Tips Memilih Gaya Etnik untuk Interior

desain interior bergaya etnik_1

Beberapa macam gaya etnik nan eklektik serta tips memilih gaya etnik yang pas untuk ruang tamu.

Berbeda dengan gaya modern atau kontemporer yang setiap tahun memiliki kecenderungan untuk berubah, gaya etnik cenderung tidak akan pernah lekang oleh waktu. Tak heran, banyak yang mengadopsi gaya etnik nan eklektik untuk diterapkan pada interior maupun eksterior sebuah bangunan. Gaya etnik ini cukup banyak diterapkan pada interior, terutama untuk kamar tidur, ruang keluarga, dan ruang tamu.

Gaya etnik dalam negeri vs gaya etnik luar negeri

Gaya etnik tentu beragam implementasinya, sesuai dengan etnik yang kita adopsi. Di Indonesia sendiri, kita mengenal ribuan etnik yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, mulai dari etnik Jawa, Bali, Kalimantan, Sumatra, hingga Papua. Jika ingin mengadopsi gaya etnik luar negeri, kita banyak disuguhkan mengenai gaya etnik Oriental ala Jepang, Meksiko, Turki, dsb.

Pilih satu saja gaya desain etnik yang ingin dijadikan rujukan

Dalam mendekorasi interior ruang tamu, sebaiknya kita menentukan batasan – batasan tentang desain etnik mana yang akan dijadikan rujukan. Sebaiknya cukup pilih salah satu gaya desain etnik, lalu sesuaikan elemen – elemen dalam ruangan agar selaras dengan gaya desain itu. Dekorasi dan aksesoris yang tidak sesuai dengan gaya etnik yang kita pilih sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam unsur dekorasi interior.

Spesifikan gaya etnik yang ingin diadopsi

Jika sudah memiliki gambaran mengenai gaya desain interior etnik, spesifikan pilihan Anda. Misal jika Anda memilih gaya desain etnik oriental, Anda mesti lebih spesifik dalam menentukannya, apakah gaya desain oriental yang akan Anda adopsi mengacu gaya desain China, Jepang, Korea, atau Thailand. Hal yang sama juga berlaku jika Anda memilih gaya desain etnik asli Indonesia, misal gaya desain khas Sumatra. Mengingat ada beragam etnik yang ada di Sumatra seperti etnik Minang, Melayu, atau Batak, pastinya penentuan spesifikasi ini akan mempermudah Anda dalam mencari furnitur dan aksesoris pendukung untuk mewujudkan gaya desain etnik.

Pilih gaya etnik yang mencerminkan karakter Anda

Gaya etnik yang diterapkan pada interior bisa juga dijadikan untuk menilai karakter pemiliknya. Sebab, etnik tertentu biasanya dilekatkan dengan sifat atau karakter tertentu pula, sehingga penerapan gaya etnik tersebut pada sebuah ruangan mau tak mau turut membentuk citra karakter pemiliknya. Pemilihan desain etnik biasanya juga dilandasi latar belakang nostalgia masa lalu, di mana elemen – elemen etnik yang dihadirkan mengingatkan pemilik rumah akan desa asalnya.

Desain etnik Asia, terutama Jepang, cenderung sederhana dan minimalis, tanpa banyak clutter di dalamnya, cocok bagi Anda yang memiliki karakter disiplin, rapi, dan sederhana. Desain etnik Jawa kental akan nuansa keningratan, penuh sopan santun, tata krama, dan martabat yang bisa memberikan kesan anggun sekaligus wibawa. Desain etnik khas Amerika (suku Indian) identik dengan nilai – nilai patriotisme. Sementara itu, desain etnik khas Bali lebih berwarna, hidup, dan terkesan semarak. Namun di balik itu, tersimpan sisi – sisi religius, sakral, sekaligus mistis, terutama dengan hadirnya banyak ornamen berupa topeng barong dan leak.

desain interior bergaya etnik_2

Desain Interior Rumah Bergaya Etnik

Pilih furnitur, warna, dan dekorasi yang menunjang gaya desain etnik yang kita pilih

Gaya desain interior etnik bisa terwujud melalui pemilihan furnitur, warna, dan dekorasi yang menunjang. Bagi Anda yang menyukai gaya desain etnik Afrika dan ingin menerapkannya sebagai interior rumah, pastikan Anda menghadirkan warna – warna yang cenderung lekat dengan alam, terutama warna cokelat (sebagai representasi dari warna bumi/tanah) dan warna kuning (representasi dari matahari). Hadirkan furnitur yang terbuat dari kayu atau akar pohon seperti akar pohon jati yang kerap dimanfaatkan sebagai furnitur.

Hindari campur tangan manusia yang berlebihan, dalam artian, biarkan furnitur kayu ini polos tanpa diberi sentuhan ukiran. Anda juga bisa menghadirkan motif animal print yang ditempatkan pada karpet, sarung bantal, taplak meja, atau upholstery pada sofa. Tambahkan aksesoris / pajangan berupa miniatur totem pole dengan ukuran yang beragam.

Di samping material kayu, Anda bisa juga menggunakan rotan atau bambu untuk furniturnya. Material bambu dan rotan ini paling  tepat jika dihadirkan pada gaya desain oriental, terutama gaya desain Jepang. Sementara untuk gaya desain etnik Jawa kuno, penggunaan kayu jati paling menonjol di sini. Dengan kekuatan dan keawetannya, kayu jati juga sekaligus bisa memberikan gengsi dan citra wibawa pada pemiliknya, mengingat harga kayu jati yang selangit. Kayu jati biasa digunakan untuk meja, kursi, hingga gebyok (pintu depan, namun kadang bisa juga berfungsi sebagai partisi antar ruangan).

Hadirkan figur / ikon / simbol yang menunjang desain etnik

Gaya etnik oriental ala China dan Jepang kerap menggunakan simbol naga untuk mempertegas eksistensinya. Sementara itu, gaya interior etnik Bali menggunakan simbol – simbol seperti topeng Barong, kain hitam putih menyerupai papan catur, dan ornamen bunga kamboja. Bagi penyuka interior bergaya Meksiko, jangan lupa untuk memasukkan simbol – simbol etnis khas suku Maya atau suku Inca.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

1 Comment

  1. Andry Ongko

    Hi…salam kenal. Saya Andry dari Surabaya. Kami bermaksud menawarkan kerjasama jika sekiranya berkenan. Kami bergerak di bidang logam dan kerajinan dimana kami biasa mengerjakan berbagai macam kerajinan seperti vas / pot Kuningan, ornament dinding etnik, ukiran dll. Call me for inquiry atau sharing prospek… di 031.70134217 atau 0818520230 . Tq…

Leave a Comment