Mendesain dan Mendekorasi Kamar Anak Kembar (Twin Bedroom)

desain interior kamar tidur anak kembar_1

Tips dan trik dalam mendesain dan mendekorasi interior kamar tidur anak kembar dengan memperhatikan pemilihan dan penempatan tempat tidur, furnitur, aksesoris, dan pencahayaan.

Mendekorasi interior kamar tidur anak, terutama anak kembar tentu akan menyajikan keasyikan tersendiri. Namun, kebanyakan orang tua selalu ingin menyamakan anak kembar dengan cara memberikan mereka barang – barang yang sama atau bahakan mendesain ruangan yang sama. Padahal, setiap anak tentu punya ciri khas, karakter, dan keunikan sendiri sehingga kadang mereka tidak mau disamakan dengan saudara kembarnya.

Untuk itu, mendesain dan mendekorasi kamar anak butuh ketelatenan dan kesabaran sehingga kita bisa mewujudkan kamar anak kembar (twin bedroom) dengan menggabungkan selera 2 anak yang berbeda. Tips – tips di bawah ini akan membatu Anda mendapatkan desain interior kamar tidur yang disukai oleh anak.

1. Tanyakan apa keinginan Anda mengenai desain dan konsep kamar tidurnya

Meskipun kembar, bukan berarti anak memiliki selera desain dan dekorasi kamar yang sama. Untuk itu, libatkan masing – masing anak tatkala Anda membangun kamar tidur bagi mereka. Kumpulkan semua ide yang mereka ajukan, lalu satukan agar bisa tercipta desain sebuah ruangan yang mampu mengakomodasi keinginan kedua anak.

2. Tentukan setting layout kamar tidur si anak kembar

Layout atau penataan tempat tidur, furnitur, dan dekorasi lain dalam tempat tidur anak kembar pasti akan sedikit berbeda dengan layout kamar biasa. Sebab, di dalam kamar ini akan ada 2 tempat tidur yang terpisah, entah terpisah secara vertikal atau horizontal. Adapun jenis – jenis penempatan tempat tidur ini antara lain:

• Paralel

Untuk tempat tidur anak kembar, penataan secara paralel adalah penataan yang paling kerap ditemui. Biasanya, tempat tidur akan diletakkan tepat di sisi dinding yang terpanjang dengan masing – masing tempat tidur menghadap ke sisi yang sama. Tempat tidur ini akan dipisahkan dengan meja kecil yang biasa digunakan untuk meletakkan lampu. Di atas head atau di samping masing – masing tempat tidur, tempatkan satu jendela yang dilengkapi tirai agar masing – masing anak bisa melihat pemandangan keluar. Tipe layout semacam ini cocok untuk ukuran kamar yang luas.

• Bentuk L (L-shape)

Layout bentuk L ini cukup jarang diterapkan di kamar tidur anak kembar. Namun, hal ini bisa saja dipraktekkan pada kamar tidur anak Anda, terutama bisa ukurannya tak terlalu lebar. Tempatkan tempat tidur di sudut ruangan. Selain itu, Anda bisa juga memilih jenis tempat tidur daybed couch yang sekaligus bisa difungsikan layaknya sofa. Hal ini tentu akan mempermudah si anak dalam menonton TV atau melakukan aktifitas lain.

• Saling bersebrangan (opposite walls)

Penataan tempat tidur anak kembar yang diletakkan mendekat ke dinding secara bersebrangan, sehingga masing – masing anak akan saling berhadapan. Tipe ini bisa Anda terapkan, terutama untuk ruangan yang sangat mungil. Penataan seperti ini mungkin akan sedikit menyulitkan Anda dalam membenahi tempat tidur si anak. Tapi dengan penataan ruangan seperti ini, akan ada space yang cukup luas untuk mobilisasi dan hal ini akan mempermudah si anak untuk bangun dari tidur. Anda bisa menambahkan tirai atau kanopi pada masing – masing tempat tidur anak saat anak menginginkan privasi.

• Bookcase Sandwich

Penataan tipe bookcase sandwich adalah penataan tempat tidur dengan cara meletakkan sebuah lemari di tengah – tengah ruangan dan mendekat ke dinding, sehingga dapat membagi ruangan ke dalam 2 bagian. Di samping kiri dan kanan masing – masing diletakkan satu tempat tidur, sehingga setiap anak akan mendapat porsi ruangan yang sama. Cara ini tentu akan mempermudah mereka dalam bereksperimen dengan areanya sendiri. Namun, hal ini akan membuat mereka kurang memiliki kepedulian untuk berbagi.

desain interior kamar tidur anak kembar_2

Desain Interior Kamar Tidur Anak Kembar (Twin Bedroom)

3. Beri identitas / inisial nama pada masing – masing tempat tidur anak

Untuk menumbuhkan identitas masing – masing anak, berikan aksesoris berupa inisial pada masing – masing tempat tidur sesuai dengan inisial anak yang tidur di tempat tidur tersebut. Dengan begitu, masing – masing anak akan sadar dengan identitasnya. Inisial nama ini tak hanya diberikan pada tempat tidur saja, tapi juga furnitur lain dalam tempat tidur, misalnya lemari, meja, tempat sampah, atau rak buku, sehingga masing – masing anak akan bertanggung jawab dengan barang – barang miliknya.

4. Sisihkan sedikit area dalam kamar di mana anak bisa berbagi

Meski masing – masing anak diberi jatah area pribadi yang sama, sisihkan sedikit area dalam kamar yang digunakan untuk aktifitas bersama. Selain itu, tempatkan furnitur atau barang – barang yang bisa digunakan secara bersama, misalnya meja dan kursi belajar, atau sebuah rak buku untuk menyimpan koleksi buku bersama. Dengan demikian, si anak bisa belajar untuk saling berbagi.

5. Tempatkan pencahayaan utama dan pencahayaan tambahan

Di kamar tidur anak kembar, ada baiknya beri pencahayaan utama (overhead lighting) yang dipasang di langit – langit, serta pencahayaan tambahan berupa lampu meja yang ada di samping masing – masing tempat tidur. Lampu meja ini difungsikan jika salah satu anak membutuhkan pencahayaan, terutama ketika ingin membaca buku di dalam kamar.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment