Memperbaiki dan Merenovasi Rumah Tua

renovasi-rumah-tua_1

Tips memperbaiki, menata ulang, mendekorasi, dan merenovasi rumah tua dengan melihat bagian – bagian yang rusak dan cara mengatasinya.

Rumah tua yang usianya sudah setengah abad, atau bahkan ratusan tahun, memiliki karakter yang begitu kuat, yang kadang menarik minat sebagian orang untuk tinggal di dalamnya. Namun karena telah berusia tua, wajar bila banyak bagian dan sudut rumah yang sudah rusak, kusam, bahkan hilang.

Beberapa dari kita mungkin mendapatkan warisan rumah orang tua dari kita, dan orang tua kita menyuruh kita untuk tinggal di tempat tersebut. Jika rumah tua tersebut masih dalam keadaan terawat, tentu tidak menjadi persoalan. Lain halnya jika rumah tersebut merupakan rumah tua yang sudah lama tidak ditempati, pasti akan banyak masalah dan kerusakan yang terjadi. Kenalilah permasalahan seputar rumah tua, bagian – bagian yang sering rusak pada rumah tua, dan cara memperbaiki dan merenovasi rumah tua tersebut.

1. Problem pada plafon, lantai, dinding, dan tiang penyangga

Rumah tua yang lama tidak ditinggali biasanya menyisakan problem utama, yakni plafon yang jebol dan lantai yang kotor dan sedikit retak. Di samping itu, kadang disertai dinding – dinding yang sedikit retak dan ditumbuhi lumut. Jika hal ini terjadi pada rumah tua Anda, maka diperlukan pembersihan dan penggantian secara menyeluruh. Untuk plafon dan lantai yang retak, tentu kita mesti melepasnya satu per satu, baru kemudian kita bisa menggantinya dengan yang baru.

Sedangkan untuk dinding yang sudah retak, kita bisa mengatasinya dengan menambal dan memperkuatnya lagi dengan semen. Namun jika keretakannya cukup parah, tentunya dinding tersebut perlu dirobohkan sebelum menimpa orang yang berada di dekatnya. Setelah dinding lama selesai dirobohkan, Anda bisa membangun dinding yang baru.

Satu lagi aspek rumah tua yang rawan rusak saat tergerus usia, yakni tiang penyangga, entah itu tiang penyangga bangunan, maupun tiang penyangga atap. Tiang – tiang pada rumah jaman dulu biasanya dibuat dari kayu – kayu yang cukup besar. Kayu – kayu ini mungkin dari luar terlihat kokoh dan kuat, serta permukaannya masih halus. Namun, siapa sangka jika bagian dalam kayu mungkin sudah habis diserang rayap, yang bisa berakibat tiang mudah roboh sewaktu – waktu. Maka, meskipun terlihat kokoh, disarankan untuk tetap mengecek bagian ini.

2. Permasalahan pada dapur dan kamar mandi

Dapur dan kamar mandi merupakan dua area yang paling sering dan paling cepat tergerus usia. Pada rumah yang tua, dapurnya sering kali mengalami kebocoran pada saluran pembuangan. Selain itu, kran dan saluran air juga kerap mampet atau tersumbat oleh benda – benda asing. Tak hanya sampai di situ, kadang permasalahan di dapur meliputi bak cuci piring yang berlumut, kompor dan rak piring yang berkarat, plafon yang mulai lapuk dan jebol, dsb. Maka, beri perhatian lebih pada area ini. Sebelum diperbaiki, bersihkan dapur secara keseluruhan. Lalu, perbaiki bagian yang rusak dan berkarat. Bila perlu ganti parts yang rusak dengan yang baru.

Kamar mandi juga merupakan area yang biasanya sedikit tak terurus. Lantai kamar mandi sering ditumbuhi lumut, terlebih bila jarang dibersihkan. Selain itu, kran dan saluran air juga kerap bermasalah. Selidiki problemnya satu per satu, lalu mulai perbaiki bagian yang lokasinya paling atas dari kamar mandi (plafon, lampu, shower), lalu berangsur – angsur perbaiki bagian yang ada di bagian bawah (ubin, bath up).

3. Problem pada lighting dan peralatan elektronik lain

Karena lama tidak ditinggali, wajar jika rumah tersebut tidak mendapat pasokan listrik. Hal ini membuat lighting, sistem kelistrikan, AC, dan alat – alat elektronik di dalamnya menjadi rusak karena lama dibiarkan tidak terpakai. Maka, cek sistem kelistrikan di rumah tersebut. Pada sistem lighting atau pencahayaan misalnya. Pencahayaan atau bohlam lampu yang lama tidak digunakan biasanya menjadi menguning dan terdapat sarang laba – laba di sekitarnya. Otomatis hal ini menandakan bahwa bohlam lampu tersebut telah putus. Ganti bohlam lampu yang lama dengan bohlam lampu yang baru.

renovasi-rumah-tua_2

Renovasi Rumah Tua di Harleem, Belanda (by: Baksvan Wengerden) – view 1

renovasi-rumah-tua_3

Renovasi Rumah Tua di Harleem, Belanda (by: Baksvan Wengerden) – view 2

4. Cek kondisi taman, jalan masuk, dan pagar

Dalam merenovasi dan menata ulang rumah tua, kita tidak hanya perlu memperhatikan bagian interior saja. Bagian luar ruangan juga penting untuk diperhatikan. Jika di rumah tua tersebut terdapat taman atau kebun, tentunya mesti Anda bersihkan sebelum menata ulang kebun tersebut. Mengingat lama tidak dihuni, kebun tersebut pastinya menjadi tidak terurus, banyak tumbuhan mati, dan rumput – rumput liar tumbuh di mana – mana. Lakukan pembersihan, lalu lanjutkan dengan membuang tanaman yang mati dan mencabut rumput liar, sehingga lahan nampak kosong dan lapang. Beri sedikit pupuk, lalu olah tanahnya. Setelah didiamkan selama beberapa minggu, tanah siap ditanami kembali dengan tumbuhan yang baru.

Di samping taman, jalan masuk juga merupakan aspek yang mesti dilihat, apakah pavingnya masih bagus atau tidak. Setelah itu, cek juga pagarnya. Jika terbuat dari besi, mungkin saja akan timbul sedikit karat di permukaannya, dan perlu dicat ulang atau diganti. Jika pagar terbuat dari kayu, bukan mustahil kayu tersebut sudah lapuk, mengingat sudah bertahun – tahun terpapar cuaca di luar dan sinar matahari langsung.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment