru – baru ini menyelesaikan proyek penambahan mirror cladding pada pusat pengunjung di resort ski yang berlokasi di Perancis, atau yang lebih dikenal sebagai The Pavillon d’Accueil de Flaine. Resort ski ini dibangun sekitar tahun 1969 dan dirancang oleh arsitek Marcel Breuer. Adapun proyek yang baru saja dirampungkan oleh R-architecture tersebut berhasil dijepret dalam balutan kamera Valentin Jeck.

Deskripsi umum mengenai proyek dan bangunan ski resort ini

The Pavillon d’Accueil de Flaine merupakan satu dari beberapa proyek yang ditangani R-architecture pada Marcel Breuer Resort Ski kali ini. Ski resort ini berlokasi di Perancis, atau lebih tepatnya berada di wilayah Haute Savoie di pegungungan Alpen, Perancis. Pemilik bangunan ini yakni Syndicat Intercommunal de Flaine. Berdiri di area seluas 160 meter persegi, proyek ini memiliki nilai plus karena kehadiran cladding yang cukup memukau di tengah lingkungan bersalju khas pegunungan Alpen.

R-arsitektur kali ini diberi tanggung jawab untuk mengkombinasikan fasad beton dengan bentuk berlian karya Breuer’s architecture ke dalam bentuk sebuah bangunan 5 sisi, dengan menambahkan cladding dan entrance (pintu masuk utama) yang sedikit tersembunyi. Secara umum, bangunan ini menekankan adanya spacial architecture guna memasukkan karakter The Pavillon d’Accueil de Flaine sebagai salah satu resort untuk bermain ski di area pegunungan Alpen. Perlakuan yang sama juga diterapkan pada atapnya. Untuk itu, desainnyapun sedikit banyak mengadaptasi kontur dan lingkungan pegunungan es.

visitor centre_2

Desain Arsitektur Resort Ski – view 2

Keberadaan logo yang tercetak secara siluet di metal cladding

Logo yang tercetak secara siluet pada metal claddingnya didesain langsung menghadap ke akses jalan. Sehingga setiap pengunjung yang ingin memasuki area ini, langsung bisa memperhatikan keberadaan logo tersebut yang sekaligus menjadi ciri dan lambang keberadaan resort ski ini.

Di siang hari, metal cladding berfungsi merefleksikan pemandangan

Salah satu arsitek yang tergabung dalam tim R-architecture berujar bahwa di siang hari, pavilliun yang sudah dilapisi glazing ini mampu merefleksikan pemandangan di area sekitarnya. Sehingga, tercipta sebuah integrasi dan blend yang menarik antara bangunan ski resort ini dengan lingkungan di sekitarnya. Meskipun begitu, bangunan tersebut tetap dapat mempertahankan karakter kontemporernya.

visitor centre_5

Desain Arsitektur Resort Ski – view 3

Di malam hari, metal cladding berfungsi sebagai “lampu mercusuar“

Sementara itu seperti yang diungkapkan anggota tim R-architecture yang lain, di malam hari, paviliun pada ski resort ini mampu bertransformasi menjadi sebuah lentera. Ukuran cladding yang cukup luas dan banyaknya cahaya yang ditampilkan di sini, membuatnya terlihat terang dan mencolok layaknya sebuah lampu mercusuar.

Pemilihan material kayu sebagai dinding dan struktur utama

Dinding – dinding berbahan kayu membentuk fasad utama hingga menciptakan sudut – sudut yang aneh namun menarik. Permukaan yang dengan sudut – sudut ini memiliki keuntungan tersendiri, yakni memberikan fasilitas bagi para pengunjung berupa tempat berlindung dari angin dan salju saat mereka memasuki gedung.

Material kayu utuh dipilih guna membangun struktur utama dari ski resort ini. Material kayu juga dianggap paling tepat untuk dipilih di kondisi lingkungan yang bersalju. Namun, material kayu yang dipilih haruslah material kayu yang sangat kuat, sebab material kayu yang akan difungsikan sebagai struktur kerangka bangunan ini mesti mampu menahan beban salju hingga sebesar 700 kilograms per meter persegi. Selain itu, strukturnya dibuat sedikit kompleks dengan mengandalkan teknik geometris. Meski berstruktur dari material kayu, secara umum bangunan ini tetap meninggalkan kesan formal.

visitor centre_4

Desain Arsitektur Resort Ski – view 4

Salah satu dari dua lantai bangunan paviliun ini dibangun di bawah tanah. Hal ini memungkinkan bangunan menjadi lebih kuat dan stabil, terutama saat terkena badai salju dan angin yang bisa tiba – tiba datang.

Di bagian dalam paviliun, kita bisa mengamati adanya area resepsionis yang cukup luas dengan ditambahi jendela yang mampu membingkai pesona keindahan bukit Flaine dan menghadirkannya ke dalam ruangan. Hal tersebut merupakan salah satu strategi untuk menghadirkan kembali desain jendela yang sama yang diterapkan di Whitney Museum yang berlokasi di New York yang juga dibangun oleh arsitek Marcel Breuer. Di bangunan ini juga tersedia fasilitas dapur dan kamar mandi. Keduanya ditempatkan di salah satu sisi dan sudut yang sama. Sementara itu, area khusus pengunjung sekaligus entrance berada di area basement.

visitor centre_3

Desain Arsitektur Resort Ski – view 5

Paviliun didesain menyesuaikan ritme pergantian siang dan malam

Terakhir, dengan adanya permainan refleksi yang diterapkan pada metal claddingnya, hal ini membuat bangunan ini mampu menyesuaikan dengan ritme pergantian siang dan malam dengan apik, di mana saat siang cladding berfungsi sebagai ‘cermin’ dari pemandangan di sekitarnya, sementara di malam hari cladding bertransformasi sebagai ‘lampu mercusuar’ yang berkilauan di tengah area pegunungan Alpen, Perancis. Sungguh merupakan pengalaman unik bagi pengunjung yang tengah menikmati ski di Resort Ski milik Marcel Breuer ini.

(image source by: www.dezeen.com)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment