Membersihkan Dinding Tanpa Membuat Catnya Mengelupas

membersihkan dinding_1

Bahan – bahan alami maupun kimia yang aman untuk membersihkan dinding tanpa membuat catnya mengelupas.

Membersihkan dinding mungkin tergolong hal yang jarang kita lakukan. Dinding biasanya hanya kita cuci atau bersihkan di saat – saat tertentu, misalnya saat terkena noda makanan atau minuman, atau terkena lumpur sisa banjir. Di saat seperti itu, mau tak mau kita harus membersihkan dinding yang terkena noda tersebut.

Noda – noda yang bisa dibersihkan maupun yang tidak bisa

Ada jenis noda – noda tertentu yang bisa dibersihkan, misalnya noda minyak, makanan bersantan, minuman, atau noda lumpur. Sementara untuk noda – noda tertentu seperti coretan spidol, noda lipstik, atau tinta, kadang agak sulit atau bahkan tidak bisa dihilangkan. Satu – satunya menyamarkan noda tersebut adalah dengan mengecat ulang dinding.

Beberapa jenis noda bisa dengan mudah dihilangkan dengan mengelapnya menggunakan tissue atau kain bersih. Namun untuk noda – noda tertentu misal noda makanan berkuah atau noda lumpur, dinding perlu dibersihkan dan dicuci dengan air, biasanya dengan air hangat. Bisa juga kita menambahkan beberapa zat pembersih, baik pembersih alami maupun pembersih kimia. Jika Anda memilih pembersih dinding berbahan alami, Anda bisa memilih baking soda, cuka, atau perasan jeruk. Untuk pembersih dinding berbahan kimia, Anda bisa menggunakan boraks.

1. Baking soda

Seperti yang sudah dijabarkan pada artikel – artikel sebelumnya, baking soda tergolong bahan pembersih ampuh yang bisa diterapkan di mana saja, termasuk pada permukaan dinding. Caranya dengan menambahkan setengah cangkir baking soda ke dalam satu ember air. Aduk hingga rata sampai baking soda tercampur dengan benar. Celupkan spons ke dalam cairan tersebut, dan usapkan pada noda di dinding secara perlahan hingga noda benar – benar menghilang.

Anda juga bisa mengaplikasikan cairan ini untuk membersihkan dinding secara keseluruhan, dimulai dari bagian atas hingga ke bawah dan lakukan dengan gerakan memutar untuk meminimalkan agar cat dinding tidak mengelupas. Setelah semua dibersihkan, diamkan hingga kering. Dinding akan bersih kembali setelah cairan baking soda mengering.

2. Cuka

Sama seperti baking soda, cuka juga memiliki kemampuan sebagai cairan pembersih alami. Namun, cuka memiliki keunggulan karena bisa diterapkan di permukaan dinding yang berlumut dan ditumbuhi jamur. Selain itu, cuka juga bisa digunakan untuk membersihkan sisa – sisa minyak, santan, dan noda makanan pada dinding dapur, backsplash, hingga meja konter dan area di sekitar kompor. Caranya dengan mencampurkan air dan cuka dengan takaran sama alias 1:1.

Celupkan spons ke dalamnya,lalu bersihkan area dinding yang terkena noda dengan spons tersebut. Usapkan spons pada dinding secara lembut dan gerakan memutar. Khusus untuk membersihkan noda yang benar – benar membandel, bersihkan dengan cuka saja tanpa diberi tambahan air. Usapkan dengan spons dengan gerakan memutar agar cat tidak mengelupas.

3. Boraks

Mendengar istilah borax tentu Anda langsung teringat dengan bahan kimia yang biasa diselewengkan dan digunakan sebagai pengeras bakso. Padahal, boraks – atau Sodium Borate- sebenarnya merupakan cairan pembersih yang ampuh mengangkat noda. Boraks mampu membersihkan noda dinding dengan hasil yang sama dengan bahan pembersih lainnya. Boraks biasa digunakan untuk dinding yang terkena lumpur, lumut, dan jamur, serta kotoran yang membandel. Caranya dengan menambahkan seperempat cangkir boraks ke dalam ember berisi 2 cangkir air hangat.

Campurkan bahan tersebut hingga boraks benar – benar tercampur dengan air. Celupkan spons dan cuci dinding yang terkena kotoran secara perlahan dan berhati – hati. Jika Anda mengaplikasikan cairan ini pada dinding berlumut atau berjamur, biarkan cairan boraks ini melekat pada dinding semalaman. Kemudian, keesokan harinya, siapkan air bersih dengan suhu normal, bilas dinding denga air tersebut guna menghilangkan sisa – sisa boraks, lumut, dan jamur pada dinding.

4. Air jeruk lemon

Air perasan jeruk lemon bisa juga digunakan untuk membersihkan dinding sama bersihnya dengan baking soda atau cuka. Caranya cukup mudah, yakni peras jeruk lemon dan tampung sari buahnya, kemudian campurkan dengan air dengan perbandingan 1 : 1, lalu aduk hingga rata. Tuangkan cairan ini ke dalam botol spray. Semprotkan spray pada permukaan dinding yang terkena noda, khususnya noda – noda seperti minyak, santan, lemak, dan sisa makanan atau minuman. Setelah noda – noda mulai terkelupas, usap dengan kain bersih atau spons. Paska diusap dengan kain, Anda tak perlu membilas dinding tersebut dengan air. Cukup biarkan kering dengan sendirinya.

Tips sebelum membersihkan dinding:

  • Agar Anda merasa yakin bahwa bahan pembersih di atas cukup aman bagi dinding rumah Anda, Anda bisa mencobanya pada dinding Anda. Dan bila terdapat tanda – tanda cat akan mengelupas, segera hentikan penggunaan bahan tersebut.
  • Selalu gunakan sarung tangan karet saat membersihkan dinding, bila perlu, gunakan juga masker.
  • Saat Anda membersihkan dinding yang berlumut atau berjamur, buka jendela agar sirkulasi udara menjadi baik dan mempercepat pengeringan cairan pada dinding.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment