Perbandingan Antara Pagar Besi dan Pagar Kayu

Rumah artistik dengan pagar kayu

Mengenal perbedaan pagar berbahan dasar kayu dan logam (besi) serta menilai kelebihan dan kekurangan masing-masing bahan untuk pagar rumah kita.

Tatkala berjalan-jalan di area perumahan, hampir dapat dipastian bahwa masing-masing rumah memiliki pagar. Pagar yang ada di depan rumah tersebut pun beragam, mulai dari yang berbahan kayu, tembok, dan besi. Ukurannya pun bermacam-macam, ada yang dibuat tak terlalu tinggi hingga bagian rumah masih tampak dari depan, namun ada yang sengaja memagari rumah dengan pagar yang kokoh dan tinggi hingga menutupi ke seluruhan bagian rumah, sehingga rumah tersebut tidak akan tampak dari luar bila pagar dalam keadaan tertutup. Tentunya, ketika membangun pagar dengan berbagai ukuran dan bahan tersebut, ada pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan sang pemiliki rumah.

Salah satu yang menjadi faktor utama adalah faktor keamanan. Pagar yang dibuat besar, tinggi, dan kokoh dianggap lebih dapat memproteksi rumah dari bahaya kriminal, binatang liar, atau orang asing yang ingin memasuki rumah kita.

Namun, efek negatifnya yakni kontak kita dengan para tetangga di sekitar rumah menjadi berkurang. Tetangga sekitar rumah akan sungkan untuk berinteraksi dengan kita apabila pagar rumah kita terlalu tinggi. Sebaliknya, pagar rumah yang didesain biasa dan tak terlalu tinggi menguntungkan kita dalam berinteraksi sosial dengan para tetatangga meskipun tingkat proteksinya cenderung lebih rendah.

Pagar yang tak terlalu tinggi cenderung akan lebih mudah untuk dibobol orang asing atau penjahat yang ingin memasuki rumah kita. Untuk itulah, dalam membangun pagar rumah, perlu dipertimbangkan seberapa besar ukuran pagar yang akan kita pilih. Selain itu, hal yang tak kalah pentingnya adalah menentukan jenis bahan pagar itu sendiri, apakah kita akan membuat pagar dari kayu atau dari bahan logam. Masing-masing bahan tersebut tentu ada keuntungan dan kekurangannya. Apa sajakah itu? Mana yang lebih baik, pagar kayu atau pagar berbahan logam?

Lantas, bahan apa yang terbaik untuk dipilih sebagai bahan pagar di rumah kita? Berikut ini keuntungan dan kelebihan pada masing-masing jenis pagar.

desain pagar kayu unik

Desain Pagar Berbahan Kayu untuk Rumah Tampak Lebih Cozy

1. Varian Pagar

Dari segi varian, baik kayu maupun logam sama-sama memiliki varian yang beragam yang dapat dijadikan bahan pembuat pagar. Untuk kayu, Anda bisa memilih jenis kayu cedar, cemara, kayu mahoni, kayu jati, atau bahkan bambu. Dari beberapa jenis di atas, maka bambu adalah bahan yang paling murah yang bisa kita aplikasikan sebagai pagar rumah kita.

Selain itu, pagar bambu juga memiliki tampilan khas pedesaan karena banyak rumah-rumah di pedesaan menggunakan bahan bambu sebagai pilihan pagar rumah mereka. Hanya saja, bambu ini relatif rapuh dan bila tidak dibuat sebaik mungkin, orang luar bisa dengan mudah merusaknya dan memasuki rumah Anda.

Sedangkan untuk pagar yang berbahan logam, maka logam-logam seperti alumunium dan besi adalah logam yang paling sering digunakan. Alumunium mungkin logam yang paling murah yang bisa digunakan sebagai bahan pembuat pagar. Sama seperti bambu, alumunium juga tak sebaik besi atau logam lain dalam hal proteksi rumah.

2. Perawatan Pagar

Bila lokasi rumah Anda berada di iklim yang kering dan hangat, maka pagar berbahan kayu adalah pilihan yang paling tepat. Dalam kondisi iklim seperti itu, pagar kayu akan lebih mudah dalam segi perawatan. Namun, untuk daerah dengan iklim yang lembab dan curah hujan tinggi, tentu pagar berbahan dasar kayu bukanlah pilihan yang terbaik. Kondisi iklim semcam itu akan membuat kayu mudah rapuh sehingga Anda harus mengeluarkan waktu dan biaya tambahan untuk perawatan berkala.

Untuk pagar berbahan logam, maka Anda bisa memilih besi. Namun, dalam lingkungan yang lembab dan curah hujan tinggi, pagar besi akan mudah berkarat. Untuk itu, Anda perlu melakukan perawatan berkala dengan melapisinya menggunakan cat anti karat.

desain pagar besi 9stainless)

Desain Pagar Rumah Modern berbahan Besi atau Stainless

3. Tampilan Pagar

Untuk memberi kesan tradisional atau klasik pada rumah Anda, maka pilihlah pagar kayu. Kayu dapat menguatkan kesan tradisional dalam rumah Anda karena tekstur alaminya yang khas. Untuk menonjolkan kesan alami ala pedesaan, maka Anda bisa menggunakan bambu. Namun, untuk memberikan tampilan rumah yang modern bergaya Eropa atau Mediterania, maka gunakan logam sebagai bahan untuk membuat pagar rumah Anda.

4. Problem Kerusakan

Ketika pagar kayu rumah Anda bermasalah, maka biasanya akan dengan mudah diatasi dan diperbaiki dengan peralatan rumah tangga biasa. Hal ini tentu berbeda dengan pagar berbahan logam. Pagar dengan bahan logam akan lebih sulit untuk diperbaiki dan biasanya akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperbaikinya. Peralatan yang digunakan untuk memperbaiki pagar ini pun biasanya bukan peralatan biasa yang mudah ditemui. Terkadang, kita juga membutuhkan teknisi atau tukang untuk memperbaikinya.

5. Keamanan dan Privasi

Dari tingkat kemanan, maka pagar besi biasanya lebih memberikan tingkat kemanan yang lebih tinggi karena bahannya yang lebih kuat. Namun dalam hal privasi, pagar besi biasanya dibuat berongga, sehingga memungkinkan bagian rumah masih dapat terlihat dari luar. Sehingga, tingkat privasinya cenderung kurang. Berbeda dari pagar besi, pagar kayu bisanya dibuat tanpa rongga, sehingga menciptakan kesan tertutup dengan tingkat privasi yang tinggi.

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

0 Comments

Leave a Comment