Merenovasi Dapur? Mulailah dari Ubinnya

ubin lantai dapur_1

Cara memilih dan memasang ubin untuk dapur dengan mempertimbangkan material dan tekstur yang tepat.

Dapur merupakan salah satu area di mana kita bisa menemukan beragam jenis ubin (tiles) dalam satu ruangan dengan penggunaan yang berbeda – beda. Keberadaan ubin – ubin ini tak hanya untuk menunjang aktifitas kita di dapur, tapi juga mampu mempercantik tampilan dapur yang kerap diabaikan. Dengan adanya ubin – ubin yang memiliki motif, bentuk, material, dan warna yang bervariasi ini, diharapkan kita bisa menghasilkan tampilan dapur yang estetik dan membuat kita betah dan nyaman beraktifitas di dalamnya.

Jika tampilan dapur Anda sudah kusam dan ingin diperbaiki dengan cara melakukan beberapa renovasi, salah satu yang mesti diperhatikan adalah pemilihan ubinnya. Jika sebelumnya kita pernah membahas mengenai beragam tipe ubin serta tips dalam memilih dan memasangnya, kali ini kita akan berfokus pada pemilihan dan pemasangan ubin khusus pada area dapur.

Apa yang perlu diperhatikan pertama kali?

Dalam memilih ubin untuk dapur, sebaiknya bedakan antara ubin untuk dinding / backsplash dengan ubin untuk lantai. Ubin dengan permukaan glossy mungkin akan cocok untuk diinstal di dinding, namun ubin jenis ini tidak cocok digunakan pada lantai, sebab permukaannya bisa membuat kita tidak nyaman berjalan di lantai. Ubin yang digunakan di lantai haruslah terasa nyaman di kaki. Untuk lebih jelasnya, simak beberapa hal di bawah ini yang mesti diperhatikan tatkala memilih dan memasang ubin untuk dapur.

1. Tentukan di mana ubin akan dipasang

Sebelum memilih material ubin yang pas, tentukan area di mana ubin ini akan dipasang. Ubin di dapur ini memiliki fungsi yang bervariasi dan kerap dipasang di beberapa sudut yang berbeda, misal sebagai backsplash, untuk dinding, untuk lantai, untuk meja konter, hingga kitchen sink.

2. Kenali kembali pengertian ‘ubin’ (tiles) yang sejatinya

Kebanyakan orang hanya mengenal ubin sebagai bahan bangunan yang terbuat dari keramik, porselain, atau marmer. Padahal, ubin atau tiles ini merujuk pada material yang fleksibel dan meskipun terkena kotoran, permukaan ubin relatif lebih mudah dibersihkan dengan sekali usap. Selain itu, ubin ini juga dipasang secara berjajar membuntuk barisan. Dengan melihat pengertian ubin yang sebenarnya, tentu material ubin ini tak hanya berupa keramik, porselain, atau marmer saja, tapi juga batu – batuan, bambu, vinyl, hingga kaca.

Meski begitu, tak semua bahan tersebut cocok diterapkan di semua tempat. Jika ubin porselain dan keramik bisa ditempatkan di mana saja (sebagai lantai, backsplash, meja konter, kitchen sink, dll), maka ubin berbahan kaca hanya bisa difungsikan sebagai backsplash. Sementara ubin kayu lebih umum digunakan pada lantai saja.

ubin lantai dapur_2

Desain Interior Dapur – Ubin dan Kitchen Cabinet

3. Tentukan besarnya budget yang ingin dialokasikan untuk ubin

Mengingat renovasi dapur bisa memakan waktu dan biaya sedikit, ada baiknya Anda membuat pos – pos anggaran untuk elemen – elemen tertentu. Untuk ubin misalnya, alokasikan berapa dana yang ingin Anda sisihkan untuk membeli ubin. Sebab, ubin hadir dengan harga yang bervariasi, mulai dari ubin dengan harga yang terjangkau seperti ubin vinyl dan linolium, hingga ubin yang termahal, yakni yang dibuat khusus atau custom designed.

Jika Anda belum bisa memperkirakannya, Anda bisa bertanya pada konsultan desain dan renovasi, atau ke toko bangunan di mana Anda akan membeli bahan – bahan bangunan.

4. Pilih ubin sesuai kebutuhan

Meski ubin bisa menjadi salah satu unsur dekoratif dalam dapur, namun Anda harus mengutamakan fungsinya terlebih dahulu yang disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk countertops, ubin berbahan keramik adalah pilihan yang paling tepat, karena cukup tahan terhadap paparan panas yang terjadi ketika kita meletakkan panci yang masih panas ke permukaan ubin ini.

Selain itu, permukaannya juga relatif mudah dibersihkan. Namun, kadang permukaan keramik ini tidak rata dan menyebabkan keretakan. Ujung dari retakan ini cukup tajam dan bisa melukai permukaan kulit jika kita tidak hati – hati.

5. Bedakan antara ubin untuk lantai dengan ubin untuk dinding

Dalam memilih ubin untuk dinding, sebaiknya pilih ubin dengan material yang cukup kuat dan tak mudah retak sehingga mampu menopang aktifitas di lantai. Terlebih, dapur merupakan area dengan tingkat lalu lalang yang cukup tinggi. Selain itu, di dapur kita biasa menemukan barang – barang berukuran besar, misalnya kulkas, meja konter, hingga meja makan, tak ayal, ubin harus bisa menopang keberadaan benda – benda tersebut.

Selain itu, jangan gunakan ubin untuk dinding sebagai ubin untuk lantai. Sebab, ubin pada dinding memiliki nilai COF (the coefficient of friction) yang sangat rendah. Artinya, ubin ini sangat licin dan bisa menyebabkan terpeleset jika digunakan untuk lantai.

Maka, khusus untuk ubin lantai, sebaiknya pilih ubin dengan permukaan yang sedikit timbul (raised) dan bertekstur, namun tetap halus dan nyaman dipijak. Anda bisa memilih ubin jenis Quarry untuk mendapatkan tampilan elegan, atau ubin dari campuran tanah liat dan batu gamping untuk memperoleh tampilan layaknya batuan yang alami.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment