Parket, Material Finishing Penutup Lantai

Melanjutkan artikel minggu lalu tentang berbagai jenis alternatif material yang dapat digunakan untuk menutup lantai, maka pada kesempatan kali ini saya akan merangkum mengenai salah satu material yang mulai banyak dipilih sebagai lapisan finishing untuk menutup lantai, material tersebut adalah parket (parquet).

Diantara banyaknya pilihan material yang dapat digunakan sebagai material finishing penutup lantai (seperti: lantai kayu keras, keramik, marmer, granit, vinyl, linoleum, dsb), parket atau parquet cukup mendapat atensi dari para pemilik rumah untuk dijadikan sebagai material finishing lantai dirumah-rumah mereka. Keputusan untuk menggunakan parket (parquet) sebagai material finishing penutup lantai tentunya didasarkan pada kelebihan-kelebihan material tersebut, mari cari tau apa saja kelebihan material parket dan apa manfaat yang bisa diambil darinya?

Parket (parquet), biasanya terbuat dari material kayu solid/kayu keras dan bisa juga terbuat dari kayu press (particle board atau MDF). Nilai estetika yang ditimbulkan apabila lantai menggunakan parket (parquet) membuatnya banyak digunakan, namun penggunaannya terbatas pada ruang-ruang bagian dalam rumah saja, seperti kamar tidur, ruang keluarga, ruang tamu, dan dapur kering. Parket (parquet) kurang cocok bila akan diaplikasikan diruang luar (outdoor), hal ini disebabkan oleh kondisi luar yang sering berubah, kondisi yang lebih basah dan berlembab membuat parket (parquet) kurang ideal untuk digunakan pada area outdoor atau semi outdoor.

Jika anda ingin mendapatkan kesan artistik dan hangat dari material kayu pada bidang lantai anda, pada ruang semi outdoor dan outdoor atau daerah yang lebih lembab dan basah, anda harus memakai material penutup lantai kayu yang berasal dari kayu keras (kayu solid). Lantai parket (parquet) khususnya yang berbahan sintetis atau kayu press (particle board/MDF) berbeda dengan lantai kayu yang terbuat dari papan kayu yang keras. Kayu keras (kayu solid) pastinya lebih kuat dan tahan terhadap air dan udara lembab dibandingkan parket (parquet) yang terbuat dari kayu press yang diserut dan dipadatkan membentuk lapisan kayu dengan ketebalan sekitar 10 mm.

Material kayu untuk parket (parquet) di Indonesia, umumnya berjenis kayu jati, kayu merbau, kayu kelapa, kayu sungkai, kayu sonokeling, kayu bengkirai dan kayu ulin yang dipilih dan digunakan oleh para arsitek yang merencanakan dan mendesain rumah anda. Yang terakhir ini terbilang mahal dan agak sulit dicari baik oleh jasa desain interior rumah ataupun jasa arsitek. Keunggulan lainnya dari parket (parquet) adalah kenyamanannya. Warna serat kayu dari lantai parket (parquet) juga akan memunculkan kesan hangat, terlebih bila dikombinasikan dengan lighting effect didalam ruangan, kesan hangat yang timbul akan makin dramatis

Lantai kayu parket (parquet) juga aman untuk anak-anak dan para manula, karena lantai parket (parquet) ini lebih empuk dibanding lantai keramik atau lantai type hard flooring lainnya, sehingga apabila anda dan anggota keluarga terjatuh tidak akan mengakibatkan cedera yang parah. Penggunaan lantai parket (parquet) juga baik untuk kesehatan, karena apabila anda dan keluarga sedang tidur–tiduran diatas lantai kayu parket (parquet) tidak menyebabkan rheumatik atau nyeri pada tulang punggung.

Dalam perawatannya pun tidak seperti yang dikhawatirkan oleh banyak orang, lantai parket (parquet) cukup mudah untuk dirawat dan dibersihkan. Untuk pilihan motif, tekstur, dan warna lantai parket makin beragam. Ada yang bernuansa coklat tua, coklat muda, krem, dsb.

Material lantai parket (parquet) biasanya dilapisi dengan lapisan pelindung yang kuat, pembersihan dan perawatan lantai parket (parquet) sama mudahnya dengan lantai keramik. Jika tergores, lantai kayu dari parket (parquet) cukup mudah untuk diperbaiki. Kalau goresannya ringan, perbaikannya hanya dengan pengamplasan dan merefinish ulang hanya di bagian yang rusak saja, refinishing ulang biasanya dengan pelitur atau vernish. Kalau goresannya terlalu dalam atau terkena noda yang sulit dihilangkan, maka kepingan lantai parket (parquet) yang cacat atau rusak tersebut bisa langsung diganti dengan kepingan parket yang baru.

Material Lantai Paket (Parquet) Dari Kayu Solid

Hal lain yang harus diperhatikan dalam perawatan lantai parket (parquet) adalah bagaimana menjaga keawetannya, cara yang bisa diterapkan agar lantai parket (parquet) bisa lebih awet adalah dengan hindari penggunaan air secara berlebihan saat membersihkan lantai parket. Jangan sampai air merembes ke dalam pori-pori parket karena akan membuatnya mengelupas. Ada juga yang memanfaatkan perasaan air lemon atau belimbing wuluh untuk membersihkan noda membandel dan membuat lantai parket (parquet)  lebih berkilau.

Untuk daerah tropis, lantai parket (parquet) memang membutuhkan perawatan ekstra karena warna kayu bisa pudar akibat sinar matahari. Untuk menjaga agar penampilan lantai parket tetap menarik, sebaiknya anda sering-sering menukar letak perabot didalam ruangan yang menggunakan parket. Anda juga bisa melakukan steam setiap 6 bulan sekali. Proses steam ini berfungsi untuk memelihara warna dan kebersihan lantai parket dirumah anda.

Menghitung Kebutuhan Parket (Parquet)

Cara menghitung kebutuhan lantai parket (parquet) sebenarnya cukup mudah, apalagi jika kita menghitungnya berdasarkan kebutuhan parket per ruang. Bentuk kepingan-kepingan parket (parkquet) yang persegi panjang lebih memudahkan kita dalam menghitung kebutuhannya. Yang sulit, jika kita menghitung kebutuhan parket untuk ruangan yang bentuknya miring atau asimetris. Berikut ini adalah cara menghitung kebutuhan lantai parket (parquet) pada bidang segi empat.

Misalnya ukuran ruangan adalah: 3,00 m x 4,00 m. Parket (parquet) yang digunakan 1 boks mampu menutupi 3,24 m2.

Luas ruang = 3,00 m x 4,00 m = 12,00 m2.
Isi 1 boks dapat menutupi bidang lantai seluas: 3,24 m2

Kebutuhan parket = Luas ruangan / Luas bidang lantai yang ditutupi oleh parket 1 box
= 12,00 m2 / 3,24 m2
= 3,70 box.
= Dibulatkan menjadi 4 box.

Pembulatan keatas dimaksudkan untuk berjaga-jaga agar tidak terjadi kekurangan material parket akibat adanya pemotongan, sehingga anda tidak perlu lagi mondar mandir untuk membelinya.

Jumlah parket (parquet) yang dibutuhkan untuk menutupi ruangan tersebut adalam 4 box.
Jika harga parket (parquet) per box = 100.000, maka biaya untuk 4 box parket = 100.000 x 4 box = 400.000.
Biaya pemasangan parket type engineered parquet flooring = 25.000 per m2
Biaya Total = 400.000 + (25.000 x 12,00 m2) = 700.000

Memiliki interior yang indah dan nyaman adalah impian hampir semua orang. Lantai parket (parquet) adalah pilihan yang tepat untuk memperindah lantai dan interior rumah anda. Pilihlah lantai parket (parquet) dengan motif yang paling anda sukai, sesuaikan antara bahan dan kualitas sesuai dengan kebutuhan dan budget Anda. Selamat mempercantk interior rumah anda dengan lantai kayu dari parket (parquet)..

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

4 Comments

  1. syahab

    lantai parquet memang membuat rumah terlihat lebih alami dan terkesan hangat juga.

    Tetapi paquet terbaik menurut saya adalah yang kepingan-kepingannya terbuat dari kayu solid. Parquet dari kayu solid ini jelas lebih kuat, lebih natural, meskipun lebih mahal juga harganya. Harga tidak akan pernah berbohong :)

    salam hormat,

    syahab

    • @Syahab,

      I’m totally agree with your late sentences. Harga emang ngga bisa berbohong..

      regards,

      Aria

  2. Hasta

    Mau tanya saya akan memasang parket untuk tangga. Lebih baik pasang parket dahulu atau handle tangga dahulu. Mohon advisenya

    • @Hasta,

      Mungkin lebih baik handle tangga dulu.

      regards,

      Aria

Leave a Comment