Waterfall Edging, Membuat Air Terjun Buatan Tampak Lebih Nyata

waterfall edging_1

Memilih material waterfall edging sekaligus teknik sederhana untuk membuat air terjun buatan tampak lebih nyata.

Waterfall edging merupakan fitur yang biasa ditemui pada tepian air terjun dan sekaligus berperan sebagai border air terjun tersebut. Keberadaan edging ini mampu membuat air terjun buatan tampak menjadi lebih nyata. Namun untuk mewujudkan hal tersebut, tentunya jenis edging yang dipilih haruslah edging yang bisa berkomplemen dengan konsep air terjun, sehingga bisa tercipta kombinasi yang natural.

Beberapa jenis material yang bisa digunakan sebagai waterfall edging antara lain batu bata, batu hampar, dan batuan lain yang memiliki permukaan yang halus dan rata. Batuan – batuan tersebut tak hanya berfungsi sebagai liner atau edging saja, namun juga sekaligus menambah efek dekoratif, sehingga konsep air terjun buatan yang diciptakan akan nampak lebih nyata.

Mana yang lebih baik? Batuan lanskap yang lebar atau batuan berukuran kecil?

Jenis – jenis batuan dengan ukuran yang lebar tentunya akan lebih mudah dan lebih stabil ketika dijadikan edging. Batuan – batuan yang berukuran kecil seperti kerikil, atau batu koral juga umum dijadikan edging. Kelebihannya, batuan ini mampu menciptakan nuansa alami khas sungai – sungai di pedesaan. Namun untuk jenis batuan yang lebih kecil, maka dibutuhkan campuran semen untuk merekatkannya satu sama lain.

Jenis material batuan yang dipilih untuk waterfall edging tentu akan berpengaruh pada teknik pembuatan edging tersebut. Berikut ini beberapa tips dan cara sederhana dalam membangun waterfall edging.

Edging dengan batuan yang berukuran besar

Batuan berukuran besar atau batuan lanskap sangat efektif dijadikan waterfall edging. Batuan jenis ini juga mampu membentuk atau mengarahkan aliran air dari air terjun. Untuk menyatukan antara batuan satu dengan yang lain, Anda bisa menggunakan Black foam . Bahan ini terlihat natural, sehingga tidak nampak mengotori keaslian tekstur dan warna batuan.

Batu – batu yang dipilih diharapkan memiliki tekstur dan warna yang sama seperti batuan yang ditemukan di alam. Agar terlihat lebih tertata, posisikan penempatan batuan agar tekstur batuan mengarah ke arah yang sama secara seragam.

Ada celah yang cukup lebar antar batuan? Siasati dengan campuran kerikil, koral, dan pasir

Biasanya di antara batuan – batuan yang berukuran besar, akan terdapat semacam celah – celah kecil. Celah – celah kecil ini perlu disiasati agar air dari air terjun tidak meluber melewati celah ini. Caranya bisa dengan menambahkan kerikil atau batu koral yang ditambah dengan pasir. Campurkan batuan – batuan berukuran kecil tersebut dengan pasir dengan perbandingan 50:50. Kemudian, sisipkan campuran ini ke dalam celah batuan dan beri sedikit penekanan agar celah benar – benar tertutup rapat.

Setelah itu, tutupi kembali campuran tadi dengan batu kerikil dan koral untuk menyamarkan permukaannya. Selain itu, hal ini juga demi mencegah agar air tidak melarutkan material pasir yang menjadi bahan campuran penutup celah batuan tadi.

waterfall edging_2

Desain Air Terjun dengan Waterfall Edging

Formal edging

Untuk jenis air terjun yang memiliki aliran simetris akan terlihat lebih pas jika ditambahkan formal edging. Untuk membuat formal edging, bahan yang digunakan tentu sedikit berbeda, yakni batu bata, batu hampar (slate), dan paver. Caranya, cukup dengan meletakkan material batuan yang Anda pilih di tempat – tempat yang akan dijadikan edging. Pastikan Anda membuat draft atau desainnya terlebih dahulu agar tak salah dalam menempatkan.

Kemudian, rekatkan masing – masing batuan dengan menggunakan campuran semen. Campuran semen bisa dibuat dengan mengkombinasikan 1 takaran semen, 1 takaran batuan kapur, dan 5 takaran pasir, kemudian aduk hingga rata. Gunakan sekop untuk mencampur dan meratakan semen. Pastikan tinggi permukaannya sama agar terlihat lebih rapi.

Alternatif: Tumbuhan rambat / pagar

Bagi Anda yang tidak ingin terlalu repot dalam pembuatan waterfall edging, atau bagi Anda yang ingin desain edging yang berbeda dari biasanya, Anda bisa menerapkan tumbuhan rambat atau tumbuhan pagar yang ditanam di tepian air terjun. Tumbuhan ini mampu memberi kesan natural sekaligus atraktif dan unik karena jarang ditemui pada air terjun.

Salah satu jenis tanaman yang biasa digunakan sebagai waterfall edging adalah Isotoma fluviatilis atau yang dalam bahasa Inggris disebut Blue star creeper. Tumbuhan ini berkembang cepat sekali sehingga bisa menjadi semacam penahan aliran air ata waterfall edging ini. Tumbuhan ini bisa tumbuh hingga tingginya mencapai 15 cm sampai 20 cm, dengan lebar sekitar 30 – 35 cm. Seperti namanya, tumbuhan ini memiliki bunga – bunga yang bentuknya menyerupai bintang dan berwarna kebiruan. Namun, tumbuhan ini bersifat invasif, dan bisa tumbuh melebar hingga tak terkontrol.

Selain Blue star creeper, Anda juga bisa memilih “Quicksilver” Chinese wild ginger atau yang memiliki nama latin Asarum splendens. Tanaman ini juga cukup efektif digunakan sebagai edging. Tingginya berkisar antara 30 – 40 cm. Tumbuhan ini cukup menyukai tanah yang lembab, sehingga pas untuk ditanam di pinggir aliran air terjun dan dijadikan waterfall edging.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment