Mensiasati Langit – Langit Sebagai Bagian dari Dekorasi Ruangan

plafond (ceiling) dekoratif_1

Tips bagaimana mensiasati langit – langit/plafon/ceiling agar bisa menjadi bagian dari dekorasi interior ruangan.

Dalam hal dekorasi interior, kita lebih banyak berfokus pada tampilan dinding, tak heran, banyak elemen lain di rumah yang sebenarrnya penting, namun sering terlupakan. Salah satu elemen tersebut adalah ceiling (plafon atau langit-langit). Mayoritas dari kita kurang menaruh perhatian pada elemen ini, sehingga elemen ini kerap dibiarkan polos begitu saja.

Plafon lebih sering dibuat dalam tampilan polos dan hanya dilapisi cat pelindung warna putih. Eksperimen di area ini pun jarang dilakukan, padahal jika kita serius, kita bisa mendapatkan tampilan plafon yang estetis yang bisa menunjang sekaligus mempercantik dekorasi interior ruangan.

Plafon bisa memberikan nuansa tersendiri dalam menjajikan warna, tekstur, hingga karya seni dalam ruangan. Melalui tips dan trik mengenai plafon kali ini, diharapkan Anda memiliki perspektif lain dalam memandang plafon, yakni tidak hanya sebagai elemen yang polos dan furngisonal saja, tapi juga memiliki peran lain yang estetis dan patut diperhitungkan.

plafond (ceiling) dekoratif_3

Desain Interior Ruangan dengan Plafon (Ceiling) yang Tinggi

A. Mengatasi ceiling/plafon yang tinggi

1. Pemilihan warna dan shading yang tepat

Sebuah ruangan yang luas yang dibarengi dengan plafon yang tinggi mungkin akan menciptakan kesan impersonal bagi penghuninya, sehingga membuat kita merasa terasing berada dalam ruangan. Selain itu, akan lebih sulit untuk melakukan penataan furnitur untuk menciptakan keseimbangan dalam ruangan. Sebab, Anda pastinya lebih senang menaruh perhatian pada bagian lantai, dengan memilih karpet bermotif, aksesoris, furnitur dan hiasan lain, sehingga membuat separuh ruangan bawah terlihat penuh, sementara separuh ruangan bagian atas dibiarkan kosong.

Untuk mengatasinya, Anda bisa berkesperimen dengan tersebut dengan memilih warna yang memiliki shade yang lebih lembut pada ceiling atau plafon guna memberi kesan dekat dengan orang – orang yang berada di ruangan itu. Warna yang bisa dipilih misalnya cokelat muda yang sedikit mengkilap, krem, atau warna putih mutiara. Dengan memilih warna – warna yang berkarakter, hal ini bisa menyeimbangkan separuh ruangan bagian atas yang terlihat penuh.agar tidak terlihat kosong.

2. Taruh beberapa unsur kaca atau metal

Untuk mengatasi plafon yang tinggi, sebaiknya tempatkan beberapa elemen kaca atau metal, misalnya jendela – jendela tinggi, skylight, atau lampu gantung berbahan kristal yang berkilauan. Atau, Anda bisa bereksperimen dengan beberapa finishing, seperti menambahkan tekstur serta mengganti warna untuk menambahkan dimensinya.

3. Beri sentuhan artwork

Anda bisa menambahkan artwork seperti lukisan yang dibuat langsung di plafon / ceiling. Hal ini cukup jarang ditemui di bangunan – bangunan pribadi, namun lebih sering ditemui di gedung atau area publik, misal mall, museum, atau tempat – tempat peribadatan (masjid dan gereja). Jika Anda ingin mengaplikasikannya di rumah, toh tidak ada salahnya. Mulailah dengan lukisan atau gambar – gambar sederhana, mulai dari mural hingga gambar dengan motif – motif tertentu, seperti motif mozaik misalnya.

plafond (ceiling) dekoratif_2

Desain Interior Kamar Tidur dengan Plafon (Ceiling) yang Tinggi

B. Mengatasi ceiling/plafon yang rendah

1. Pilih warna yang kontras antara langit – langit dengan dindingnya

Ruangan dengan langit – langit yang rendah biasanya memiliki ukuran yang tak terlalu luas dan tentu ini menjadikan tantangan tersendiri bagi pemiliknya. Rendahnya plafon ini akan semakin membuat ruangan yang mungil nampak sesak, terlebih dengan hadirnya banyak barang – barang dan furnitur di dalamnya. Jika Anda ingin membuatnya nampak lebih tinggi, Anda bisa menciptakan semacam ilusi visual dengan memberikan warna yang kontras antara dinding dengan langit – langitnya.

Namun, tidak semua warna bisa dipilih. Pilihlah warna – warna yang kontras, namun masih dengan tone yang lembut. Contohnya, Anda bisa memilih warna kuning kecoklatan pada dinding, dan kontraskan dengan warna kuning muda pada langit – langitnya. Warna kuning atau warna biru muda merupakan beberapa contoh warna – warna yang pas untuk diterapkan pada ceiling, sebab kedua warna ini menyerupai warna langit yang sebenarnya.

Dengan demikian, ketika kita berada dalam ruangan kemudian mendongak ke atas, akan muncul sensasi layaknya kita memandang langit yang asli.

2. Perhatikan jenis cat yang dipilih

Agar menimbulkan kesan yang seperti aslinya, pilih jenis cat yang memiliki karakter yang nampak berkilauan jika mengenai cahaya. Cat jenis ini biasanya bisa menyerap cahaya dari pencahayaan yang ada dalam ruangan. Cat jenis ini juga memiliki level reflektif yang rendah, artinya, cat menyerap sebagian unsur cahaya dan mencegah cahaya memantul kembali.

Efek dari penggunaan cat jenis ini adalah segala keretakan, bercak noda, atau kotoran di dinding maupun di langit – langit bisa sedikit tersamarkan. Sehingga, pencahayaan dari atas yang ada di langit – langit (overhead lighting) akan terpancar secara maksimal.

3. Jangan tempatkan lampu yang besar dan berat

Berbeda dengan plafon yang tinggi, plafon rendah justru sebaiknya tidak disesaki dengan lampu atau pencahayaan dengan ukuran besar yang menjuntai ke bawah seperti lampu gantung dari kristal maupun kandelar. Sebab, hal ini akan terlihat aneh dan membuat ruangan menjadi nampak sesak. Justru, tempatkan pencahayaan utama berupa bohlam biasa, dan usahakan posisinya agak tersembunyi atau menjorok ke dalam, dan bukan menjorok keluar.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment