Mengenal Lebih Dekat tentang French Art Deco

Chrysler Building

Info dan fakta menarik seputar desain arsitektur Art Deco, fitur – fitur, motif yang biasa digunakan, serta perbedaanya dengan desain Art Nouveau.

Art Deco, mungkin sebagian dari Anda masih asing dengan istilah ini. Berbeda dengan Art Nouveau yang kerap menunjukkan garis – garis melingkar dengan penggunaan warna – warna yang membumi dan tone yang lembut, Art Deco sering didefiniskan sebagai arsitektur dengan garis – garis geometris yang tegas, warna – warna gelap dan sedikit mencolok, serta finishing yang pada akhirnya membuat tampilan luar rumah nampak begitu mewah.

Arsitektur jenis ini pertama kali diperkenalkan di Exposition Internationale des Arts Decoratifs et Industriels Modernes, sebuah pagelaran yang diadakan oleh pemerintah Paris, Prancis pada tahun 1925. Bentuk desain ini cukup mengundang decak kagum banyak pengunjung, terutama dikarenakan motifnya yang eksotis dan menjadi ciri serta gaya yang khas pada jenis arsitektur ini. Namun beberapa tahun setelahnya, banyak bentuk – bentuk dasar arsitektur ini yang diadaptasi ke gaya arsitektur Amerika. Gaya arsitektur ini pun banyak diterapkan di kota – kota besar negara tersebut, seperti di Miami dan New York.

Dibandingkan dengan model arsitektur lain, masa kejayaan model arsitektur ini boleh dibilang singkat. Tetapi, Art Deco ini disebut – sebut sebagai salah satu desain terbaik yang melambangkan pencapaian besar umat manusia. Mengapa bisa begitu? Ingin tahu apa penyebabnya? Cari tahu alasannya di penjelasan berikut ini.

Sejarah dan perkembangan Art Deco

Art Deco tergolong bentuk arsitektur yang tidak mengalami masa kejayaan yang panjang. Sebab, jarak kemunculannya hampir berbarengan dengan awal Perang Dunia ke II, yakni di tahun 1939. Maka, Art Deco ini mengalami kesulitan berkembang. Walau begitu, seni arsitektur ini tetap dihargai dikarenakan bentuknya yang tak lazim untuk jaman itu. Tak heran, banyak yang menyebut model arsitektur Art Deco ini seperti ‘mesin waktu’ karena bentuknya yang sudah terlalu modern untuk jamannya. Art Deco ini juga menjadi salah satu bukti pencapaian terbaik umat manusia. Dengan bentuk geometrisnya yang tegas, maskulin sekaligus eksotis, ditambah hadirnya material buatan manusia (industri) seperti plastik dan khrom, membuat kombinasi Art Deco ini tampak modern dan dinamis.

Adanya kecenderungan pengaruh dari budaya Mesir

Di tahun 1922, hampir berbarengan dengan kemunculan Art Deco, seseorang bernama Howard Carter menemukan makam Tutankhamun. Sejak saat itu, terjadi semacam ‘Demam Mesir’ di mana orang – orang menjadi begitu tergila – gila tentang apapun yang berkaitan dengan Mesir. Banyak motif – motif khas Mesir seperti hieroglif dimanfaatkan sebagai motif wallpaper, karpet, dan tikar. Maka, tak heran bahwa di beberapa bagian arsitektur Art Deco, akan ada penggunaan motif – motif Mesir. Hal ini umum kita temui terutama pada toilet dan bak.

Chrysler Building2

Chrysler Building – Salah Satu Karya Arsitektur berlanggam Art Deco

Penekanan pada garis serta layer

Pada arsitektur Art Deco, ada penekanan yang besar pada unsur – unsur garis dan layer. Ada yang menyebut, hal ini dipengaruhi oleh perkembangan mobil dan industri transportasi kala itu, di mana garis – garis tegas ini merupakan refleksi dari garis – garis yang bisa kita temukan pada bodi mobil. Arsitektur Art Deco memang penuh dengan kesan modernitas, yakni kuat dan tegas. Sehingga, motif – motif natural seperti hewan, bunga, maupun tumbuhan sangat dihindari. Beberapa bentuk atau motif yang juga lazim dipakai adalah garis – garis yang lebar, bentuk segilima (seperti bentuk dasar berlian), sudut – sudut yang tegas, dengan sedikit ornamen tambahan. Bahkan pada lukisan yang biasa dihadirkan pada Art Deco ini, wanita digambarkan sebagai sosok yang kuat dengan garis – garis yang tegas dan hidung yang tirus dan lancip.

Material yang digunakan pada Art Deco

Berbeda dengan material yang digunakan pada desain Art Nouveau yang banyak mengeskploitasi penggunaan material dari alam, pada Art Deco, material buatan asal pabrikan lebih banyak digunakan. Contohnya, khrom, lempengan nikel, kaca, dan plastik. Bahkan seiring perkembangan teknologi, kini banyak digunakan warna – warna buatan yang merupakan kombinasi kimia dari berbagai warna di mana warna ini belum pernah digunakan pada jaman dahulu, misalnya biru safir, merah mencolok, dan hijau zamrud. Warna – warna yang terkesan lembut, seperti krem dan palet dihilangkan.

Tips dalam mengaplikasikan desain Art Deco

Saat Anda ingin memasukkan unsur – unsur Art Deco pada rumah Anda, pertama – tama terapkan motif – motif geometris dengan sentuhan akhir yang penuh kesan mewah dan tegas. Tambahkan karpet dengan motif berlian, cermin dengan sudut – sudut yang tajam, serta dekorasi lain yang berkilauan. Penggunaan aksesoris dan furnitur dalam jumlah banyak pada satu ruangan juga cukup lazim ditemui.

Terakhir, banyak yang susah mengidentifikasi perbedaan Art Nouveau dengan Art Deco, meski kedua hal ini memiliki ciri khas yang sangat mencolok. Art Nouveau penuh dengan kesan lembut, kalem, dan membumi. Sedangkan Art Deco lebih menonjolkan sisi – sisi kuat, tegas, dan modern.

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment