Menciptakan Nuansa Kabin Melalui Dekorasi Kamar Tidur

cabin kamar tidur_1

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mendekorasi interior kamar tidur dan menciptakan nuansa kabin didalam kamar tidur Anda.

Kabin (cabin) merupakan sebuah ruangan atau kamar pada pondok mungil yang biasanya berlokasi jauh dari keramaian. Biasanya, pondok ini digunakan untuk menyepi, beristirahat, berlibur, atau bersantai dari rutinitas sehari – hari. Tak heran, lokasinya kerap berdekatan dengan alam, misalnya di tepi pantai, di area perkebunan di dekat hutan, di perbukitan, maupun di pegunungan. Ukurannya yang mungil dengan dinding – dinding kayu mampu membawa nostalgia dan kesan nyaman tersendiri. Kabin disebut – sebut merupakan tempat yang hangat, aman sekaligus nyaman, sehigga cocok bagi Anda yang ingin menghilangkan kepenatan.

Karakter kabin yang khas ini bisa dibawa ke dalam kamar di rumah kita. Menciptakan dekorasi kamar tidur layaknya sebuah kabin cukup mudah, asalkan kita bisa memilih dan mengkombinasikan tekstur, warna, furnitur, dan pencahayaan yang pas. Bahkan, Anda bisa menggunakan barang – barang atau furnitur lama untuk menguatkan kesan cabin feel ini, sehingga budget yang Anda keluarkan bisa ditekan.

Dengan mendekorasi, menata ulang, dan memperhatikan beberapa detail dan elemen pada kamar berikut ini, niscaya Anda akan dibawa pada nuansa kabin yang aman, nyaman, hangat dan menentramkan.

1. Dinding dan langit – langit

Ciptakan kesan cozy cabin feel di interior Anda dengan menerapkan warna – warna membumi dan dengan menggunakan kayu sebagai aksennya. Warna – warna seperti sage green (hijau keabu – abuan), cokelat karamel, atau warna emas dengan tone yang rendah, dapat menciptakan efek visual sehingga membuat kita selayaknya berada di dalam kabin.

Anda bisa mengambil beberapa unsur yang sedikit rustic melalui penggunaan kayu – kayu yang usang pada salah satu atau ke seluruhan dindingnya. Juga, tempatkan balok – balok kayu yang melintang pada langit – langit di dalam kamar tersebut untuk lebih menekankan tampilan ala kabin.

2. Jendela

Buatlah jendela sesederhana mungkin dengan ukuran yang tak terlalu besar. Lalu, tempatkan tapestri atau tirai. Pilih bahan kain yang sedikit tebal dan dengan motif kotak – kotak, dengan memasukkan unsur – unsur kombinasi warna hitam, merah, cokelat, serta hijau. Dengan demikian, akan tercipta kesan hangat dan nyaman di dalam kamar tersebut.

Jika Anda lebih menyukai desain kabin dengan sedikit vintage style, Anda bisa memasukkan unsur vintage ini pada tirainya, yakni dengan menghadirkan tirai tipis berwarna putih dengan renda – renda di atasnya. Keberadaan tirai berenda ini sekaligus membawa unsur feminin ke dalam ruangan. Namun jika tirai tersebut terlalu tipis, Anda bisa menambahkan woven wood shades di belakang tirai jendela.

Kemudian, pasang shutter atau daun penutup jendela yang juga terbuat dari kayu, serta pilih kayu dengan warna cokelat tua atau dengan tone yang gelap agar bisa berkomplemen dengan karakter kabin yang ditampilkan di beberapa sudut yang lain. Namun, pastikan Anda tidak memasang daun penutup jendela pada dinding yang terbuat dari papan kayu atau balok – balok kayu. Sebab, terlalu banyak unsur kayu yang ditampilkan akan mengurangi unsur estetisnya.

cabin kamar tidur_2

Desain Interior Kamar Tidur dengan Nuansa Kabin

3. Furnitur

Agar suasana nyaman makin terasa, perkuat nuansa cabin feel yang ada di ruangan ini melalui pemilihan furnitur – furniturnya. Anda bisa mengkombinasikan penggunaan furnitur lama dengan furnitur baru. Misal, Anda bisa menghadirkan sebuah sofa kulit dengan permukaan mengkilat, namun bukan seperti sofa kulit pada umumnya yang padat dan cenderung kurang empuk, sofa kulit di yang digunakan di sini adalah sofa yang lembut dan empuk ketika digunakan.

Kemudian, tambahkan furnitur yang terbuat dari besi atau logam seperti meja dengan kaki – kaki yang terbuat dari logam, namun dengan permukaan atas yang terbuat dari kaca. Anda bisa juga menempatkan meja kopi atau rak buku yang sudah usang sebagai pelengkap dekorasi di kamar ini.

Karena kehadiran material kayu sudah mendominasi pada dinding dan langit – langit, usahakan tidak terlalu banyak mengeksploitasi material ini pada furnitur. Juga, jangan gunakan furnitur berbahan plastik atau fiber yang kental akan nuansa modern.

4. Perapian, pencahayaan, dan dekorasi tambahan lain

Untuk lebih memberi kesan hangat dan nyaman pada kabin, jangan lupa untuk menempatkan perapian atau tungku api dalam ruangan. Selain perapian, Anda bisa memciptakan kesan hangat dengan menaruh beberapa elemen yang tebal, misal dengan menempatkan mantel, bantal sofa, hingga karpet yang tebal dan letakkan benda – benda ini di sudut – sudut yang strategis.

Kesan hangat juga bisa ditampilkan dari efek visual yang tercipta melalui pencahayaan. Anda bisa menempatkan wall sconces dengan nyala lampu yang berwarna kuning. Anda juga bisa menambahkan pencahayaan – pencahayaan di beberapa sudut, misal di dekat lemari, di atas meja, atau di samping rak buku.

Adapun dekorasi lain yang bisa memperkuat kesan cabin feel adalah lampu antik, jam antik, buku – buku tebal yang terlihat usang, lilin, foto keluarga dengan frame yang sudah usang, album foto, kandelar, dan beberapa peralatan makan yang antik.

Terakhir, jangan lupa perhatikan detail tempat tidurnya. Anda bisa melengkapi tempat tidur dengan selimut tebal warna – warni atau quilts (selimut yang terbuat dari kapas), bantal, dan komforter. Kini, Anda siap beristirahat dengan nyaman di kamar yang telah didekorasi dengan cabin feel ini.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment