Mix and Match Desain Furnitur dan Perpaduan Beberapa Tipe Furnitur

desain interior dan furniture_1

Tips dalam mengkombinasikan beberapa gaya desain furnitur dengan cara mix and match agar penataan furnitur lebih variatif.

Furnitur menjadi bagian yang tak terpisahkan pada sebuah ruang. Bisa dibilang, furnitur merupakan elemen yang fungsional yang mengisi kekosongan dalam ruangan. Furnitur juga bisa berperan sebagai penunjang desain interior, asalkan desain furnitur yang kita pilih mampu berkomplemen dengan interior ruangan.

Dalam memilih desain furnitur, kadang kita mesti merujuk pada konsep atau tema desain interior ruangan, kemudian furnitur dihadirkan sebagai pelengkapnya. Kita cenderung memilih seperangkat furnitur yang setipe atau memiliki desain yang sama. Padahal, kita toh bisa mengkombinasikan lebih dari satu gaya desain furnitur, tergantung keahlian kita dalam mix and match. Hal ini penting dilakukan untuk membuat tampilan furnitur lebih variatif dan tidak monoton.

1. Kombinasikan beberapa jenis furnitur yang memiliki kesamaan tema / karakter

Dalam melakukan mix and match furnitur, Anda bisa menggabungkan beberapa furnitur kontemporer, klasik, atau etnik sekaligus, asalkan benda – benda tersebut memiliki satu kesamaan dalam hal karakter. Sehingga, penggabungan furnitur – furnitur yang tergolong berbeda tersebut bisa membentu satu tema baru. Misalnya, furnitur art nouveau memiliki karakter desain yang merepresentasikan alam.

Desain furnitur ini akan berkomplemen dengan baik dengan furnitur – furnitur oriental, yang mayoritas terbuat dari kayu, anyaman bambu, atau akar pohon. Anda bisa mengkombinasikan meja kopi art deco bersebelahan dengan kabinet bergaya oriental. Beri sentuhan alam dengan meletakkan lukisan burung atau alam pedesaan dalam ruangan tersebut.

2. Pilih satu furnitur yang bisa menjadi fokal poin

Keberadaan furnitur yang bisa berfungsi sebagai fokal poin dalam ruangan mutlak diperlukan. Furnitur ini sekaligus menjadi penyeimbang dari furnitur lainnya. Anda bisa memilih karya seni, semisal guci, kabinet antik, jam tua yang antik, atau sebuah couch dengan warna dan ukuran yang cukup menonjol.

3. Tempatkan furnitur – furnitur yang berbeda, namun memiliki ukuran dan proporsi yang sama besar

Pada sebuah ruangan dengan ukuran normal, mengkombinasikan furnitur dengan berbagai macam bentuk namun dengan ukuran dan proporsi yang sama bisa menciptakan kesan terpadu dan menyatu dalam ruangan. Kombinasi antara meja dan kursi dengan karakter dan tipe desain yang berbeda, yang dipadukan dengan squat lamp mampu memberikan kesan humble dan menyatu.

Sementara untuk ruangan yang cenderung luas, dengan langit – langit yang cukup tinggi, maka tempatkan berbagai macam furnitur yang berukuran tinggi pula. Anda perlu menghadirkan kursi yang tinggi, ramping, meja – meja dengan kaki yang cukup tinggi dan ramping, towering floor lamp, kabinet dan lemari yang tinggi, sehingga mampu mengisi space atau dimensi vertikal pada ruangan tersebut.

4. Memadukan furnitur yang memiliki kesamaan warna dan bahan

Anda bisa menyatukan furnitur – furnitur yang berbeda dan melakukan mix and match agar terlihat berpadu dengan cara memilih furnitur yang memiliki warna yang sama, motif yang selaras, ukiran yang sejenis, atau bahkan berasal dari material yang sama, seperti material kayu atau plastik. Jika Anda memilih furnitur – furnitur plastik, maka desain yang diterapkan biasanya cenderung desain – desain modern yang minimalis, tanpa ukiran, dan lebih banyak mengelaborasi garis dan pola lengkungan.

Anda bisa mensiasatinya dengan memilih furnitur plastik dengan varian warna yang cerah dan berbeda – beda. Pilih warna dinding putih sebagai back drop yang netral, dan minimalkan penggunaan aksesoris ruangan karena warna – warni yang berasal dari furnitur tersebut sudah cukup membuat ruangan nampak lebih hidup.

5. Lapisi furnitur dengan upholstery yang senada

Cara ini hampir sama dengan cara di atas, namun kali ini upholstery digunakan sebagai elemen yang menyatukan semua unsur – unsur dan furnitur dalam ruangan tersebut. Anda bisa memilih upholstery sofa yang senada dengan upholstery kabinet, taplak meja, throw, tirai, karpet, dsb.

desain interior dan furniture_2

Desain Interior dan Perpaduan Furniture

6. Kombinasikan furnitur old dan new

Anda bisa mendapatkan gaya desain klasik sekaligus modern dalam satu ruangan dengan cara menghadirkan hal – hal yang bersifat old, misalnya furnitur bergaya desain klasik, gotik, Tudor, atau furnitur etnik nan antik seperti meja antik, lemari berukiran yang khas unsur etnik, atau sebuah kursi tua dengan furnitur – furnitur dengan desain yang lebih baru, misalnya sofa dengan desain minimalis. Hasilnya mungkin akan terlihat agak kaku, namun Anda bisa mengkombinasikannya dengan mencari unsur yang sama dari masing – masing furnitur, misalnya kesamaan warna upholstery atau kesamaan material.

7. Susun furnitur – furnitur Anda beserta dekorasi dan aksesoris lain dalam pola tertentu

Mengatur dan menyusun furnitur beserta dekorasi dan aksesoris lain dalam pola atau alur tertentu bisa menyajikan keunikan tersendiri. Anda bisa mengatur pola sirkuler, pola persegi, atau pola penataan furnitur lain sesuai dengan selera Anda. Namun, Anda patut memperhatikan bentuk, ukuran, dan komposisi masing – masing elemen agar penataan furnitur lebih harmonis dan saling berkomplemen.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment