Menentukan Pintu yang Sesuai untuk Kamar Tidur

RGB base

Hal – hal yang perlu dipertimbangkan pada pintu untuk kamar tidur sebelum proses instalasi.

Berinovasi dengan melakukan sedikit renovasi pada kamar mungkin diperlukan. Hal ini untuk menghindari rasa bosan pada kamar Anda. Dari semua hal yang bisa diperbarui / direnovasi pada kamar, pintu dan jendela menjadi elemen paling berpengaruh yang dapat mengubah tampilan kamar tidur menjadi berbeda. Terlebih pada pintu, di mana benda ini memiliki ukuran yang besar dan cukup menonjol dibandingkan dengan elemen lain pada kamar. Untuk itu, bila Anda memiliki budget yang cukup, Anda bisa berimprovisasi pada pintu ini dengan membeli pintu yang baru yang sesuai dengan karakter Anda serta desain kamar Anda.

Ada saat dimana Anda bingung dalam menentukan akan seperti model, jenis, dan bahan pintu yang akan Anda beli untuk melengkapi kamar tidur Anda. Anda perlu mempertimbangkan beberapa faktor sebelum akhirnya Anda memutuskan tipe atau jenis pintu yang akan Anda pilih. Misalnya, Anda perlu mempertimbangkan ukuran atau lebar pintu. Kemudian, pilih pintu yang memiliki tampilan yang menarik serta sesuai dengan dekorasi kamar tidur Anda. Setelah itu, kita bisa beranjak pada penentuan faktor – faktor lain, misal faktor harga, biaya instalasi, jenis serta bahan pintu, sampai akhirnya Anda memilih pintu yang pas. Dengan melihat dan mempertimbangkan faktor – faktor di atas secara seimbang, maka Anda bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Selain faktor – faktor dasar seperti yang telah dijabarkan di atas, masih ada beberapa pendukung lain yang bisa membantu Anda dalam mempertimbangkan dan memilih pintu idaman untuk kamar tidur Anda. Hal tersebut misalnya:

1. Membandingkan cara pengoperasiannya

Tentu Anda sudah mengetahui bahwa ada beberapa jenis pintu yang dibedakan berdasakan operasionalnya. Ada pintu yang dibuka dan ditutup dengan cara ditarik (swinging door), ada pintu yang bekerja dengan cara digeser (sliding door), atau pintu yang dibuka dengan cara diangkat ke atas. Jenis pintu yang pertama mungkin adalah jenis pintu yang paing umum. Jenis pintu tersebut relatif paling mudah diinstal. Sedangkan untuk jenis sliding door, pintu ini akan bekerja maksimal pada ruangan yang kecil dan tak terlalu luas karena daun pintunya dapat disisipkan di belakang dinding ketika dibuka. Sliding door ini biasa kita temui di rumah – rumah bergaya oriental, seperti China, Korea, dan Jepang. Pintu ini cukup praktis dan minimalis, namun cukup sulit dipasang serta pilihan desainnya terbatas.

sliding door wardrobe untuk kamar tidur

Frame, Tracking dan Panel Sliding Door

2. Pertimbangkan apakah Anda hanya akan membeli daun pintu beserta dengan frame

Bila Anda berencana akan menggunakan frame yang lama, maka Anda hanya perlu membeli daun pintunya saja. Untuk mengganti daun pintu dengan framenya, sebaiknya gunakan pre-hung unit. Pintu jenis pre-hung tentu lebih mudah diinstal serta meminimalisir resiko kesalahan dalam proses instalasi.

3. Ukur bukaan pintu untuk menentukan seberapa besar daun pintu yang akan Anda beli

Sebuah daun pintu yang diinstal di frame lama mesti berukuran 1/8 inchi lebih kecil di segala sisinya. Jenis daun pintu pre-hung juga harus mematuhi kaidah.

4. Tentukan ke arah mana pintu akan terbuka

Umumnya, pintu akan menjorok ke dalam ketika dibuka. Tetapi ada juga beberapa pintu yang menjorok ke luar tatkala dalam kondisi terbuka. Menentukan ke arah mana pintu akan menjorok sangat berguna terutama dalam proses instalasi. Selain itu, perhatikan pula apakah pintu akan mengarah ke samping kanan atau samping kiri. Untuk penggunaan di Indonesia, mayoritas daun pintu diinstal di bagian kanan dari frame. Namun, bila Anda ingin sesuatu yang berbeda, Anda bisa menginstalnya di sisi kiri. Pertimbangkan pula letak furnitur jendela dalam proses pemasangan ini.

sliding door kamar tidur

Sliding Door Dengan Frame Stainless dan Panel Pintu Kaca

4. Pilih jenis materialnya

Kebanyakan, untuk penggunaan pada kamar tidur, pintu kayu yang lebih banyak dipilih. Meski begitu, tersedia juga material pintu yang terbuat dari material lain seperti logam, plastik, atau fiberglass. Kayu merupakan material yang paling pas untuk penggunaan pada interior, namun terkadang material ini mudah terserang rayap.
Selain jenis pintu, pilih juga apakah Anda ingin memiliki pintu yang berongga pada bagian bawahnya atau pintu yan solid. Untuk alasan privasi dan kenyamana, maka pilih pintu yang solid karena pintu ini akan meredam intensitas suara, baik dari dalam maupun luar kamar.

5. Pilih bahan finishingnya

Agar daun pintu tetap awet, tak ada salahnya Anda melapisinya dengan zat pelapis, amplas, pernis, atau cat, terutama untuk yang berbahan kayu. Bila Anda memilih pernis sebagai finishingnya, usahakan pilih pernis yang memiliki warna natural dan mampu menonjolkan pattern – pattern alami dari kayu tersebut.

Khusus untuk daun pintu yang terbuat dari fiberglass, finishing dilakukan pada tahap manufaktur, sehingga Anda hanya perlu menginstalnya saja. Biasanya, pintu ini telah tersedia dalam berbagai pilihan warna dan desain.

Tips: Bila Anda sering bermasalah dengan pintu yang berderik dan menimbulkan suara berisik, pilih pintu dengan sertifikat STC. Semakin tinggi rating STC, semakin rendah suara yang dihasilkan.

Selamat mencoba 🙂

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment