Menata dan Mendekorasi Kamar Kos: Rapi, Efektif dan Stylish

kamar-kost_2

Tips bagi pelajar dan mahasiswa dalam menata dan mendekorasi kamar kos agar terlihat rapi, nyaman, dan stylish.

Tinggal di kos atau asrama merupakan pilihan yang harus ditempuh, terutama bagi mereka yang tengah menjalani studi atau kuliah di kota lain yang lokasinya jauh dari tempat tinggal mereka. Kos yang biasa menjadi pilihan mahasiswa biasanya tak terlalu luas. Faktor budget tentu yang menjadi pertimbangan mereka. Tak heran, kos yang biasa ditemui luasnya tak lebih dari 4 x 4 meter, atau 4 x 5 meter, dengan atau tanpa kamar mandi dalam.

Dengan ukuran yang sebegitu mungil, mahasiswa mesti berbagi tempat dengan buku, kasur, komputer, lemari, pakaian, sepatu, dan peralatan – peralatan lain. Jika tak ditata dengan tepat, bukan mustahil kos akan menjadi berantakan.

Meskipun ukurannya kecil, bukan berarti Anda tidak bisa mendekorasi kamar kos agar terlihat stylish. Dengan teknik menata dan mendekorasi kamar kos berikut ini, niscaya kamar kos yang rapi, efektif dan stylish bisa terwujud.

1. Sebelum menata, tanyakan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada kamar kos

Mengingat peran kita sebagai penyewa kamar kos, maka ada beberapa batasan yang mesti kita pertimbangkan. Biasanya pemilik kos menetapkan beberapa peraturan tentang hal – hal apa saja yang boleh atau tidak boleh dilakukan pada kamar kos. Misalnya, pemilik kos melarang menancapkan paku untuk menggantung foto karena hal ini bisa membuat tembok retak, atau melarang mengecat dan mencoret – coret tembok.

2. Tempatkan benda dan furnitur berukuran besar terlebih dahulu

Furnitur dan benda berukuran besar seperti tempat tidur/kasur, meja, kursi, dan lemari mesti dimasukkan dulu ke dalam kamar. Semua benda tersebut mesti diletakkan merapat ke dinding, sehingga menyisakan area yang cukup lapang di tengah. Untuk kasur, pilih yang ukurannya tidak terlalu luas. Anda bisa memilih single size, dengan demikian akan lebih banyak area yang bisa dimanfaatkan. Tempatkan kasur dengan membelakangi jendela. Dengan begitu, sinar matahari tidak akan begitu menyilaukan ketika Anda tidur.

Selanjutnya, posisikan meja dan kursi. Meja yang dipilih bisa meja besar, atau cukup meja kecil yang bisa dilipat jika tidak diperlukan. Jika meja yang Anda pilih merupakan meja lipat kecil, maka Anda cukup duduk secara lesehan di lantai, tanpa kursi. Posisikan meja tersebut di belakang atau di samping jendela. Dengan demikian, sembari membaca buku atau belajar, Anda bisa melihat pemandangan di luar jendela.

3. Pasang karpet, seprei, dan tirai jendela

Karena minimnya space untuk berkreasi dengan dekorasi ruangan, Anda bisa memanfaatkan keberadaan karpet, sprei, dan tirai jendela sebagai elemen dekoratif kamar kos Anda. Integrasikan ketiga aspek ini dengan memasukkan unsur, pattern, motif, dan warna yang selaras, sehingga kamar kos yang mungil tetap terlihat nyaman sekaligus stylish. Hindari penggunaan motif atau pattern yang berukuran besar – besar, sebab akan menciptakan ruangan yang terlihat penuh dan sesak.

Untuk warna, tergantung dengan selera Anda. Bagi Anda mahasiswa perempuan yang girlie, perpaduan warna pink, pastel, atau peach dengan warna merah marun bisa dijadikan alternatif. Sementara bagi mahasiswa pria, perpaduan warna putih atau abu – abu dengan warna hijau bisa dipilih untuk menciptakan nuansa fresh dan memunculkan ide – ide segar.

kamar-kost_1

Desain Interior Kamar Kost atau Apartemen 1 Kamar Tidur (Studio)

4. Maksimalkan storage untuk membuat ruangan terlihat lapang

Karena banyaknya benda seperti buku, alat tulis, kebutuhan pribadi, dan peralatan studi lain, maka maksimalkan storage atau area penyimpanan untuk menyimpan benda – benda tersebut. Area bawah kasur bisa dimanfaatkan untuk menyimpan peralatan pribadi yang jarang difungsikan, seperti hanger, setrika, tas – tas besar, payung, dll.

Bagi Anda yang memiliki banyak sekali koleksi buku, dianjurkan untuk menyediakan lemari buku khusus. Namun jika ruangan tidak menyisakan area yang cukup, Anda perlu membagi – bagi buku Anda ke dalam beberapa lokasi: sebagian di atas meja belajar, sebagian di rak buku yang terpasang di dinding, dan sisanya disimpan dalam kardus yang tertata rapi. Prioritaskan buku – buku yang sering dibaca dan letakkan di meja atau rak buku. Sementara untuk buku yang jarang dibaca, simpan dalam kardus dengan rapi.

5. Kurangi intensitas memajang benda – benda yang memunculkan perasaan homesick

Tinggal jauh dari orang tua kadang memunculkan perasaan homesick. Untuk mengatasinya, sebisa mungkin kurangi hal – hal yang terlalu mengingatkan akan rumah, misalnya boneka, mainan, album foto, dsb. Sebaliknya, tempatkan hal – hal yang dapat memicu semangat belajar dekat dengan kita, seperti buku, proyek yang sudah atau sedang dikerjakan, piagam penghargaan, dan beberapa foto orang tua, saudara, atau teman yang bisa memotivasi belajar.

6. Tambahkan aksesoris bila memungkinkan

Bila masih ada sedikit space tersisa, tambahkan beberapa aksesoris, seperti lampu meja unik, lampu gantung unik, vas bunga, lentera, lukisan dinding, atau wall sticker. Tempatkan aksesoris tersebut secara pas dengan memperhatikan komposisinya. Pastikan keberadaan aksesoris ini tidak terlihat berlebihan yang justru membuat kamar kos terlihat tidak rapi.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

2 Comments

  1. Bay Haqie Akma

    keren boss….thx infonya……

  2. Keren dan bagus tipsnya .. trims

Leave a Comment