Tingkat Ketahanan Berbagai Macam Jenis Kayu untuk Lantai

lantai_kayu_1

Mengidentifikasi dan mengukur tingkat durabilitas kayu serta faktor – faktor yang mempengaruhinya sebelum memilih jenis lantai kayu atau parket terbaik untuk rumah Anda.

Hardwood flooring memiliki tingkat durabilitas atau ketahanan yang bervariasi, tergantung dengan jenis kayu dan karakteristiknya. Tingkat durabilitas kayu ini akan menentukan keawetan kayu tersebut. Semakin tinggi tingkat durabilitasnya, semakin awet kayu tersebut. Untuk itu, cari tahu bagaimana mengukur tingkat durabilitas kayu serta faktor – faktor yang mempengaruhinya sebelum memilih jenis lantai kayu atau parket terbaik untuk rumah Anda.

Mengidentifikasi ketebalan dan durabilitas kayu

Untuk mengukur tingkat kekuatan kayu, Janka Hardness Test merupakan standar internasional yang paling banyak digunakan. Tes ini mengukur kekerasan tekstur kayu dengan melekatkan bola kecil berukuran 0.444-inchi yang terbuat dari logam ke permukaan kayu untuk melihat sejauh mana kayu dapat bertahan dari keretakan atau tertekuk. Tes ini juga bisa mengukur daya yang diperlukan untuk memaku dan menggergaji kayu tertentu.

Faktor – faktor yang mempengaruhi tingkat durabilitas kayu

Banyak faktor yang menentukan tingkat kekerasan kayu. Pada dasarnya, semua kayu memiliki ketahanan yang hampir sama jika berada dalam kondisi kering dan terbebas dari organisme yang bisa menyebabkan kayu menjadi lapuk atau keropos. Yang pasti, setidaknya kayu yang baik memiliki kelembaban di bawah 25 persen.

Warna juga turut menentukan tingkat kekerasan kayu. Semakin gelap warna kayu, biasanya kayu akan menjadi semakin keras dan kuat dan tahan terhadap rayap atau jamur.

Tingkat ketahanan kayu pinus untuk lantai

Kayu pinus memiliki beberapa familie, misalnya eastern white pine, western white pine dan longleaf pine. Kebanyakan, spesies pinus cukup resisten terhadap rayap dan jamur dan dalam kondisi yang lembab, kayu pinus bisa bertahan sampai 5 tahun. Jika kondisi udara tidak terlalu lembab, bukan mustahil kayu akan bertahan lebih dari 5 tahun, tapi kurang dari 20 tahun.

Tingkat kekerasan kayu cedar

Kayu cedar merupakan jenis kayu yang benar – benar kuat dan keras, sehingga sering diaplikasikan tak hanya untuk hardwood flooring, tapi juga untuk furnitur eksterior. Kayu cedar bisa bertahan lebih dari 20 tahun bahkan di kondisi yang cukup lembab.

lantai_kayu_2

Desain Interior Ruang Keluarga Dengan Lantai Kayu

Treated Lumber

Treated lumber atau kayu yang telah mengalami treatment khusus biasanya akan jauh lebih kuat dan memiliki durabilitas tinggi karena sudah dipersiapkan sebagai flooring dan juga furnitur. Dalam treatmentya, biasanya Treated lumber akan mengalami beberapa kali proses pressure atau tekanan tinggi sembari disuntikkan cairan kimia yang bisa meresap ke struktur seluler pada kayu. Hasilnya, kayu ini bisa bertahan lebih dari 40 tahun. Dengan perawatan yang baik, bukan mustahil kayu jenis ini bisa menjadi kayu paling awet dibandingkan kayu biasa. Namun kelemahan dari jenis kayu ini adalah kemungkinan adanya racun yang dihasilkan dari bahan kimia yang digunakan selama proses pressure.

Tingkat kekerasan kayu jenis Brazilian Walnut

Brazilian walnut disebut – sebut sebagai kayu dengan tingkat kekerasan tertinggi, dengan rating Janka sebesar 3680. Brazilian walnut juga biasa disebut kayu Ipe. Kayu jenis ini biasa tumbuh di negara Brazil, Guatemala, Bolivia dan Peru. Kayu ini memiliki karakter yang tangguh, warna cokelat medium, dan biasa digunakan untuk peralatan dan konstruksi yang berhubungan dengan kelautan, misalnya untuk pembuatan kapal, kargo, dermaga, dan sebagainya. Sayangnya, kayu jenis ini sering tidak stabil, di mana kayu bisa mudah mengkerut atau menyusut jika proses pengeringannya tidak sempurna.  Jika Anda ingin menggunakannya sebagai parket atau flooring, terlebih dahulu letakkan kayu ini di luar selama beberapa minggu untuk proses aklimasi atau penyesuaian iklim, di mana iklim Indonesia dengan iklim asalnya tentu sedikit berbeda.

Tiete Chestnut

Tiete chestnut juga merupakan jenis kayu dengan tingkat durabilitas yang cukup tinggi, yakni dengan rating Janka sebesar 3540. Kayu jenis ini biasanya ditemukan di Venezuela, Brazil, Paraguay dan Bolivia. Banyak juga yang menyebutnya Brazilian chestnut. Karakter dari kayu Tiete Chestnut ini yakni memiliki warna cokelat yang sedikit kekuningan. Kayu ini biasa digunakan untuk flooring sekaligus furnitur.

Brazilian Teak

Brazilian teak atau Jati Brazil juga memiliki tingkat kepadatan dan kekerasan yang cukup tinggi, yakni memiliki rating Janka sebesar 3540, sama dengan Tiete Chestnut. Kayu ini dikenal memiliki kandungan minyak yang menjaganya agak tetap fleksibel. Kayu ini biasa tumbuh di Brazil, Bolivia dan Peru dengan warna yang sedikit kekuningan. Kayu ini biasa digunakan sebagai bahan konstruksi dek, furnitur, produk – produk kelautan, dan juga sebagai flooring.

Brazilian Cherry

Brazilian cherry merupakan jenis kayu yang juga cocok sebagai hardwood flooring. Tingkat kekerasannya sekitar 2350, masih tergolong tinggi jika dibandingkan softwood seperti Douglas fir yang hanya memiliki rating Janka sebesar 660. Brazilian cherry biasa juga disebut Jatoba. Warnanya cokelat medium dengan sedikit kemerahan. Kadang, kayu ini akan menghasilkan warna yang bagus ketika sedikit memudar.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment