Mengenal Lebih Dekat Tentang Smoke Detector

pendeteksi asap dirumah

Hal –hal yang belum diketahui mengenai Smoke Detector, terutama pada mekanisme, perawatan, pembersihan, dan penggantian baterainya.

Untuk mengantisipasi timbulnya asap yang berpotensi menyebabkan kebakaran pada suatu gedung, biasanya di gedung tersebut akan di pasang peralatan pencegah kebakaran, dan salah satunya yaitu smoke detector (pendeteksi asap). Alat ini sangat bermanfaat dalam mengurangi potensi kebakaran yang timbul dari munculnya asap. Seperti yang kita tahu, kemunculan asap ini biasanya merupakan pertanda adanya api, sehingga meskipun api ini masih dalam skala kecil, namun berkat smoke detector ini maka api tersebut bisa segera dipadamkan tanpa menunggu api menjalar dan berubah ukuran menjadi besar.

Namun sayangnya, seperti halnya alat – alat lain, smoke detector ini juga bisa saja macet dan rusak hingga tak dapat berfungsi sama sekali. Hal ini jarang disadari oleh pemilik atau pengurus gedung sampai api benar – benar muncul dan melahap bangunan. Untuk itu, kita perlu melihat kondisi benda ini dengan melakukan pengecekan dan perawatan rutin. Sehingga ketika diperlukan, smoke detector ini dapat berfungsi secara maksimal. Untuk dapat merawat dan membersihkan benda ini secara tepat, kita perlu memahami mekanis dan cara kerja alat ini. Sehingga, kita tak salah langkah dalam membersihkannya. Berikut ini beberapa hal penting yang patut Anda ketahui dan lakukan terkait smoke detector.

1. Lakukan pengetesan

Hampir semua smoke detector memiliki tombol yang akan mengaktifkan alarm tatkala ada indikasi kehadiran api di sebuah ruangan. Meskipun hal ini kadang akan terdengar berisik dan mengganggu, tetapi mencoba menyalakan tombol ini merupakan salah satu bagian dari proses perawatan itu sendiri, yakni untuk mengetahui apakah smoke detector masih berfungi atau tidak. Anda perlu sesekali ‘menciptakan’ api untuk memastikan bahwa alat ini dapat berfungsi dan mampu memberikan peringatan dini akan adanya ancaman kebakaran. Karena, akan terlambat bila kita baru menyadari bahwa smoke detector ini telah rusak tatkala ada sumber api nyata yang potensial menyebabkan kebakaran di gedung, namun tak terdeteksi oleh smoke dectector.

Lakukanlah tes paling tidak sebulan sekali. Bila alarmnya berbunyi dengan normal, berarti smoke detector masih dalam keadaan baik. Namun bila alarmnya berbunyi kurang nyaring atau justru tidak berbunyi sama sekali, berarti ada yang salah pada mesinnya sehingga perlu dibersihkan atau diperbaiki. Atau, mungkin saja baterainya telah habis dan perlu diganti.

2. Penggaantian Baterai

Penggantian baterai bisa dilakukan tanpa menunggu baterai habis. Hal ini bisa dilakukan secara rutin, misal dua kali dalam setahun. Terlebih bila dalam proses pengetesan terbukti bahwa smoke detector gagal membunyikan alarm, pastinya kualitas baterai harus ditinjau kembali, apakah masih baik atau sudah usang. Tetapi, ada juga smoke detector berkualitas baik yang terbukti mampu bertahan selama 10 tahun tanpa diganti. Untuk hali ini, sebaiknya dikonsultasikan dengan teknisi yang bertanggung jawab pada pemasangan smoke detector ini.

detail komponen dalam smoke detector

Gambar Komponen Dalam Smoke Detector

3. Alarm

Selain smoke detector itu sendiri, alarm juga merupakan fitur terkait yang kondisinya perlu dicek secara berkala. Terkadang, alarm ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Misal, saat ada aktifitas memasak di dalam gedung atau saat shower air panas dinyalakan, maka akan tercipta sebuah asap yang dapat memicu alarm smoke detector yang akhirnya menyebabkan alarm berbunyi. Padahal, secara nyata kegiatan tersebut bukan merupakan sumber api yang perlu dikhawatirkan akan memicu kebakaran. Saat alarm berbunyi karena aktifitas – aktifitas tersebut, bukan berarti Anda haru mematikan smoke detector yang merupakan pemicu alarm untuk berbunyi.

Biasanya pada setiap smoke detector terdapat tombol yang berfungsi untuk menghentikan alarm dengan periode yang sudah diatur. Dengan demikian, Anda tak perlu khawatir alarm akan berbunyi kembali saat Anda melakukan aktifitas – aktifitas di atas pada sebuah gedung. Tetapi, pastikan bahwa alarm tidak ‘diam’ dalam waktu lama. Bila waktu diamnya terlalu lama, hal ini mungkin sebuah pertanda bahwa ada bagian atau mesin yang rusak dan harus diperbaiki.

smoke detector

Smoke Detector Untuk Rumah atau Gedung

4. Perawatan dan Pembersihan

Setelah smoke detector dicek secara menyeluruh, jangan lupa untuk melalukan pembersihan, ntah pada bagian luar maupun bagian dalam. Letaknya yang berada pada langit – langit bangunan menimbulkan alat ini sering dipenuhi kotoran dan debu halus. Meskipun kadang debu – debu tersebut tak terlihat, namun kita tak boleh meremehkannya karena debu ini bisa menjadi pemicu mesin smoke detetector untuk tidak berfungsi. Terkadang, kerusakan smoke detector bisa ditengarai ketika alarm berbunyi padahal sebenarnya tak ada asap yang ditemukan, melainkan hanya kumpulan debu yang terdeteksi sebagai asap. Untuk itu, minimal sebulan sekali Anda perlu menyempatkan untuk membersihkan alat ini secara rutin.

Gunakan kain khusus yang mampu membersihkan dan mengangkat debu secara maksimal. Atau, Anda bisa menggunakan mesin penyedot debu dengan lengan yang panjang, sehingga Anda bisa membersihkan debu dari lantai tanpa harus menjangkaunya hingga langit – langit. Akan tetapi bila Anda memilih untuk menjangkau smoke detector yang ada di langit – langit satu per satu, hal ini tentunya akan lebih baik dan lebih efektif dalam membersihkan debu, karena Anda bisa menjangkau bagian – bagian yang lebih dalam secara detail.

Selamat mencoba 🙂

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment