Mewujudkan Taman Impian ala Tradisional Jepang

desain taman tradisional jepang_1

Berbagai macam elemen dan ornamen klasik yang dibutuhkan dalam mewujudkan taman tradisional ala Jepang.

Jepang terkenal akan negara yang tetap mempertahankan unsur seni dan tradisionalitasnya, meski negara ini telah mengalami kemajuan pesat dibidang ekonomi dan teknologi. Salah satu bentuk keindahan seni Jepang bisa dilihat pada seni pertamanan negeri sakura ini. Meski sudah ada sejak berabad – abad, tepatnya 1000 tahun yang lalu, seni pertamanan ini hingga kini masih menjadi salah satu seni yang dijunjung tinggi. Seni pembuatan taman ini lebih dikenal dengan istilah nihon teien.

Taman tradisional ala Jepang berusaha menggabungkan unsur – unsur alami seperti air, tanah, batuan, dan tanaman. Taman ini juga biasanya memiliki ciri khas yakni fitur – fitur yang fleksibel serta border/tepian taman yang lebih sering dibuat dari tumbuhan – tumbuhan ketimbang dari material buatan seperti pagar atau dinding. Hal ini guna menciptakan sebuah taman layaknya miniatur lanskap outdoor yang asli. Juga, pada taman tradisional Jepang, terlihat adanya harmonisasi yang luar biasa antara unsur alam dengan unsur – unsur buatan manusia.

Jenis – jenis taman tradisional ala Jepang

Secara umum, ada 3 jenis desain lanskap dan taman tradisional ala Jepang. 3 jenis taman itu yakni Karesansui yang lebih dikenal sebagai dry gardens, Tsukiyama yakni sebuah taman yang dibentuk menyerupai kontur tanah perbukitan (hill gardens) dan Chaniwa yang merupakan taman/kebuh teh (tea gardens).

Jika Anda tergolong salah satu pecinta taman, tak ada salahnya memasukkan unsur – unsur taman ala Jepang ke dalam taman di rumah Anda. Namun dalam mengaplikasikan taman tradisional Jepang, sebaiknya pilih konsep klasik agar nuansa Jepangnya lebih terasa. Di bawah ini beberapa elemen dan ornamen yang sering dihadirkan pada taman tradisional Jepang.

1. Lentera dari batuan (Stone Lanterns)

Lentera merupakan sebuah tempat yang didalamnya terdapat sebuah lampu, lilin atau sumber cahaya, sehingga lentera ini tampak menyala dengan apik di malam hari. Lentera semacam ini pun bisa ditemui di taman tradisional ala Jepang. Bedanya, lentera ini terbuat dari batuan dan dibuat menyerupai arca, yang disebut ishidoro. Lentera ini telah ada sejak abad ke 6. Biasanya, lentera ini diletakkan di dekat kolam, air terjun mini, atau sudut – sudut lain yang memanfaatkan fitur air.

Ada 3 jenis lentera batu yang tergolong klasik dan bisa Anda terapkan pada taman tradisional Jepang. Jenis pertama adalah Taima-ji, yang merupakan salah satu jenis lentera tertua dengan ukuran yang cukup besar, bisa mencapai 2 meter tingginya. Ada juga Korean temple lights yang cenderung lebih pendek dan besar, dan yang terakhir adalah tipe lentera creative style yang biasanya custom-made yang bisa Anda kreasikan sesuka hati dengan variasi desain dan ukuran.

2. Kolam

Fitur air cukup penting untuk dihadirkan pada sebuah taman, termasuk pada taman tradisional ala Jepang. Namun, sebaiknya buat agar air yang ada didalamnya mengalir, dan bukan air yang hanya diam dan harus diganti berkali – kali. Namun, dengan memiliki kolam yang airnya mengalir, tentu Anda harus melakukan perawatan berkala, terutama pada pompa yang menggerakkan aliran air tersebut.

Jika Anda merasa hal ini cukup menyulitkan, Anda bisa membuat dry pond, yakni kolam yang diisi dengan kerikil atau batuan, dan bukan air. Hal ini cukup lumrah ditemui di taman – taman ala Jepang. Namun, batuan yang dipilih bukan batuan biasa, melainkan batuan atau kerikil dengan permukaan yang halus dan cerah.

desain taman tradisional jepang_2

Desain Taman dan Berbagai Jenis Tanaman Khas ala Jepang

3. Tanaman – tanaman khas

Pada taman ala tradisional Jepang, jenis tanaman yang dipilih cenderung seragam, yakni yang berwarna hijau, seperti bambu atau cemara. Namun, Anda bisa juga menambahkan jenis tanaman lain yang bisa memberi sedikit warna yang berbeda, seperti tanaman aster, mawar, atau lili. Biasanya, jenis tanaman yang berwarna – warna ini diletakkan di tengah – tengah tanaman lain yang berwarna hijau.

Sementara untuk jenis pohon dengan bunga yang indah seperti magnolia, pohon cherry, dan pohon maple, biasanya diletakkan di tengah – tengah dan menjadi titik fokal dari taman ini. Pohon – pohon ini akan terlihat semakin indah ketika musim semi, di mana bunga – bungannya akan bermekaran.

4. Tea House

Kita semua tentu tahu bahwa orang Jepang sangat gemar mengkonsumsi teh. Mereka biasa mengkonsumsinya di area khusus yang cenderung privat, mungil, dengan atmosfer yang dekat dengan alam. Untuk itu, mereka kerap membuat Tea house, yang lokasinya tak jauh dari taman. Tea house ini juga menjadi tempat untuk menggelar acara minum teh atau sado, yang telah melekat pada budaya Jepang. Untuk itu, tatkala mewujudkan taman ala Jepang, jangan lupa untuk memasukkan keberadaan Tea House ini.

Jenis taman Chaniwa garden disebut – sebut sebagai jenis taman yang paling pas untuk disandingkan dengan Tea house. Sebab, taman ini cukup sederhana tanpa banyak ornamen, namun di sinilah letak nilai estetisnya. Karakter taman ini disebut – sebut paling pas sebagai lokasi upacara minum teh.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

0 Comments

Leave a Comment