Mengenali Tipe-Tipe Material Kayu Untuk Furnitur

furniture berbahan dasar kayu - rak buku kayu

Informasi mengenai beragam tipe kayu beserta ciri khasnya yang biasa digunakan untuk membuat furnitur.

Dalam memilih furnitur, saat ini kita semakin dimanjakan oleh berbagai macam varian, baik dari segi desain, bentuk fisik, fungsi, harga, hingga material pembuatnya. Untuk hal yang terakhir ini, tentu tak sulit bagi kita menemukan bahan atau material furnitur yang bervariasi, mulai dari yang berbahan plastik, metal, hingga kayu. Ke semua bahan pembuat furnitur tersebut tentu memiliki poin plus dan minus, dimana semakin baik kualitas bahan tentunya akan semakin menyajikan furnitur yang bermutu. Maka dari itu, pengetahuan akan material furnitur yang baik sangat diperlukan karena akan membantu kita dalam memilih furnitur berkualitas secara bijak dan sesuai kebutuhan.

Salah satu material furnitur yang paling populer adalah kayu. Furnitur berbahan kayu dianggap memiliki bodi yang kokoh serta awet. Meskipun harganya tergolong relatif lebih tinggi dibandingkan dengan furnitur berbahan lain, toh furnitur ini tetap dicari. Bahkan untuk jenis – jenis kayu tertentu, harga furnitur akan menjadi selangit. Banyak para pecinta seni atau pengoleksi furnitur berburu furnitur kayu dengan harga selangit karena tingkat prestisiusnya yang tinggi.

Tetapi, dalam memilih furnitur kayu alangkah baiknya bila kita tak asal membeli. Kita perlu tahu jenis kayu apa yang dipakai pada furnitur tersebut serta mempertimbangkan apakah harga yang dibanderol setara dengan kualitas kayu ataupun tidak. Karena, bahan kayu itu sendiri terbagi ke dalam berbagai macam tipe, mulai yang kualitas standar, kualitas sedang, hingga kualitas tinggi. Semakin baik kualitas kayu, tentu semakin baik ketahanannya serta nilai estetis yang dimilikinya.

Hardwood vs Softwood

Jenis kayu yang ada dipasaran kebanyakan digolongkan ke dalam jenis hardwood atau softwood. Hardwood adalah jenis kayu yang diperoleh dari pohon yang memiliki ciri berdaun lebat dan lebar, misalnya kayu jati. Sedangkan softwood merupakan kayu yang didapat dari pohon yang memiliki ciri daunnya runcing atau tak terlalu lebar, misalnya pohon cemara. Untuk furnitur, hardwood tentu saja lebih diskuai karena dikenal memiliki daya tahan yang tinggi serta. Namun karena pohon penghasil hardwood ini waktu tumbuhnya cukup lama, maka kini banyak orang melirik softwood sebagai bahan baku furnitur.

rak buku dari kayu keras (solid)

Desain Furniture Rak Buku Dari Kayu Keras/Kayu Solid

Selain hardwood dan softwood, sebenarnya masih ada beragam tipe – tipe kayu yang lain yang bisa kita temui di pasaran. Tipe – tipe kayu tersebut diantaranya Kayu berpori-pori terbuka (open-pore wood), Kayu berserat (Tight-grained wood), Redwood, Kayu tahan serangga (insect resistant), Kayu yang mudah dipahat (easy crafting wood), dan Kayu eksotis (Exotic Wood). Untuk mengenal lebih lanjut tentang tipe – tipe kayu tersebut, berikut ini penjabarannya.

1. Kayu Berpori-pori Terbuka (Open-Pore Wood)

Beberapa kayu diidentifikasi memiliki lubang – lubang kecil atau pori – pori yang terbentuk secara alami yang berasal dari tekstur natural pohonnya. Kayu jenis ini biasanya digolongkan sebagai kayu berpori – pori terbuka (open-pore wood). Pori – pori inilah yang memberikan karakter kuat pada kayu. Namun jika Anda ingin sedikit menyamarkan pori – pori yang ada pada permukaan kayu ini, Anda bisa menggunakan cat kayu dengan warna yang gelap. Adapun beberapa contoh furnitur kayu berpori – pori terbuka diantaranya kayu oak dan walnut.

2. Kayu berserat (Tight-grained wood)

Kayu berserat ini memiliki ciri seratnya yang lebih kuat namun lembut. Beberapa contoh jenis kayu yang tergolong kayu berserat yang paling sering dijumpai adalah Cherry, Maple dan Alder.

3. Red Wood

Seusai dengan namanya, kayu jenis ini memang memiliki warna kemerahan yang alami. Memang, warna merah merupakan warna yang tak lazim sebagai warna kayu karena sebagian besar orang lebih mengenal warna coklat pada kayu ketimbang warna merah. Namun, justru di sinilah letak keunggulan kayu jenis Red Wood ini. Bahkan, beberapa orang lebih menyukai tekstur warna kemerahan pada kayu ketimbang warna coklat yang terlihat agak sedikit monoton. Beberapa jenis kayu yang tergolong Red Wood adalah Cherry and Mahony. Namun, dibandingkan dengan kayu Mahoni, kayu Cherry memang sedikit lebih mahal.

4. Kayu Tahan Serangga/Rayap (Insect Resistant)

Tak banyak kayu yang secara alami memiliki ketahanan terhadap serangga, misalnya rayap. Namun, beberapa jenis kayu terindikasi memiliki ketahanan alami terhadap serangga, misalnya kayu Jati dan kayu Cedar. Kayu Jati ini dipercaya memiliki zat alami yang mampu menangkal serangga serta tahan terhadap air. Maka dari itu banyak orang yang menggunakan kayu Jati sebagai bahan furnitur untuk penggunaan luar ruangan. Selain kayu Jati, kayu Cedar juga mempunyai ketahanan yang sama terhadap serangga. Hanya saja, kayu ini tak cukup tahan terhadap air.

rak TV dari kayu lunak (sintetis)

Desain Furniture Rak TV dan Aksesoris Dari Kayu Lunak/Kayu Sintetis

5. Kayu yang Mudah Dipahat (Easy-Crafting Wood)

Biasanya, kayu yang tergolong mudah dipahat adalah kayu dari jenis softwood, misalnya kayu pohon pinus. Selain mudah dipahat dan diukir, kayu pinus juga memiliki keunggulan lain, yakni tahan terhadap kelembaban yang tinggi. Selain kayu Pinus, kayu Cedar juga tergolong softwood yang juga mudah diukir, sehingga cocok untuk Anda yang menginginkan sentuhan seni ukiran pada furnitur.

6. Kayu Eksotis (Exotic Wood)

Kayu eksotis dikenal karena memiliki ciri berupa guratan serta tekstur yang khas yang biasanya hanya ditemui di wilayah tertentu. Misalnya, jenis kayu Lacewood dari Australia. Kayu jenis ini biasa digunakan sebagai aksen. Selain itu ada kayu Granadillo dari Meksiko dan African Mahogany dari Ghana yang keduanya bisa digunakan sebagai material pembuat furnitur.

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment