Mengorganisir Walk-in Closet Agar Ringkas dan Tertata Rapi

walk-in-closets

Bagaimana mengatur lemari pakaian, ruang koleksi pakaian, atau walk-in closet agar ringkas, tertata rapi, dan koleksi di dalamnya mudah diraih.

Anda tergolong orang yang kesulitan menata lemari pakaian atau kloset dengan baik dan rapi? Nyatanya hal semacam itu bukan Anda saja yang mengalaminya. Banyak orang di luar sana yang sulit mengatur pakaian dan aksesoris pada lemari pakaian maupun walk in closet mereka. Ada juga beberapa orang yang bisa melakukan penataan pakaian dan sepatu dengan baik di awal, namun akhirnya walk in closet menjadi berantakan kembali. Mungkin, mereka menempatkan barang – barang di tempat yang tidak tepat, misalnya menempatkan pakaian yang kerap digunakan pada tumpukan bawah.

Tentu saja, untuk mengambilnya kita perlu memindahkan tumpukan pakaian di atasnya terlebih dahulu. Memang, menata dan mengorganisasi pakaian pada walk in closet butuh ketelatenan dan kerapihan. Dengan menerapkan tips di bawah ini, lemari pakaian akan tertata rapi, bersih, dan terorganisir dengan baik.

a. Kurangi menempatkan benda dengan posisi berbaring

Kita memiliki kebiasaan untuk lebih sering menyimpan benda dengan posisi horizontal hingga bertumpuk – tumpuk. Hal ini menyebabkan benda yang ada di tumpukan bawah menjadi sulit diraih, agak kucel, dan mudah koyak jika kita tak hati – hati mengambilnya.
Benda apapun itu, entah pakaian, celana jeans, sepatu, aksesoris, dsb, sebaiknya diletakkan tidak dalam posisi berbaring melainkan dalam posisi berdiri.

Sebab, terlalu banyak benda yang diposisikan berbaring atau horizontal akan membuat ruangan terlihat penuh dan sesak. Sebaliknya, benda – benda yang disusun secara vertikal akan membuatnya lebih ringkas dan tidak memakan tempat, menjadikan lemari pakaian atau walk-in closet/ruang koleksi pakaian lebih rapi dan tidak berantakan.

b. Pisahkan pakaian yang biasa dikenakan dan yang hanya dikenakan pada momen tertentu

Mayoritas dari kita tentu memiliki koleksi pakaian yang bermacam – macam tergantung dari fungsinya. Ada pakaian yang dikenakan sehari – hari yang bersifat kasual, ada pakaian yang bersifat formal dan hanya dikenakan pada saat kerja, dan ada pula pakaian – pakaian mewah yang biasa dipakai untuk menghadiri pesta atau momen penting. Tak hanya pakaian, sepatu, aksesoris, jam tangan, dan hal –hal terkait lainnya kadang juga didesain untuk kegiatan tertentu saja.

Maka, penting untuk melakukan pemisahan antara pakaian dan aksesoris yang kerap dikenakan dengan pakaian maupun aksesoris yang jarang digunakan. Pisahkan dengan sekat yang jelas. Untuk pakaian yang biasa dikenakan sehari – hari, pastikan posisinya adalah posisi terdekat dan paling mudah dijangkau.

Sementara pakaian dan aksesoris yang dikenakan untuk pesta, mestinya ditempatkan di area yang lebih tertutup, tidak lembab dan tidak berbau. Anda bisa menambahkan kamper atau pewangi lemari untuk menjaga isi di dalamnya tetap wangi dan tak lembab.

c. Pisahkan antara pakaian (atasan) dengan bawahan

Memisahkan pakaian antara atasan (kemeja, baju, gaun, jas, dll) dengan pakaian yang tergolong bawahan (celana panjang, rok panjang, dan celana jeans) akan memudahkan Anda memilih pakaian dan melakukan mix and match. Bawahan seperti jeans dan celana panjang kebanyakan sering disimpan dalam posisi ditumpuk.

Hal ini menyebabkan celana – celana tersebut menjadi kusut saat dikeluarkan dari lemari meskipun sebelumnya sudah disetrika. Maka dari itu, baik celana kain, celana jeans, maupun bawahan lain, tak ada salahnya disimpan dalam posisi digantung dengan hanger.

d. Pilih hanger / gantungan baju dengan beberapa layer

Saat ini tengah banyak dijual hanger yang berjenjang / berlapis – lapis. Dalam satu hanger, bisa ada lebih dari 3 lapis. Hanger model ini bisa dimanfaatkan untuk menggantung beberapa celana jeans, koleksi jilbab dan syal, selendang, kain batik dalam satu hanger sekaligus. Dengan cara ini, tempat yang digunakan akan menjadi lebih sedikit dan pakaian pun akan tertata lebih rapi dan ringkas.

walk-in-closets_2

Desain Walk in Closet dengan Laci dan Rak

e. Manfaatkan penggunaan laci dan rak

Ada jenis lemari yang tersusun atas tumpukan – tumpukan laci berukuran kecil. Model lemari macam ini bisa dimanfaatkan guna menyimpan aksesoris, perhiasan, jilbab, topi, hingga benda – benda kecil lainnya. Akan lebih baik di setiap laci Anda menerapkan kategori khusus, sehingga benda – benda yang disimpan di dalamnya merupakan benda yang masuk kriteria kategori tersebut.

Beri label pada setiap kotak penyimpanan atau laci dengan label self-adhesive. Jika Anda lupa, Anda bisa menuliskan semua benda yang dimasukkan di tiap – tiap laci, sehingga Anda tahu di mana letak aksesoris tertentu ketika tengah dibutuhkan.

Di samping menuliskan sebutan benda atau aksesoris tertentu, cara lainnya dengan mengambil gambar tiap aksesoris, kemudian masukkan dalam komputer dan letakkan pada folder yang diberi nama atau kode sesuai dengan laci yang menjadi tempat di mana aksesoris tersebut disimpan. Gambar lebih memungkinkan Anda untuk secara cepat mengidentifikasi aksesoris yang diperlukan.

f. Rak sepatu vertikal

Kebanyakan orang lebih senang memiliki rak sepatu yang posisinya horizontal atau melintang. Faktor kemudahan dalam pengambilan sepatu menjadi salah satu alasan mereka memilih rak jenis ini. Padahal, rak sepatu horizontal tentu membutuhkan ruangan yang lebih sedikit. Maka, rak vertikal menjadi solusinya. Letakkan sepatu yang kerap dipakai sehari – hari pada rak bagian tengah ke bawah, sementara sepatu yang jarang digunakan atau hanya dikenakan pada momen khusus diletakkan di rak bagian tengah ke atas.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment