Paviliun, “Rumah” Kecil Nan Menguntungkan

paviliun_1

Tips dan saran bermanfaat dalam mendesain, menata, dan membangun pavilium agar bernilai investasi yang menguntungkan untuk disewakan / dijadikan kost– kostan.

Kita tentu sering mendengar istilah paviliun. Namun, beberapa orang kerap mengidentikan kata ini dengan salah satu area atau ruangan di rumah sakit. Memang kata paviliun lebih sering ditemui di rumah sakit, namun secara umum paviliun ini sebenarnya merupakan istilah untuk menyebut “rumah kecil” yang lokasinya bersanding dengan rumah atau bangunan utama pada rumah.

Paviliun ada yang didesain menempel pada bangunan utama, namun ada juga yang dibangun secara terpisah. Untuk paviliun yang menempel dengan bangunan rumah utama, biasanya akan ada akses atau koridor dari dalam rumah yang menuju ke paviliun. Sementara untuk paviliun yang didesain terpisah dari bangunan utama, biasanya dibangun walkways / jalan setapak yang menghubungkan rumah utama dengan paviliun.

Orang yang membangunan paviliun biasanya memiliki tujuan yang beragam. Ada yang ingin membangun paviliun ini untuk memisahkan antara area publik dengan area privat. Namun, ada juga orang yang membangun paviliun untuk tujuan investasi. Ya, paviliun bisa bernilai investasi dengan cara disewakan atau dibangun kamar – kamar untuk dijadikan kos – kosan. Tren menjadikan paviliun sebagai kos – kosan ini mulai banyak dilirik, terutama di kota besar seperti Jakarta.

Jika Anda juga saat ini tengah melirik bisnis kost – kostan di paviliun ini, tak ada salahnya mengoptimalkan desain paviliun Anda agar bisa memberikan keuntungan maksimal. Berikut ini beberapa tips dan saran dalam mendesain paviliun.

1. Desain paviliun = desain rumah

Perlu diingat, paviliun sebenarnya sama dengan rumah biasa. Untuk itu, desain paviliun setidaknya mencakup ruang – ruang fungsional yang ada di rumah, seperti kamar tidur dan kamar mandi. Namun, jika Anda bermaksud untuk menyewakannya, ada baiknya Anda menambahkan ruang tamu/ruang serba guna yang bisa digunakan untuk berkumpul. Anda bisa menempatkan satu TV di sini yang bisa dinikmati semua penghuni paviliun. Anda juga bisa menambahkan dapur atau pantry, sehingga orang – orang yang kos di sana tak perlu menumpang di dapur Anda jika ingin memasak.

2. Buatlah paviliun bertingkat

Meski identik dengan kesan “mungil”, namun Anda tetap bisa melakukan eksperimen pada paviliun guna memaksimalkan potensinya untuk disewakan sebagai kos – kosan. Salah satu caranya dengan membuatnya bertingkat. Dengan demikian, akan ada lebih banyak kamar – kamar untuk disewakan ketimbang paviliun yang hanya satu singkat saja.

paviliun_2 lantai

Desain Paviliun bertingkat dengan desain yang Kompak

3. Desain paviliun yang kompak

Agar pemanfaatan ruang – ruang di pavilion lebih maksimal, buatlah agar desain pavilion cukup kompak, minimalis, dan dengan furnitur yang minimalis pula. Hindari pula penerapan penghalang atau sekat – sekat dalam jumlah banyak.

4. Perhatikan sirkulasi udara

Hal lain yang tak kalah penting dalam mendesain dan membangun paviliun adalah sirkulasi udara. Dengan luasnya yang terbatas, pastikan ada area atau jalan yang cukup luas untuk mobilisasi orang – orang yang ada di dalamnya. Perhatikan pula ketersediaan ventilasi udara. Hal ini untuk mencegah agar paviliun tidak terlalu pengap. Selain itu, usahakan agar jumlah orang yang tinggal di sini dibatasi. Hal ini demi menjaga kenyamanan agar paviliun yang sempit tidak terkesan semakin sesak.

5. Beri akses menuju ke rumah utama

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, paviliun ada yang didesain menempel dengan rumah utama dan ada juga yang didesain secara terpisah. Untuk paviliun yang menempel, beri akses dari dan menuju paviliun dengan membangun koridor dari dalam yang menghubungkan kedua bangunan. Sementara untuk paviliun yang terpisah, pastikan ada walkways atau jalan yang menghubungkan antara bangunan rumah dengan paviliun. Hal ini demi menjaga agar penghuni paviliun tidak merasa terasing. Jangan lupa untuk memberikan pencahayaan yang cukup di sepanjang jalan penghubung tersebut.

6. Pasang pencahayaan secukupnya

Karena posisinya yang terpisah dan berada agak ke belakang, kita perlu memberikan pencahayaan yang cukup agar area paviliun ini tidak terkesan seram, terutama di malam hari. Beri penerangan yang optimal dengan memanfaatkan lampu – lampu utama pada plafon. Jangan gunakan lampu – lampu yang berwarna kuning dengan cahaya yang temaram. Sebaliknya, beri kesan terang dan cerah di area ini dengan memberi banyak lampu.

7. Pastikan masih ada halaman yang cukup luas di sekitar paviliun

Paviliun biasanya dibangun ketika ada lahan kosong yang cukup luas di sekitar rumah kita. Pemanfaatan lahan atau halaman yang digunakan untuk membangun paviliun sebaiknya tetap mempertimbangkan ketersediaan lahan. Jangan sampai setelah membangun paviliun, halaman rumah menjadi penuh dan sesak. Untuk itu, sebelum memulai pembangunan paviliun, pastikan agar pembangunan paviliun ini tidak menyita habis lahan di luar rumah Anda. Sisakan sedikit lahan yang bisa disulap untuk taman belakang. Lahan ini juga bisa digunakan untuk tempat menjemur pakaian bagi penghuni kos.

Setelah mengaplikasikan beberapa tips di atas, niscaya desain paviliun akan lebih optimal tanpa mengurangi atau menghilangkan aspek kenyamanannya. Dengan demikian, paviliun Anda memiliki nilai jual untuk dijadikan kos – kosan dan calon penghuni kos pun akan tertarik untuk tinggal di dalamnya.

(image source: Paviliun d’Paragon Yogyakarta, umah d’Jimbaran Bali)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment