Sequential Light Timer: Lampu Pewaktuan Hemat Energi

Sequential Lighting

Tips dan cara membuat sequential light timer (lampu perwaktuan), meliputi proses pembuatan, material yang digunakan dan cara mengatur timer.

Sequential light timer (lampu pewaktuan) didesain untuk menghidupkan serangkain lampu yang diatur berdasarkan pola tertentu. Kadang dalam satu rangkaian, hanya ada dua jenis lampu, namun tak jarang juga ada banyak lampu sekaligus. Kini, lampu jenis ini mulai dipasang di rumah – rumah dengan tujuan yang bervariasi, mulai dari alasan hemat energi hingga untuk mencegah pencurian dalam rumah.

Selain itu, tak jarang lampu ini digunakan untuk tujuan dekoratif, misal yang sering kita lihat di kala Natal, Tahun Baru, atau momen menjelang hari kemerdekaan dan biasa dipasang di luar rumah. Lampu – lampu itu biasa dijuluki sebagai ‘lampu kelap-kelip’. Untuk tujuan dekoratif ini, biasanya ukuran lampu cnderung kecil – kecil.

Untuk menginstalnya pun cukup mudah, terutama bagi mereka yang mengerti tentang dasar – dasar listrik dan elektronika. Dan untuk menciptakan efek yang kita inginkan, dibutuhkan beberapa tambahan lain misal sirkuit yang dimodifikasi serta kapasitor.

Timer yang umum dipakai

Di pasaran, dijual timer (pewaktuan) yang sudah siap digunakan, sehingga kita hanya tinggal memasangnya Timer ini bisa dipasang pada lampu, kemudian dihubungkan dengan sistemnya untuk mengurangi kesalahan pada rangkaian listrik. Timer yang biasa digunakan untuk rumah biasa adalah timer dari jenis 555 timer IC. Timer ini merupakan sirkuit yang terintegrasi (integrated circuit) yang bisa berfungsi sebagai osilator untuk mengukur waktu. Timer jenis ini bisa diterapkan pada rangkain sistem yang bervariasi, dan Anda juga bisa menerapkan versi lain yang lebih kompleks dengan dial control.

Proses pembuatan

Pada level terendah, sirkuit 555 timer bekerja dengan cara menyeimbangkan aliran listrik di antara kapasitor – kapasitornya. Resistor – resistor mengaliri listrik ke satu kapasitor, dan akan berhenti ketika sudah mencapai level listrik tertentu. Pada saat ini, akan ada waktu delay yang digunakan oleh kapistor untuk mengisi dan menukar aliran listrik. Cara ini juga diterapkan pada strobe lights dan flashers. Untuk penggunaan dalam jangka waktu lama (hingga berhari – hari), dibutuhkan versi lain yang lebih komplek dan rumit, dengan saklar / tombol switch yang bisa membuka sirkuit berdasarkan vibrasi dari isolator.

Sequential Lighting LED

Sequential Light berbahan LED

Material yang digunakan

Keramik dan kapasitor elektrik biasanya dibutuhkan untuk sequential timer yang dirangkai sendiri, serta papan sirkuit yang membantu meneruskan aliran listrik ke timer. Selain itu, dibutuhkan resistor dari carbon film untuk memodifikasi dan mengarahkan aliran listrik ke titik yang tepat. Terkhir, dibutuhkan lampu – lampu untuk melengkapi rangkaian ini. Lampu LED sangat dianjurkan mengingat ukurannya yang kecil dan bisa bertahan dalam jangka waktu lama.

Tips Mengatur dan menghidupkan Sequential Light Timer (Lampu pewaktuan)

Bahan-bahan yang diperlukan:

  • Light timer
  • Wall outlet
  • lampu tambahan / peralatan elektronik lain (opsional)

Cara mengatur Traditional Timer:

1. Colokkan manual timer secara langsung ke wall outlet/sumber aliran listrik. Jika wall outlet ini dilengkapi tombol switch, pastikan tombol ini dalam posisi nyala.

2. Atur waktu saat ini. Biasanya pada lampu manual ( Non-digital ) terdapat dial (lempeng jam) berukuran cukup besar yang berfungsi untuk menunjukkan waktu saat ini. Sebelum digunakan, kadang kita mesti memutar dial tersebut. Proses ini akan bervariasi, tergantung dari merk timer yang kita pilih.

3. Atur waktu nyala lampu sesuai yang diinginkan. Untuk mengaturnya, biasanya dilakukan di bagian khusus yang dilengkapi dengan kunci plastik berwarna – warni. Pastikan kunci ini sedekat mungkin pada waktu yang Anda tentukan sebagai waktu nyala lampu.

4. Atur waktu lampu saat mati. Sama dengan proses tatkala mengatur nyala lampu, ketika mengatur waktu mati, digunakan kunci/tombol plastik warna – warni yang diatur pada rentang waktu yang diinginkan. Jika ada lebih dari satu kunci, Anda bisa mengatur variasi waktu ‘on’ dan ‘off’ dalam hari yang sama.

5. Hubungkan lampu dengan timer, kemudian nyalakan lampu. Maka, timer otomatis akan mengontrol aliran listrik yang masuk dan lampu hanya akan menyala sesuai waktu yang sudah ditentukan.

Cara mengatur Digital Timer:

1. Bacalah buku panduan yang disertakan pada timer, dan cermati pada cara mengakses fungsi menu. Digital timer lebih fleksibel serta mudah digunakan dibandingkan traditional timers. Bahkan, beberapa jenis lampu digital bisa memprogram jadwal nyala atau lampu tergantung dari hari dalam seminggu.

2. Masuklah ke menu, kemudian atur waktu nyala (“on” time). Tak seperti manual timer yang kurang tepat dalam menentukan waktu, digital timer lebih bisa membantu Anda menentukan waktu yang lebih tepat.

3. Kembali ke menu, kemudian atur waktu mati (“off” time) dari lampu tersebut.

4. Buatlah jadwal khusus untuk hari – hari tertentu, sehingga interval nyala lampu bisa berbeda – beda dan tidak monoton.

5. Hubungkan timer pada lampu, dan hidupkan lampu. Maka lampu akan nyala dan mati sesuai dengan program yang sudah diatur pada timer.

Selamat mencoba 🙂

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment