Menjalin Kerjasama yang Baik dengan Arsitek dalam Mewujudkan Hunian Idaman

gambar-sketsa-bangunan

Tips menyewa jasa arsitek dan bekerjasama dengan arsitek dalam mendesain dan membangun rumah.

Terpikir untuk membangun rumah baru atau merenovasi rumah yang ada, salah satu tahap yang Anda mesti lalui adalah menentukan apakah Anda perlu jasa arsitek untuk menemani Anda dalam perencanaan dan proses pembangunan, ataukah Anda ingin menangani segala sesuatunya sendiri. Jika Anda tergolong orang yang sibuk, maka mempercayakan desain dan pembangunan sebuah rumah pada arsitek adalah pilihan yang tepat. Namun, adakalanya kita menemui hambatan dalam berkomunikasi dan bekerjasama dengan arsitek.

Sebagai klien, kita hanya memperhatikan aspek – aspek makro dan hanya peduli pada sisi tampilan, dan berharap agar proyek bisa selesai secepatnya dengan budget seminim mungkin. Sementara bagi seorang arsitek, ia harus memikirkan faktor – faktor lain seperti lanskap, sustainabilitas dengan lingkungan, dan mengatur agar proyek terealisasikan sesuai budget. Maka, berikut ini beberapa tips menyewa jasa arsitek dan bekerjasama dengan arsitek dalam mendesain, membangun rumah baru, atau merenovasi rumah yang sudah ada.

  • Pastikan Anda memiliki ide dan preferensi desain rumah sebelum bertemu arsitek

Ketika memutuskan untuk menyewa jasa arsitek, bukan berarti Anda memasrahkan segalanya pada mereka. Pastikan Anda memiliki ide dan preferensi desain rumah yang Anda inginkan, dan konsultasikan dengan sang arsitek. Masukan – masukan dari Anda akan dituangkan dalam sketsa yang masih kasar. Anda bisa mencari ide dan referensi desain rumah dari internet, majalah, buku, atau gambar rumah yang pernah Anda lihat. Kemudian, tunjukkan gambar tersebut pada si arsitek dan ia akan menyesuaikannya dengan karakter Anda, ketersediaan lahan, dan besarnya dana yang Anda siapkan.

  • Ajukan pertanyaan singkat mengenai pengalaman, filosofi, dan referensi desain sang arsitek

Dalam menjalin kerjasama dengan arsitek, akan lebih mudah jika kita mengetahui filosofi desain dan fokus desain dari sang arsitek tersebut. Sebab, beberapa arsitek ahli dalam menangani proyek tertentu. Untuk itu, jangan sungkan untuk menanyakan pengalamannya dalam menangani proyek dan beberapa portofolio proyek yang sudah atau yang sedang dikerjakan. Tanyakan juga referensi desainnya, dengan demikian, kita bisa mengukur gaya desain dan bentuk – bentuk seperti apa yang menjadi ciri khas sang arsitek.

  • Tentukan budget segera

Setelah melakukan diskusi singkat dengan sang arsitek, langkah selanjutnya adalah menetapkan budget. Dalam menetapkan budget, Anda bisa memberikan angka secara pasti, atau meminta bantuan arsitek dalam mentaksir kisaran biaya yang akan Anda keluarkan. Hal ini merupakan salah satu tahap tersulit, karena kadang perhitungan kita sedikit berbeda dengan perhitungan arsitek. Kita cenderung menekan biaya seminim mungkin dengan menyesuaikan harga material saat ini. Padahal, harga material bisa saja sewaktu – waktu berubah.

Untuk itu, sampaikan aspek – aspek rumah terpenting yang harus segera dibuat, dan aspek mana yang bisa ditunda pengerjaannya. Atau, komunikasikan aspek mana yang perlu diubah, dibuat lebih minimalis, dan aspek mana yang perlu ditambahkan. Dengan begitu, sang arsitek bisa memilih mana yang akan diprioritaskan dalam pengerjaan sebuah bangunan.

gambar-kerja_1

Contoh Gambar Kerja yang Dibuat Oleh Arsitek

  • Percayakan pengerjaan desain dan pembangunan rumah pada sang arsitek

Ketika poin – poin di atas sudah dilakukan, kini saatnya mempercayakan sang arsitek untuk menangani pengerjaan desain dan pembangunan rumah. Di sini seorang arsitek dituntut untuk setia dengan keinginan dari klien, dan di satu sisi, ia juga dituntut untuk lebih realistis. Ada kalanya sebuah bangunan atau ruangan tertentu dalam bangunan tersebut terlihat indah pada desain di atas kertas, namun ketika direalisasikan, hasilnya akan sedikit berbeda dari yang kita bayangkan.

Hal ini mungkin saja terjadi, karena kebanyakan klien cenderung melihat hanya dari sisi tampilan dan estetikanya saja, sementara arsitek perlu mempertimbangkannya dengan berbagai hal. Misal mempertimbangkan sirkulasi udara, faktor keamanan, pencahayaan, kesinambungan struktur – strukturnya, isu – isu lingkungan, luas spasi yang ada, tempat – tempat untuk memasang kabel listrik, dan aspek lain yang kadang luput dari pengamatan klien.

Kebanyakan dari kita sebagai seorang klien cenderung ingin tetap bertahan pada desain dan perencanaan awal. Namun, tentunya kita harus lebih realistis dan di sinilah pentingnya menjalin komunikasi dengan arsitek. Untuk itu, selama proses pembangunan rumah, sebaiknya pemilik rumah turut mengawasi dan memantaunya, tidak hanya memasrahkan begitu saja pada arsitek. Hal ini guna mengontrol agar rumah yang selesai dibangun nantinya tidak akan jauh berbeda dengan perencanaan awal.

  • Jangan segan untuk menanyakan hal – hal yang belum diketahui

Beberapa arsitek sering menggunakan istilah – istilah teknis dan penggambaran yang rumit pada desain rumah klien. Hal ini membuat klien yang awam dengan istilah di dunia arsitektur merasa sulit memahami apa yang dipikirkan si arsitek. Sayangnya, beberapa klien terkesan gengsi dalam bertanya karena takut terlihat tidak mengerti apa – apa. Hal ini mengakibatkan adanya miskomunikasi dan perbedaan pemahaman antar keduanya, yang mengakibatkan rumah akan tampak berbeda dari yang dibayangkan klien. Padahal, jika klien bertanya, tentu sang arsitek akan menjawab dengan senang hati.

Di samping itu, sebagai arsitek, mereka juga dituntut untuk mengkomunikasikan ide – idenya dengan bahasa yang mudah dipahami, atau dengan memberikan contoh – contoh berupa gambar portofolio yang ia kumpulkan. Dengan begitu, akan tercipta sebuah hunian idaman yang sesuai harapan.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

2 Comments

  1. hilman

    sy mau renov rumah type 36/72 + hook 3×12 m.budget 70jt an.rencana nanti akan ditingkat.saran dan petunjuk untuk hemat biaya dan agar tidak banyak merubah ketika mau bikin tingkat 2 nantinya dgn budget yg ada skrng.trims
    *posisi hook di kanan bngunan.posisi kamar di kiri bangunan

  2. Adwi

    Salam kami mau menawarkan
    Kersama
    Apa bila bapak/ibu mau
    Kami punya banyak tukang untuk bangun kami siap bangun
    -Rumah
    -Renovasi
    -kantor
    -kos kosan
    -ruko
    -dll
    Dngn harga yg murah terjangkou
    Pekerja berpengalamam
    Bergaransi.apa bila di kemudian hari bangunan bermasalah kami siap renovasi kembali gratis..hubungi kami di
    085782709724..trima kasih atas waktunya..cisalak depok

Leave a Comment