Permasalahan yang Sering Terjadi pada Lighting dan Cara Mengatasinya

pencahayaan dirumah_1

Problem, permasalahan, dan kerusakan yang sering terjadi pada lampu dan pencahayaan dirumah serta cara dan solusi untuk mengatasinya.

Lighting, lampu, atau pencahayaan merupakan bagian yang vital pada suatu rumah, baik interior maupun eksterior. Tanpa keberadaan fitur ini, mustahil kegiatan di sekitar rumah bisa berjalan dengan baik. Lampu ini selalu hadir di setiap sudut ruangan sebagai sumber cahaya sekaligus menciptakan efek atau nuansa sendiri dalam ruangan.

Lighting atau pencahayaan hadir dalam beragam tipe, mulai dari lampu utama, sconces, kandelar, strip lighting, lampu gantung, dll. Masing – masing tipe tentu menyajikan fungsi, peran, dan penempatan yang berbeda pula. Maka dari itu, konsultasikan dengan profesional di bidang lighting sebelum menentukan jenis lighting yang cocok untuk menerangi sudut – sudut ruangan Anda.

Lampu utama

Lampu utama biasanya terpasang di atas/plafon/langit-langit. Lampu ini biasanya memiliki desain bohlam yang simple, bisa berupa lampu neon atau lampu LED. Namun adakalanya Anda menemui lampu – lampu ini sering bermasalah. Permasalahan pada lampu atau lighting bisa bervariasi, mulai dari kedip – kedip, lampu mati dan nyala dengan sendirinya, cahayanya meredup, hingga tidak dapat menyala sama sekali. Jika hal ini terjadi, jangan lantas mengira bahwa lampu telah rusak. Bisa saja permasalahan terjadi pada soket, kabel, atau aliran listriknya.

Untuk itu, tunggu beberapa waktu untuk melihat problem yang muncul. Hal ini bisa berlangsung sementara atau dalam jangka waktu lama. Jika terjadi dalam waktu yang cukup lama, Anda patut melakukan pengecekan untuk melihat permasalahan pada lampu tersebut.

Beberapa jenis permasalahan pada lampu dan solusi untuk mengatasinya akan dipaparkan di bawah ini.

Permasalahan pada lampu utama dan cara mengatasinya

1. Nyala lampu meredup

Cara mengatasinya:

  • Jika nyala bohlam kadang – kadang meredup kemudian terang kembali, bisa jadi permasalahan ada pada tombol kontaknya. Kemungkinan tombol kontak atau fitur bagian dalamnya terkikis. Kemudian saat Anda menekan tombolnya, Anda akan mendengan bunyi “krek” seperti ada sesuatu yang mengganjal. Jika hal ini terjadi, maka ganti dengan kontak yang baru.
  • Problem bisa terjadi pada sambungan listriknya, entah yang ada di tombol kontak, di kabelnya, di soketnya, maupun di junction box (kotak-hubung lampu). Untuk itu, Anda perlu meneliti alur aliran listriknya dan cek fitur – fitur yang ada dalam satu rangkaian. Kencangkan bagian – bagian yang terlihat mengendor. Dan jika perlu ganti beberapa fitur (kabel/soket) yang terputus atau rusak.

2. Lampu tidak mau menyala

Cara mengatasinya:

  • Pertama, cek bohlam lampunya. Jika sudah putus, terbakar, atau rusak, maka perlu diganti.
  • Jika bohlam lampu masih terlihat bagus, maka coba cek apakah bola lampu sudah terpasang dengan benar pada soketnya.
  • Teliti bagian shocket tab nya. Kadang – kadang kita mesti sedikit menaikkan atau menurunkan agar shocket tab terhubung dengan bohlam lampunya sehingga terjadi kontak.
  • Periksa kembali bagian tombol kontak dan lihat apakah ada kabel atau sambungan yang putus atau mengendor. Jika ada, maka perlu diperbaiki.
  • Periksa koneksi pada lampu dan pada breaker panelnya. Pastikan bagian – bagian tersebut terpasang dengan kencang dan menempati posisi yang tepat.

pencahayaan dirumah_2

Desain Interior Ruang Keluarga dengan General Lighting & Wall Lighting

Permasalahan pada recessed lighting / wall lighting dan cara mengatasinya

1. Lampu nyala dan mati dengan sendirinya

Cara mengatasinya:

  • Periksa ukuran bohlam yang terpasang pada soketnya. Pastikan agar besaran watt lampu tersebut tidak melebihi standar watt pada fixturenya. Maksimum watt untuk lampu agar biasanya tercantum pada soket atau fixturenya.
  • Tombol kontak biasanya akan berganti dari posisi “on” ke “off” jika temperatur lampu sudah terlalu panas dan berpotensi mengakibatkan bahaya. Sebab, lampu yang dinyalakan terlalu lama akan memancarkan hawa panas yang bisa memicu timbulnya api yang bisa membakar fitur – fitur lampu, kabel, bahkan bisa merembet ke bagian – bagian lainnya hingga menimbulkan kebakaran. Jika hal ini terjadi, maka hal ini bukanlah suatu permasalahan, melainkan sebuah mekanisme otomatis untuk menghindarkan agar panas lampu tidak merambet dan menimbulkan bahaya yang lebih besar.
  • Jika bohlam lampu sudah terpasang dengan baik pada soketnya dan suhunya masih tergolong normal, kemungkinan permasalahan ada pada tombol kontaknya. Maka, cek apakah ada bagian yang rusak atau tak terpasang dengan benar.
  • Pastikan ada sekat/isolasi antara lampu dan can light yang berfungsi untuk menyalurkan agar panas lampu tidak terperangkap dalam satu area sehingga bisa dilepaskan/disalurkan. Hal ini guna mengurangi akumulasi suhu lampu serta untuk menjaga agar lampu tidak terlalu panas.

Permasalahan pada lighting dengan built-in switches dan cara mengatasinya

1. Tombol kontak/switch tidak mau bekerja

Cara Mengatasinya:

  • Periksa koneksi dan kabel – kabel pada tombol switch nya dan pastikan koneksi – koneksi tersebut cukup kencang/tidak kendor. Jangan lupa cek tombol switch dan kabel – kabel di sekitarnya dengan ohm meter. Lihat apakah ohm meter menunjukkan perubahan angka. Jika tidak, maka kemungkinan tombol switch sudah rusak dan perlu diganti.
  • Cek kabel di sekitar soketnya. Jika ada yang kendor, terlepas, atau terbakar, maka perlu segera diganti.

Tips sebelum memperbaiki pencahayaan (lighting) dirumah:

  • Usahakan tangan dalam keadaan kering ketika menyentuh kabel atau fitur lampu
  • Gunakan sandal jepit, sehingga kaki tidak langsung menyentuh lantai
  • Matikan sambungan listrik ketika kita ingin mengutak atik bagian dalam soket / fixture

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment