Mix and Match Pattern, Bermain dengan Pola Sebagai Aksen Furnitur dan Interior

pola furniture_1

Tips dan trik menghadirkan pola dan motif sebagai aksen pada furnitur dan interior ruangan.

Memasukkan unsur – unsur warna tertentu pada sebuah ruangan diyakini dapat menimbulkan efek tersendiri pada orang – orang yang berada di ruangan tersebut. Di samping warna, pattern atau pola – pola tertentu pada ruangan juga bisa menciptakan efek khusus pada ruangan. Dengan memasukan pola – pola tertentu dan menggabungkannya, diyakini mampu menciptakan nuansa ruangan yang lebih hidup. Pola – pola tertentu juga mampu membuat ruangan nampak terkesan dinamis, kreatif, dan lebih bergairah, sehingga cocok sebagai tempat melakukan kegiatan produktif.

Namun dalam mengaplikasikan dan menggabungkan pola, ternyata ada semacam “peraturan” yang tak kasat mata, namun wajib diperhatikan jika kita ingin mendapatkan kombinasi pola yang apik, tanpa terkesan berlebihan dan norak. Sebab, jika salah dalam menerapkan dua atau lebih pola sekaligus dalam satu ruangan, bisa membuat ruangan nampak terlalu penuh, berlebihan, dan akhirnya terkesan berantakan. Lalu, bagaimana memilih dan menggabungkan pola – pola agar terlihat lebih harmonis? Bagaimana menerapkan pola yang tepat di tempat yang tepat? Berikut ini beberapa tips dan trik dalam menghadirkan pola – pola tertentu pada furnitur atau pada interior sebagai aksen ruangan.

1. Pilih salah satu sisi dinding sebagai back drop

Sebelum Anda bermain – main dengan motif, pastikan Anda menentukan satu sisi ruangan yang berfungsi sebagai back drop. Untuk back dropnya, pilih satu jenis warna yang cenderung netral dan tidak terlihat kontras dengan moif – motif yang ingin kita hadirkan. Misal, terapkan warna putih pada dinding yang akan dijadikan back drop, kemudian lengkapi dengan ornamen – ornamen bermotif seperti tirai, draperi, rak, atau hiasan dinding dengan pola dan motif yang Anda sukai.

Untuk furnitur terlebih yang berukuran cukup besar seperti lemari, sofa atau meja, pertahankan tetap polos dan tanpa motif. Namun, pilih warna – warna yang tepat yang bisa berkomplemen motif dan warna motif yang diinginkan. Usahakan warna furnitur sama dengan corak warna (hue) pada motif yang ingin dihadirkan.

2. Menggabungkan 2 pola atau lebih membutuhkan seni dan kreatifitas

Memilih 2 pola sekaligus dan menghadirkannya sekaligus dalam satu ruangan membutuhkan sedikit ketelitian dan sentuhan seni. Ketika menggabungkan pola – pola tersebut, bukan berarti pola- pola tersebut harus terlihat matching satu sama lain, namun usahakan agar kedua pola tersebut bisa saling menyesuaikan satu sama lain. Atau, buat agar kedua pola yang berbeda ini memiliki satu karakter yang menjadikannya sama. Misalnya, 2 pola yang berbeda namun memiliki saturasi warna yang sama bisa membuat kedua motif ini nampak komplemen.

Sebagai contoh, Anda bisa menghadirkan dua atau lebih pola pada tirai dengan draperi. Kombinasikan tirai yang tipis dan draperi yang lebih tebal dan menjuntai dengan pola yang berbeda. Namun, usahakan agar saturasi dan corak warna keduanya cukup seragam, sehingga antara tirai dan draperi tampak berkomplemen.

3. Variasikan ukuran pola dan motif yang Anda hadirkan pada ruangan

Ukuran motif yang bervariasi dimaksudkan agar masing – masing pola tidak nampak bersaing dengan pola yang lain, terutama jika ukuran polanya hampir sama. Kombinasikan pola – pola berukuran besar dan rumit dengan pola atau motif yang lebih kecil dan sederhana. Pastikan dalam satu ruangan Anda menghadirkan pola – pola berukuran besar, medium, dan kecil. Anda juga bisa menampilkan elemen yang polos tanpa pola atau motif apapun untuk mengimbangi suasana ruangan agar tak terkesan terlalu ramai.

pola furniture_2

Pola Pada Backdrop Tempat Tidur Bergaya Canopy Bed

4. Gunakan pola yang lebar pada furnitur yang berukuran besar

Untuk furnitur atau elemen yang besar, usahakan pilih motif yang lebar dan tidak terlalu rapat. Sebab, motif kecil – kecil pada benda yang berukuran besar justru membuat ruangan nampak terlalu ramai dan terkesan semrawut. Sementara untuk elemen – elemen berukuran kecil, seperti guci, vas, bantal sofa, tempat tisue, atau gelas kaca hiasan, Anda bisa bebas mengeksploitasi motif apapun. Disarankan pada benda – benda tersebut, pilih motif – motif yang lebih ramai dan cenderung etnik. Hal ini bisa menjadi aksen yang unik pada ruangan.

5. Ingin nuansa ruangan lebih hidup? Hadirkan SEMUA warna pada motif – motifnya

Untuk ruangan tertentu pada rumah, misal ruang keluarga atau ruang bermain anak, kadang kita perlu membuatnya lebih terkesan menarik dan bergairah. Hal ini bisa diwujudkan dengan menghadirkan SEMUA warna yang kita tahu ke dalam kombinasi pola dan motif yang diterapkan pada sudut ruangan. Namun, berhati – hatilah dalam mengkombinasikan antara warna yang beragam dan motif yang bermacam – macam. Jika motif berukuran besar – besar dan lebar, pilih warna yang cederung netral atau sedikit gelap. Sedangkan untuk motif atau pola kecil – kecil, Anda bisa mengeksplorasi penggunaan warna – warna yang cerah.

6. Buat agar kombinasi pola terlihat solid

Hadirkan pola dan motif ini dalam satu kesatuan yang solid dan menjadi satu dalam satu kumpulan, bukan terkesan terpisah – pisah dalam sudut – sudut yang berbeda. Terlalu banyak motif – motif kecil yang keberadaannya saling berjauhan malah justru membuat ruangan nampak janggal.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment