Desain Arsitektur Rumah yang Unik dan “Timpang“dengan Ekstensi Vertikal karya TYIN Tegnestue

TYIN_2

Desain rumah unik dengan kesan ketimpangan pada bangunan yang diakibatkan ekstensi rumah secara vertikal karya TYIN Tegnestue.

Ekstensi rumah secara horizontal sudah sering kita ulas. Bagaimana dengan ekstensi rumah secara vertikal? Kedengarannya cukup biasa kita temui. Namun, kali ini ulasan mengenai ekstensi rumah secara vertikal terlihat unik dan beda, sebab ekstensi hanya dilakukan pada satu sisi bangunan, menjadikan bangunan rumah ini terasa timpang dan berat sebelah. Seperti yang bisa kita lihat pada foto yang diabadikan oleh Pasi Aalto ini.

Deskripsi Umum tentang Rumah “Timpang” di Trondheim, Norwegia

Rumah ini berlokasi di Trondheim, Norwegia yang didesain langsung oleh studio arsitektur TYIN Tegnestue. Meski terlihat sedikit timpang, namun tujuan pembangunan ekstensi secara vertikal ini dimaksudkan untuk memaksimalkan penggunaa ruang pada lantai pertama. TYIN Tegnestue diminta untuk membuat ruang tambahan di rumah ini guna mengakomodasi kegiatan keluarga beranggotakan 4 orang ini. Maka dari itu, sang arsitek menciptakan rumah dengan konsep volume angular timber-clad yang terlihat kontras dengan bangunan yang terletak berdampingan di sisinya. Bangunan tersebut memiliki konsep gaya ala tahun 1960an yang terlihat klasik tapi masih relevan di terapkan di jaman sekarang.

TYIN_10

Desain Rumah ‘Timpang’ Karya TYIN Tegnestue – view 2

Sang arsitek, Yashar Hanstad, mengungkapkan bahwa bahwa penerapan desain bangunan yang cenderung “berat sebelah” ini dimaksudkan untuk mempertahankan karakteristik dari rumah sebelumnya, sekaligus menciptakan perbandingan dan menegaskan bahwa konsep bangunan yang satu dan yang di sebelahnya memang berbeda.

Ekstensi secara vertikal

Hall sebagai akses masuk, kamar mandi dan ruang loundry diposisikan di lantai bawah yang lokasinya tak terlalu luas. Sementara itu, area di lantai atas memerlukan tambahan lebih banyak ruang lagi. Untuk itu, bangunan ini diekstensi ke atas secara vertikal dan bukan secara horizontal seperti yang biasa kita bahas di sini. Namun akibat dari ekstensi secara vertikal ini, bangunan menjadi terlihat sedikit terlihat “bengkak” di bagian bawahnya.

TYIN_9

Desain Rumah ‘Timpang’ Karya TYIN Tegnestue – view 3

Di samping itu, alasan ekstensi secara vertikal adalah untuk menghemat biaya. Sebab, ekstensi secara horizontal membutuhkan lahan yang cukup luas, sementara harga lahan per meter persegi di Norwegia cukup tinggi. Untuk itu, dibuatlah ekstensi secara vertikal guna mengakomodasi kekurangan area untuk beraktifitas.

TYIN_3

Desain Rumah ‘Timpang’ Karya TYIN Tegnestue – view 4

Reses siku di salah satu sudut menjadi penanda pintu masuk ke bangunan ini. Reses ini mengarah ke sebuah koridor, di mana salah satu sisinya dijadikan area penyimpanan. Di sisi lain, terdapat kamar mandi dan area loundry, hingga menuju ke titik tengah bangunan.

Area Mezzanine untuk ruang bermain anak

Ruang tamu yang berada di area ekstensi memiliki langit-langit tinggi, memungkinkan adanya area mezzanine atau loteng tengah. Hal ini sesuai dengan permintaan klien, yakni sebuah area di mana anak – anak bisa bermain di area khusus yang terpisah dari ruang utama, namun masih bisa diawasi.

TYIN_4

Desain Rumah ‘Timpang’ Karya TYIN Tegnestue – view 5

Sebuah jendela persegi dibangun pada dinding depan yang sedikit miring. Di bawahnya terdapat area penyimpanan yang sekaligus bisa digunakan sebagai area duduk tambahan. Di sebelahnya tedapat tangga mungil untuk menghubungkan area ini dengan Mezzanine.

TYIN_6

Desain Rumah ‘Timpang’ Karya TYIN Tegnestue – view 6

TYIN_7

Desain Rumah ‘Timpang’ Karya TYIN Tegnestue – view 7

Papan – papan dari kayu lapis dengan tehnik patchwork digunakan sepanjang interior. Baut – baut yang tersisa selama pembangunan rumah ini ditampilkan melekat di dinding dan menjadi bagian dari ornamennya. Sang arsitek memaparkan bahwa interior dengan permukaan tidak teratur ini dimaksudkan sebagai salah satu strategi diversifikasi bangunan guna mengimbangi langit-langit yang cukup tinggi dan terkesan monoton dan seragam Hal tersebut merupakan representasi dari rumah ala tahun 1950-an hingga 1960-an.

TYIN_11

Desain Rumah ‘Timpang’ Karya TYIN Tegnestue – view 8

TYIN_12

Desain Rumah ‘Timpang’ Karya TYIN Tegnestue – view 9

Konsep rumah yang “serius” di interiornya dipadukan dengan kesan “humoris” pada eksteriornya

Sang arsitek merasa desain interior yang ada di rumah ini terasa terlalu “serius”. Guna mencairkan suasana dan membuat interior tampak lebih hidup. Maka itu, pada dinding interiornya diterapkan teknik patchwork serta dinding – dinding yang dibuat miring dan menciptakan kesan rumah yang “bengkak”. Selain itu, bangunan yang terkesan timpang pada eksteriornya juga menyajikan kesan unik tersendiri. Hal – hal tersebut mampu memberikan kesan humoris, sehingga rumah tidak terkesan terlalu kaku dan monoton. Eksterior dilengkapi cladding berupa papan sempit yang berguna untuk meningkatkan privasi pada area rumah ini.

TYIN_8

Desain Rumah ‘Timpang’ Karya TYIN Tegnestue – view 10

Dengan bentuknya yang timpang, sang pemilik memang mendapat beragam reaksi dari tetangga. Ada yang mencaci dan mengatakan bahwa bentuk rumah ini tidak lazim seperti halnya rumah pada umumnya. Ditambah lagi, lingkungan tempat rumah ini berdiri tergolong masih memegang nilai – nilai tradisional dan konvensional, termasuk dalam hal bentuk rumah. Mereka menganggap bangunan rumah yang terlihat “timpang” ini tidak sesuai tradisi. Maka dari itu, meski terkesan unik, masih banyak yang belum bisa mengapresiasi bentuk rumah ini. Beberapa orang bahkan masih berdebat apakah bentuk rumah seperti ini bisa dikatakan indah atau tidak.

Meski begitu, tak sedikit yang memuji kesan unik yang ditampilkan rumah ini. Sang arsitek berujar, dengan hadirnya rumah ini, maka akan tercipta gairah untuk berdiskusi mengenai topik arsitektur di antara masyarakat Norwegia, yang secara tak langsung, memberikan keuntungan bagi mereka selaku penyedia jasa arsitektur di negara tersebut.

(image source by: www.dezeen.com)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

2 Comments

  1. artikel yang bagus pak

Leave a Comment