Mendekorasi dan Mendesain Ulang Rumah Bata

interior-dinding-bata_view1

Mendekorasi, mendesain ulang, dan remodelling rumah batu bata lama dengan tampilan interior dan eksterior baru.

Rumah dari batu bata menyajikan keunikan tersendiri. Batu bata yang terlihat berjajar di dindingnya tak hanya berfungsi sebagai salah satu konstruksi bangunan, tapi juga mampu memberi motif tersendiri. Ya, rumah batu bata ini mampu menciptakan kesan unik, nyaman, natural ala pedesaan yang sanggup membawa kita kembali ke nostalgia masa lalu. Rumah batu bata ini kerap dibiarkan begitu saja tanpa dekorasi yang mencolok dan dindingnya pun biasanya dibiarkan alami tanpa dicat, sehingga lebih menonjolkan warna merah bata. Namun, hal ini kadang mampu membuat rumah batu bata terkesan kusam, terlebih untuk rumah yang berusia tua.

Jika ini adalah masalah yang tengah terjadi pada rumah Anda, tak ada salahnya menyiapkan waktu luang untuk mendesain dan mendekorasi ulang rumah batu bata ini. Hal ini bertujuan agar rumah batu bata yang tua dan kusam bisa memiliki tampilan baru dan fresh. Dekorasi bisa meliputi pelapisan batu bata, pengecetan ulang, dan penambahan material – material lain, terutama pada eksteriornya. Tak hanya eksteriornya, Anda pun bisa mengupgrade interiornya dengan pemilihan lighting, wall art, tirai, dan fitur lain.

Ingin tahu seperti apa langkah persisnya? Berikut ini langkah – langkah yang mesti diterapkan dalam mendesain dan mendekorasi ulang rumah dari batu bata.

Alat dan bahan yang diperlukan:

– Buku atau majalah referensi mengenai desain dan dekorasi rumah
– Kertas atau buku untuk menggambar sketsa
– Stone veneer / pelapis batuan
– Wood siding
– Campuran semen / stucco
– Jendela dan framenya
– French doors
– Ubin dari batuan granite
– Cat
– Pintu yang digunakan sebagai pintu utama (pintu masuk)
– Shutter
– Perlengkapan kamar mandi
– Material untuk lantai

Langkah – langkahnya:

1. Lakukan perubahan pada penampilan luarnya

Agar bisa membuat tampilan rumah bata yang lama nampak fresh dan seperti baru, cobalah untuk mendapatkan ide dan inspirasi dengan melihat rumah bata yang masih baru dibangun dan buatlah perbandingan tentang aspek – aspek yang membedakan rumah yang lama dengan yang baru. Catat beberapa poin yang penting, misalnya tentang pemilihan cat, apakah lebih baik memilih warna yang lebih kalem atau terang. Buatlah sketsa sederhana dan pertimbangkan apakah ada yang perlu diubah dari eksteriornya, misalnya, apakah penambahan stone veneer, stucco atau wood siding diperlukan agar tampilan eksteriornya terlihat lebih menarik.

2. Gali referensi ide desain dan remodelling rumah dari buku, majalah, atau website arsitektur

Selain melihat langsung rumah bata yang baru dibangun, referensi bisa Anda dapatkan melalui buku, majalah, atau website mengenai desain dan arsitektur rumah. Catat beberapa poin penting, misalnya apakah menambahkan atau mengganti jendela diperlukan dalam proses remodelling ini. Pertimbangkan juga ukuran dan jenis jendela yang akan dipilih. Selain itu, Anda mungkin perlu mempertimbangkan penambahan beranda atau serambi, atau sebuah French doors. Namun untuk perubahan yang cukup besar, Anda perlu berkonsultasi dengan pakarnya karena perubahan besar pastinya akan sedikit mengubah konstruksi rumah Anda, terutama pada bagian luar.

interior-dinding-bata_view2

Desain Interior Rumah Berdinding Bata

3. Perhatikan mengenai detail desain interiornya

Selain eksterior, interior rumah juga penting untuk diperhatikan. Interior ini mencakup desain ulang dan remodelling ruang – ruang yang signifikan, misalnya dapur, ruang keluarga, kamar tidur, maupun ruang tamu. Dan jika ada salah satu ruangan yang akan didekorasi ulang, pertimbangkan apakah hal ini akan membutuhkan perluasan rumah.

Untuk itu, buat sketsa sederhana mengenai hal ini. Buat setiap gambar desain ruangan secara detail agar realisasi dari proses remodelling ini tidak melenceng dari harapan Anda. Jangan lupa, tentukan juga material yang tepat untuk diaplikasikan pada ruang tertentu. Misalnya material ubin granite. Material ini cukup terjangkau dan cocok diaplikasikan pada rumah berbahan batu bata.

4. Buat setiap upgrade atau perubahan secara bertahap

Dalam proses remodelling suatu bangunan yang sudah tua, kita tak bisa melakukannya secara serentak. Hal ini mesti dilakukan secara bertahap. Anda bisa memulai dari eksteriornya, yakni dengan mengganti beberapa frame pintu atau jendela dengan yang baru serta mengecat dinding dengan warna yang lebih fresh atau melapisi batu bata tersebut dengan stone veneer.

Setelah selesai mendesain dan mendekorasi eksteriornya, beralihlah pada interiornya. Mulai dari bagian interior yang paling signifikan, yakni dapur. Ya, dapur mesti didahulukan karena kegiatan memasak yang dilakukan di sini tidak bisa dipindah di rungan lain. Setelah itu, baru beralih ke ruang lain, misal kamar mandi. Selain itu, pertimbangkan apakah Anda perlu mengganti lantainya dengan ubin yang baru. Terakhir, pilih pencahayaan yang sesuai untuk tipe rumah batu bata. Karena tipe rumah batu bata biasanya cenderung gelap dan temaram, maka diperlukan pencahayaan yang cukup terang namun dengan warna yang hangat dan natural agar tidak menghilangkan kesan alami yang ada pada rumah batu bata.

Selamat mencoba 🙂

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment