Tipe Pencahayaan yang Aman untuk Kamar Bayi

desain interior kamar tidur bayi_1

Beragam tipe dan tips dalam memilih, memasang, dan memposisikan pencahayaan pada kamar bayi.

Dibandingkan dengan orang dewasa maupun anak – anak, bayi tentu lebih sensitif terutama pada cahaya. Pencahayaan dengan jenis dan intensitas tertentu dipercaya mampu merangsang perkembangan si bayi, dan sebaliknya, kadang juga mampu menghambat pertumbuhan dan memberikan efek negatif lain pada bayi terutama yang berhubungan dengan gangguan kesehatan. Hal ini membuat orang tua harus ekstra hati – hati dalam memilih tipe lighting atau pencahayaan bagi kamar tidur si kecil.

Untuk memahami bagaimana memilih dan memasang lighting pada kamar tidur bayi, kali ini kita akan menjabarkan tips, serta jenis, dan intensitas lighting apa saja yang boleh dan yang tidak boleh ditempatkan pada kamar tidur bayi.

Lebar kamar menentukan intensitas pencahayaan

Kamar bayi yang berukuran cukup lebar mesti diimbangi dengan pencahayaan yang cukup agar tak terlalu temaram. Tempatkan pencahayaan utama di tengah kamar, kemudian satu pencahayaan tambahan di sudut di mana Anda memposisikan tempat tidur si bayi. Namun jika ukuran kamar bayi tak terlalu besar, satu pencahayaan utama saja sudah cukup. Tambahkan dimmer pada pencahayaan tersebut untuk mengatur intensitas nyalanya.

Jenis lighting yang bisa dipilih

Untuk jenis lighting atau pencahayaan yang cocok, usahakan agar memilih jenis yang dapat menciptakan nuansa ambient . Jenis lighting tersebut misalnya miniatur chandelier, lampu gantung (hanging lamp), lampu dinding (wall lamps), atau recessed ceiling lights. Jenis pencahayaan juga kadang disesuaikan dengan area tertentu. Misal untuk area makan dan menyusui, maka biasanya diperlukan pencahayaan yang cukup terang, sementara pada area untuk tidur, pencahayaan dengan intensitas yang rendah lebih disukai (subdued lighting).

Pencahayaan yang terlalu terang di dekat tempat tidur membuat si bayi tidak dapat tidur dengan tenang. Untuk spot atau sudut lain pada kamar tidur si bayi, misalnya area bermain, bisa dipilih jenis floor lamps, wall sconces, atau lampu meja. Sedangkan untuk aksesoris dan ornamen pada kamar tidur anak yang sifatnya dekoratif, bisa dipilih jenis Teddy night lights, fairy light, lampu konstelasi berbentuk bintang (constellation stars), atau pencahayaan dari lampion / lentera.

Sementara untuk area keluar masuk kamar tidur bayi, bisa dipasang en route lighting. Lampu ini bisa menciptakan kesan glowy terutama di malam hari, yang menjadikan kamar tidur si bayi terlihat lebih artistik. Beberapa jenis en route lighting misalnya Stick Glow-in the dark, dan hallway nightlights.

Yang jelas, apapun jenis pencahayaan yang dipilih, usahakan agar lokasinya tidak berada tepat di bagian atas tempat bayi biasa berbaring / atas tempat tidur bayi. Sebab, paparan sinar lampu secara langsung dapat membahayakan kesehatan mata bayi. Tempat tidur bayi malahan harus bersih dari segala macam pencahayaan. Selain itu, pencahayaan yang ada di kamar juga mesti diatur agar tak terlalu dekat dengan tempat tidur bayi.

desain interior kamar tidur bayi_2

Desain dan Dekorasi Interior untuk Kamar Bayi

Ingin nuansa yang lebih dramatis? Tambahkan foto, boneka, atau figur di dekat pencahayaan

Pencahayaan yang sedikit temaran (subdued lighting) mampu menciptakan efek hangat dan bersahaja. Akan lebih baik jika kehadiran pencahayaan ini dibarengi dengan peletakan pigura berisi foto si bayi dan kedua orang tuanya. Namun, pastinya jenis lighting yang terpasang di sini adalah lighting dengan ukuran lebih kecil dan cenderung bersifat dekoratif. Selain pigura, Anda bisa menambahkan aksesoris lain seperti boneka teddy bear atau figur – figur lain yang lekat dengan bayi.

Pastikan agar lighting terpasang di tempat yang aman

Salah satu hal yang juga perlu diperhatikan adalah lokasi pemasangan lighting dan kabel – kabelnya. Saat bayi mulai tumbuh, ia akan mulai merangkak dan berjalan. Ia akan meraih benda apa saja yang ada di sekelilingnya demi memenuhi rasa ingin tahunya. Maka, pastikan agar pencahayaan dan kabel – kabelnya berada di lokasi yang aman dan tidak terjangkau oleh bayi. Pencahayaan mesti dipasang pada tempat yang stabil dan tidak mudah jatuh saat tersenggol.

Selain itu, pastikan kabel – kabel lighting dan alat elektronik lain yang ada pada kamar bayi ini tertata dan tersimpan dengan rapi demi menghindari hubungan arus pendek atau konsleting. Posisi lighting juga harus jauh dari keberadaan tempat tidur bayi, lemari, gorden, tirai, atau benda – benda yang mudah terbakar, misalnya benda yang berbahan kain.

Bahaya dan ancaman yang mungkin terjadi jika salah dalam memilih, memasang, dan memposisikan lighting

Jika kita salah dalam memilih, memasang, dan memposisikan lighting pada kamar bayi, kemungkinan besar hal ini akan berdampak pada kesehatan si bayi. Gangguan kesehatan ini bisa timbul langsung atau baru akan diketahui setelah ia tumbuh besar. Gangguan yang sering dialami misalnya sakit kepala, otot mata tegang, hingga gangguan pada kulit, khususnya bagi bayi yang sudah menderita penyakit seperti lupus atau eczema. Sebab, mereka cenderung lebih peka pada cahaya.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment