Serba – Serbi Kain Linen: Tips dan Cara Membersihkan Kain Linen yang Terkena Noda

kain-linen_2

Tips dan cara membersihkan kain linen dengan benar dan aman untuk menjaga keawetan dan tampilannya.

Kain linen biasa ditemui pada benda – benda rumah tangga, seperti sprei, sarung bantal, handuk, lap meja, taplak meja, dan sebagainya. Kain linen biasanya terbuat dari kapas, baik asli maupun sintetis. Kain linen merupakan benda yang mudah menyerap dan sangat sering terkena noda, entah itu noda makanan seperti kuah santan dan minyak, atau bahkan noda minuman seperti wine atau kopi.

Namun sebelum membersihkan kain linen, perhatikan terlebih dahulu jenisnya karena ada dua jenis kain linen yang biasa kita temui, yakni kain linen yang bisa dicuci (washable linen) dan kain linen yang tidak bisa dicuci (non-washable linen). Kain linen yang bisa dicuci biasanya ditandai dengan permukaan yang lebih lentur, terdapat benang – benang kusut di permukaannya (seperti yang biasa kita temui pada handuk). Sementara kain linen yang tidak dapat dicuci cenderung lebih kaku dan permukaan yang rata.

Dalam membersihkan kain linen ini, kadang kita perlu memperhatikan jenis noda yang menempel. Sebab, jenis noda tertentu membutuhkan metode dan treatment tertentu, seperti yang dijabarkan berikut ini.

1. Membersihkan kain linen yang terkena noda darah

Noda darah yang masih segar dan masih menempel pada kain linen bisa dihilangkan dengan memaparkannya di bawah aliran air yang mengalir, asalkan tekanan airnya cukup kuat. Untuk noda darah yang kering, kain linen mesti direndam dalam air hangat terlebih dahulu, kemudian cuci dengan deterjen seperti biasa.

2. Membersihkan kain linen yang terkena noda kopi

Kain lap yang ada di meja makan bisa saja terkena tumpahan kopi yang akan meninggalkan noda. Cara membersihkannya yakni dengan membersihkan cairan kopi, kemudian semprotkan stain remover pada bagian yang terdapat jejak noda, setelah itu cuci dengan air dingin dan keringkan. Khusus untuk noda kopi yang terlalu lama didiamkan, hal tersebut bisa dihilangkan dengan merendam kain pada baking soda.

3. Membersihkan kain linen dari noda wine

Noda wine yang menempel pada kain linen bisa dibersihkan dengan menaburkan garam di atasnya sehingga noda sedikit memudar. Setelah itu, cuci seperti biasa dengan air dingin. Khusus untuk noda wine yang telah mengering, Anda bisa menyemprotkan air soda pada noda, biarkan noda tersebut terkelupas, lalu cuci dengan air.

4. Membersihkan kain linen dari noda cokelat

Noda cokelat tak jarang juga menempel pada kain linen. Cokelat tergolong benda padat, maka biasanya noda cokelat pun masih menyisakan serbuk – serbuk padat yang susah dibersihkan. Untuk itu, bersihkan kotoran – kotoran padat tersebut dengan cara mengikisnya perlahan. Kemudian, cuci kain dengan air soda, sikat sedikit, lalu rendam dalam air hangat. Khusus untuk noda cokelat yang sudah mengering dan terlalu lama, Anda bisa menggunakan ammonia atau deterjen pada bagian yang terkena noda, lalu sikat sedikit. Bilas dengan air biasa.

5. Membersihkan kain linen dari noda candle wax

Candle wax yang tak sengaja mengenai taplak meja bisa meninggalkan noda. Untuk membersihkannya, terlebih dahulu dinginkan candle wax ini dengan es atau meletakkannya dalam freezer, sehingga wax mengeras. Setelah mengeras, kelupaslah wax tersebut. Biasanya, wax akan mudah terkelupas hanya dengan mengikisnya dengan jari.

kain-linen_1

Sprei dan Kain Bantal Berbahan Linen Putih

Membersihkan dan menjaga tampilan kain linen dengan bleaching

Setelah linen selesai dicuci dan dibersihkan, Anda mungkin memerlukan bleaching untuk menjaga agar kain linen tetap terlihat cerah, putih, dan bebas kuman. Namun, bleaching mesti dilakukan dengan benar dan tidak terlalu sering. Penggunaan bleaching yang terlalu sering dan berlebihan dapat membuat serat kain menjadi melemah.

Carannya dengan merendam kain linen dalam air hangat, kemudian tambahkan 3/4 hingga 1 cangkir liquid chlorine bleach pada mesing cuci top-loading, sementara pada mesin cuci Front-loading biasanya bleaching yang digunakan jauh lebih sedikit, yakni hanya sekitar 1/2 cangkir saja. Pastikan bleach yang Anda pilih aman untuk semua warna dan tidak mengakibatkan warna kain atau pakaian memudar.

Kemudian tambahkan deterjen dengan takaran yang seperti biasanya. Pastikan takaran deterjen tidak terlalu banyak maupun terlalu sedikit. Takaran deterjen yang terlalu sedikit bisa membuat kain linen menjadi keabu – abuan. Jika sudah, masukkan kain linen secara perlahan dan cuci seperti biasa. Setelah itu, keringkan kain linen dengan cara menjemurnya di bawah sinar matahari. Usahakan jangan gunakan dryer, sebab dryer bisa membuat kain linen kisut dan rapuh.

Tips dalam membersihkan kain linen:

  • Sebaiknya bersihkan noda sebelum mengering dan menempel terlalu lama pada kain linen
  • Untuk noda – noda tertentu, hindari penggunaan air hangat untuk membersihkannya. Air hangat justru bisa membuat noda semakin menyebar di permukaan kain.
  • Ketika membersihkan noda, lakukan dengan putaran ke dalam, sehingga noda tidak menyebar.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment