Menciptakan Area Penyimpanan yang Praktis di Dapur

kitchen storage_1

Menyimpan peralatan dapur (kitchen appliances) di area penyimpanan yang praktis, efektif, dan tidak memerlukan banyak tempat .

Bagi Anda yang gemar beraktifitas di dapur, tentu sering melihat kondisi dapur yang berantakan. Salah satu penyebabnya yakni karena buruknya area atau ruang penyimpanan peralatan dapur dan kitchen appliances lain, sehingga barang – barang tersebut tidak bisa tertampung di dalamnya dengan baik. Kondisi ini diperparah ketika area penyimpanan yang ada relatif sempit dan organisasinya cukup buruk, sementara benda – benda yang harus ditampung dalam tempat penyimpanan tersebut sangat banyak.

Alhasil, banyak benda diletakkan begitu saja di sudut – sudut dapur dan meninggalkan pemandangan yang tak sedap. Penataan perlatan dapur yang tak tepat ini juga menyebabkan kita kesulitan ketika kita ingin mencari alat yang kita butuhkan.

Solusi dari kekacauan – kekacauan tersebut adalah dengan menyediakan storage yang efektif dan efisien hingga bisa menampung semua peralatan masak. Maka dari itu, berikut ini beberapa ide – ide menarik seputar area penyimpanan pada dapur yang wajib Anda ketahui.

1. Vertical space

Jika dapur Anda relatif kecil, Anda bisa mencoba mengeksplor area vertikal (vertical space) yang ada di dapur Anda untuk kemudian disulap menjadi kitchen storage. Area vertikal ini bisa diwujudkan pada dinding dapur dengan memasang sejumlah peralatan seperti rak – rak kecil, gantungan, kabinet dapur, dsb. Jika Anda memilih menggunakan rak, Anda bisa membuatnya sendiri dengan menyusun beberapa papan kayu yang dipaku / dilem, kemudian dipasang pada dinding dapur.

Rak ini berguna untuk menempatkan peralatan masak / peralatan makan yang ringan dan tak terlalu besar, misalnya mangkuk, cangkir, tatakan gelas, sendok, dan garpu. Posisikan tingginya dengan tinggi badan dan jangkauan tangan Anda agar benda yang ditaruh di tempat ini mudah diraih.

Apabila Anda ingin membuat rak untuk menempatkan bumbu – bumbu dapur, sebaiknya letakkan rak tersebut jauh dari keberadaan kompor. Karena, suhu panas dari kompor bisa merusak citarasa bumbu – bumbu dapur, serta akan membuatnya cepat mengering / layu sebelum sempat digunakan.

Anda juga bisa menggunakan gantungan (hook) atau canister untuk meletakkan peralatan masak yang masih basah setelah dicuci sebelum menyimpannya di kitchen kabinet. Sebab, jika peralatan masak masih dalam keadaan basah langsung disimpan dalam lemari atau kabinet, dikhawatirkan akan menjadi lembab dan menimbulkan tumbuhnya jamur pada permukaannya.

Peg board / papan pasak bisa juga digunakan untuk menyimpan kitchen appliances. Biasanya, peg board ini terpasang menyatu dengan bagian dalam kitchen kabinet.

2. Kichen cart

Kitchen cart merupakan sebuah tempat penyimpanan yang bisa dipindahkan atau diubah posisinya karena di bagian bawah/kaki – kakinya, terdapat roda, sehigga jika kita ingin memindahkannya, cukup dengan mendorong kitchen cart ini. Kitchen cart akan sangat berguna sebagai tempat penyimpanan tambahan. Pada kitchen cart, bagian atasnya terdapat alas datar terbuat dari bahan kayu atau logam yang memungkinkan kita untuk mengiris dan mengolah bahan makanan di atasnya dalam proses memasak.

Di bagian bawahnya terdapat semacam keranjang yang terbuat dari ring besi atau logam lain, yang bisa digunakan untuk meletakkan kitchen appliances berukuran sedang, seperti piring, baskom, panci, teflon, dsb.

kitchen storage_2

Kitchen Cabinet dengan Berbagai Jenis Storage

3. Laci, kabinet, dan pull-out

Laci – laci yang biasanya terdapat di bawah meja konter atau pulau dapur (kitchen island) sangat berguna untuk dijadikan area menyimpan peralatan masak yang berukuran kecil, seperti beragam jenis pisau (pisau daging, pisau roti), pembuka kaleng, tatakan, sendok, garpu, centong nasi, dan benda – benda kecil lain.

Untuk kabinet dapur (kitchen cabinet), benda ini lebih sering difungsikan untuk menyimpan benda yang berukuran sedang hingga besar. Anda bisa memfungsikan kitchen cabinet ini untuk meletakkan benda – benda yang jarang digunakan setiap hari dan hanya difungsikan pada perayaan atau hari – hari tertentu saja, misalnya satu set teko dan cangkir keramik, toples kaca, piring cadangan, tempat sayur dari kaca, dsb.

Sementara pull – out sejatinya hampir sama dengan laci (drawer) atau bisa disebut perpaduan antara drawer dan kabinet. Hanya, pull-out biasanya diletakkan di sudut – sudut strategis. Pull out ini lebih fleksibel dan dinamis daripada laci biasa. Pullout juga tidak memakan banyak tempat, karena biasanya didesain melekat pada dinding atau menjadi bagian dari dinding itu sendiri, sehingga posisinya agak tersembunyi.

Setelah mengetahui beberapa ide – ide ruang penyimpanan pada dapur, ada baiknya Anda segera mempraktekkannya di rumah. Namun jangan lupa, selalu perhatikan letak antara satu tempat dengan tempat penyimpanan lain, jangan sampai jaraknya terlalu berhimpitan. Selain itu, pastikan keberadaan tempat penyimpanan ini tidak mengganggu mobilitas Anda selama di dapur. Anda juga perlu mempertimbangkan estetika dapur dengan meletakkan semua kitchen appliances di sini, terutama kitchen appliances yang berukuran besar.

Jika ukuran dapur Anda tergolong mungil, sebaiknya letakkan kitchen appliances yang berukuran besar dan jarang digunakan seperti steamer, grill, atau toaster di tempat lain. Ada baiknya Anda membuat sebuah ruangan kecil di dekat dapur khusus untuk meletakkan peralatan masak.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment