Membersihkan dan Merapikan Loteng Dengan Mudah dan Cepat

attic_1

Tips dan langkah – langkah untuk membersihkan dan merapikan loteng dengan mudah dan cepat.

Loteng adalah area di antara plafon dengan atap rumah. Bagi kebanyakan rumah di Indonesia, loteng mungkin jarang difungsikan dan hanya dibiarkan kosong begitu saja. Padahal, loteng bisa dimanfaatkan untuk menyimpan barang yang tak terpakai, sehingga fungsinya mirip seperti gudang. Di luar negeri, loteng atau attic bahkan dimanfaatkan untuk kamar tidur tambahan yang ukurannya kecil namun fungsional. Jadi, jangan heran jika ada kamar yang posisinya nampak menyembul di langit – langit rumah.

Loteng yang dimanfaatkan sebagai gudang biasanya akan menjadi penuh dan sesak, apalagi jika jarang dibersihkan. Bukan mustahil loteng akan menjadi lahan yang subur bagi tumbuhnya jamur dan menumpuknya sarang laba – laba. Tips dan langkah – langkah membersihkan loteng kali ini mungkin bisa membantu Anda membersihkan sekaligus merapikan loteng dan barang – barang di dalamnya dengan mudah dan cepat.

1. Sebelum membersihkan, keluarkan semua barang di dalam loteng

Kadang, di dalam loteng kita menyimpan terlalu banyak barang. Hal ini membuat loteng menjadi penuh dan barang – barang di dalamnya pun menjadi berjubel dan tidak tertata. Dalam membersihkan loteng, agar lebih mudah, pastikan Anda mengeluarkan semua barang dan kardus – kardus dari loteng. Bongkar semua benda yang masih ada dalam kardus, lalukan penyortiran singkat. Simpan benda atau barang yang masih berfungsi.

Barang – barang yang masih baik namun sudah tidak diperlukan sebaiknya dijual. Jangan ragu untuk membuang barang – barang yang memang sudah tidak ada manfaatnya. Sediakan kantong yang besar untuk menampung benda – benda yang sudah sepenuhnya rusak dan tidak bisa dipakai lagi.

attic_2

Pencahayaan Pada Area Loteng (Attic)

2. Nyalakan pencahayaan di dalam loteng

Kondisi loteng yang lembab dan gelap tentu menyulitkan kita dalam membersihkannya. Anda perlu menempatkan lampu di beberapa sudut untuk membantu Anda selama proses membersihkan loteng. Anda bisa menggunakan lilin, namun karena lilin mudah roboh dan rentan membakar bagian – bagian loteng, disarankan menggunakan lampu emergency atau senter berukuran cukup besar sebagai pencahayaan yang lebih aman.

3. Bersihkan loteng dengan menggunakan vacuum cleaner

Alat apapun bisa digunakan untuk membersihkan loteng, misalnya sapu atau kemoceng, tergantung luas area yang akan Anda bersihkan. Sebaiknya bersihkan loteng dari kotoran dan sampah yang berukuran besar seperti bangkai hewan (tikus, cicak), lalu lanjutkan dengan membersihkan kotoran yang berukuran lebih kecil dan debu – debunya. Agar lebih optimal dalam membersihkan debu dan kotoran, Anda perlu menggunakan vacuum cleaner untuk membersihkan loteng.

Vacuum cleaner mampu membersihkan debu lebih optimal karena langsung menyedotnya dengan tuntas. Vacuum cleaner bisa menyedot debu, sisa – sisa kayu yang keropos, kotoran, dsb. Bersihkan loteng dengan vacuum cleaner mulai dari bagian atas sampai bawah, sela – sela lubang udara / ventilasi, hingga sudut – sudutnya.

4. Lakukan inspeksi singkat mengenai bagian yang keropos atau lapuk dimakan rayap

Dengan kondisi udara yang lembab dan minim cahaya, jamur mungkin saja tumbuh pada konstruksi loteng yang terbuat dari kayu. Hal ini menyebabkan konstruksi loteng menjadi lapuk, keropos, dan mudah patah sewaktu – waktu. Cek juga apakah ada bagian loteng yang menganga / terbuka dan bisa diakses dengan bebas dari luar. Hal ini memungkinkan air hujan masuk dan merembes, yang bisa mengakibatkan loteng menjadi basah saat musim hujan.

Adanya lubang yang menganga juga memungkinkan hewan liar untuk masuk ke dalam loteng. Maka, segera tutup lubang tersebut sebelum membesar.

Selain itu, ancaman rayap juga bisa menjadi pemicu keroposnya konstruksi loteng. Jika terindikasi adanya rayap, segera taburkan anti rayap di sekelilingnya. Struktur atau bagian loteng yang sudah lapuk sebaiknya segera ditambal / diganti dengan yang baru sebelum kerusakan yang lebih parah yang bisa mengancam keselamatan jiwa.

5. Jika area loteng terlalu lembab, keringkan dengan kipas angin / dehumidifier

Jika area loteng terlalu pengap dan lembab akibat rembesan air hujan, Anda perlu mencari kipas angin dan dehumidifier dan memasangnya sementara di dalam loteng hingga kondisi loteng benar – benar stabil dan kering. Dehumidifier tentu lebih cepat dalam menyerap kelembaban dan membuat kondisi loteng menjadi lebih netral, tidak terlalu kering maupun terlalu lembab.

Loteng yang terlalu lembab menyebabkan tumbuhnya lumut dan jamur yang bisa merusak barang – barang yang kita simpan di sini. Dengan memasang dehumidifier, kita juga bisa mematikan spora jamur yang masih tersisa di dalam ruangan. Dengan begitu, jamur tak akan tumbuh lagi.

6. Jika loteng telah bersih dan kering, masukkan barang – barang yang sudah tertata dalam kardus

Jika loteng sudah selesain dibersihkan, kini Anda siap menata loteng dengan rapi dan mengisinya kembali dengan barang – barang yang sudah Anda keluarkan sebelumnya. Masukkan barang – barang yang besar terlebih dahulu. Untuk barang – barang yang berukuran kecil, masukkan dalam kardus – kardus dan beri label atau penanda sesuai dengan kategori barang. Hal ini tentu memudahkan Anda dalam mencari barang tersebut ketika dibutuhkan.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment