Memilih Bantal yang Tepat untuk Menunjang Kualitas Tidur

bantal_1

Kenali jenis – jenis posisi tidur, karakter bantal, dan material pengisi bantal yang tepat guna menunjang posisi tidur dan mendapatkan kualitas tidur yang optimal.

Bangun tidur dengan rasa sakit dan kaku pada leher tentu merupakan hal yang sangat tidak menyenangkan dan bisa mengganggu aktifitas sehari – hari. Hal ini bisa dikarenakan penggunaan bantal yang tidak tepat, entah itu karena bantal yang terlalu tipis, atau justru terlalu besar dan keras. Maka dari itu, kita perlu memilih bantal yang tepat untuk menunjang tidur, sehingga kita bisa mendapatkan kualitas tidur yang optimal.

Dengan banyaknya pilihan tipe dan material bantal yang ada, Anda bisa semakin dimanjakan guna memilih bantal yang paling tepat dengan pola tidur Anda. Bahkan, jika dipilih dengan benar, bantal bisa mengurangi timbulnya masalah tidur Anda, seperti otot leher kaku, susah tidur atau mendengkur. Di samping memilih bantal yang tepat, penempatannya pun juga perlu diperhatikan. Bantal mesti diatur posisinya dengan menyesuaikan leher dan kepala Anda.

Pada artikel kali ini, Anda akan menemukan tips bagaimana memilih bantal yang tepat dan memposisikannya pada tempat tidur. Sebelumnya, kenali dulu jenis – jenis posisi tidur, karakter bantal , dan material pengisi bantal yang tepat untuk menyesuaikan dengan masing – masing posisi tidur.

Cari tahu posisi tidur Anda terlebih dahulu

Sebelum pergi ke toko mebel untuk membeli bantal yang nyaman, pastikan Anda mencari tahu posisi tidur Anda. Hal ini jelas berkaitan, misalnya apakah Anda lebih sering tidur telentang, tengkurap, atau menyamping. Orang – orang yang biasa tidur dengan posisi telentang lebih tepat untuk menggunakan bantal yang tak terlalu tebal namun mampu menopang bagian leher, sehingga leher menjadi lebih rileks. Mereka juga bisa memilih bantal dengan tingkat medium-firm yang dilengkapi dengan beberapa rol (permukaan bantal tidak rata) guna menopang bagian leher.

Sementara bagi mereka yang kerap tidur dengan posisi menyamping, sebaiknya pilih bantal yang sangat halus, empuk, dan nyaman, serta memberikan support pada area untuk memposisikan telinga dan bahu. Oleh karena itu, bantal mesti memiliki ukuran yang lebih lebar. Bagi orang – orang yang senang tidur tengkurap, sebaiknya pilih bantal yang flat, sehingga leher tidak terlalu tertekan, hingga melengkung dan membuat otot – ototnya kaku.

Bantal bagi orang yang memiliki masalah tidur

Bagi Anda yang memiliki masalah tidur, terutama masalah mendengkur, disarankan untuk memilih bantal yang memungkinkan posisi leher senyaman mungkin, sehingga saluran atau rongga udara dalam tubuh menjadi lebih lancar, sehingga kita bisa tidur dengan baik tanpa menimbulkan suara alias mendengkur. Bantal khusus untuk mengurangi intensitas mendengkur tidak bisa ditemukan dengan mudah. Beberapa justru dibuat dengan custom-shaped design dengan material poly fiberfill. Selain itu, orang yang mendengkur diharuskan untuk mengganti posisi tidurnya, dari yang semula telentang menjadi menyamping.

Jenis bantal lain yang bisa Anda pilih adalah bantal yang tinggi di bagian atasnya, rendah di bagian bawah yang dekat dengan leher, sementara bagian tengahnya cenderung turun (dip). Bantal jenis ini cukup nyaman dan fleksibel untuk semua jenis posisi tidur.

bantal_2

Bantal Tidur Untuk Kualitas Tidur yang Lebih Sehat

Material bantal yang baik untuk menunjang posisi tidur

Untuk menunjang posisi tidur serta untuk meningkatkan kualitas tidur, coba pilih material pengisi bantal yang disesuaikan dengan preferensi posisi tidur Anda.

  • Bantal kapuk

Di Indonesia, kita telah mengenal jenis bantal kapuk yang banyak dipakai orang – orang terdahulu. Bantal jenis ini memiliki kelemahan, karena mudah menipis serta bisa menyebabkan alergi dikarenakan kapas/kapuknya yang sering berterbangan. Kini, bantal jenis ini semakin langka dipakai.

  • Bantal busa / foam

Yang paling sering kita temui dalam kehidupan sehari – hari adalah bantal berbahan busa atau foam. Bantal foam ini hadir dalam beragam tingkat kepadatan, dari yang sangat padat hingga halus sekali. Salah satu material foam yang bagus adalah memory foam. Bantal ini mampu menyesuaikan lekukan – lekukan pada kepala dan mengurangi titik – titik pressure yang bisa membuat otot kepala dan leher menjadi kaku.

  • Bantal dari bulu burung / bulu angsa

Bantal yang berisi bahan yang terbuat dari bulu angsa (goose down pillows) juga patut untuk dipertimbangkan. Bantal ini mudah diatur kepadatannya, sehingga Anda bisa menentukan bagian mana yang ingin dibuat lebih padat atau lebih halus. Bantal ini sekilas mirip dengan feather pillow (bantal yang berisi bulu unggas / burung), namun lebih halus dan nyaman. Bantal dari bulu angsa ini juga lebih awet dibandingkan dengan bantal bulu. Selain itu, bantal bulu angsa biasanya dipilih bagi mereka yang alergi terhadap bantal bulu.

  • Bantal dari buckwheat husks (sejenis sekam/kulit ari dari gandum)

Bagi mereka yang kerap tidur dengan posisi telentang, bahan buckwheat husks (sejenis sekam/kulit ari dari gandum) mungkin bisa dipilih. Terdengar asing mungkin bagi kita. Namun bantal ini bisa dipertimbangkan untuk dipilih karena sangat fleksibel dan material didalamnya mudah digeser dan disesuaikan dengan fisiologi tubuh.

  • Bantal microfiber gel

Material bantal lainnya yang bisa dipilih adalah microfiber gel. Bantal yang berisi material tersebut meskipun berkali – kali digunakan, namun kepadatan dan bentuknya tak banyak berubah. Bantal ini juga cocok bagi mereka yang alergi bulu atau busa.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment