Membangun Sebuah Pantry yang Simple dan Kompak di Rumah

kitchen pantry (1)

Tips, bahan, dan langkah – langkah dalam membuat pantry yang sederhana di rumah.

Pantry merupakan sebuah dapur mini namun dengan beberapa peralatan dapur yang terbatas. Pantry lebih banyak kita temui di kantor atau apartemen yang berukuran tidak terlalu besar. Karena keterbatasan alat dan ukurannya yang tak terlalu luas, Pantry ini biasanya digunakan untuk menyiapkan minuman atau makanan instan.

Mengingat ukurannya yang mungil, kita pasti tahu bahwa kita tak bisa menaruh banyak alat – alat masak, alat makan, maupun bahan makanan di sini. Untuk itu, diperlukan keahlian dalam mendesain sebuah pantry yang kompak sehingga Anda bisa memanfaatkan setiap sudut yang ada di pantry ini untuk digunakan menyimpan alat dan bahan makanan.

Kali ini, kita akan menyuguhkan sebuah ide mendesain pantry yang simple, minimalis, dan kompak. Jangan lupa, siapkan bahan dan alat pertukangan di bawah ini. Mengenai bahan yang digunakan, Anda bisa bereksperimen yang disesuaikan dengan kebutuhan Anda masing – masing.

Alat dan barang yang dibutuhkan:

– lemari dinding / kloset
– lembaran plastik berukuran lebar
– palu
– Box cutter
– gergaji
– kayu lapis / triplek setebal 3/8 inchi
– lem kayu
– skrup
– fiberboard (papan serat)
– Kayu setebal 1 hingga 2 inchi dengan panjang yang bervariasi
– paku dinding
– hardware yang digunakan sebagai pull-out shelves
– router atau Dremel
– drill
– paku untuk papan kayu dengan berbagai ukuran
– trim kayu
– pintu kabinet

pantry hitam+motif kayu

Pantry Cabinet Mungil di Area Dapur

Langkah – langkah:

1. Tentukan lokasi pantry

Lokasi pantry haruslah tidak boleh jauh dari lokasi ruang tamu atau ruang keluarga. Hal ini demi memudahkan Anda dalam membuat makanan atau minuman dan menyajikannya secara cepat.

2. Blok lokasi yang Anda pilih dengan lembar plastik

Blok lokasi yang akan Anda pilih dengan menggunakan plastik, mulai dari langit- langit hingga ke dinding. Gunakan perekat agar plastik menempel erat di tepian dinding. Mengapa langkah ini diperlukan? Alasannya yakni untuk mencegah debu dari tembok agar tidak berterbangan selama dilakukan renovasi.

Dengan menggunakan palu, pukul – pukul drywall tersebut. Hal ini diperlukan untuk memasang kloset / lemari dinding. Pastikan bahwa lokasi pemasangan kloset ini jauh dari jalur sistem pipa atau kabel – kabel. Agar terlihat rapi, Anda bisa memotong pinggirannya dengan cutter atau gergaji.

3. Lakukan pengukuran

Ukur ruang kosong yang akan Anda jadikan pantry. Perkirakan tinggi, lebar, dan panjangnya. Bila bentuk ruangan tidak berupa persegi, Anda mungkin harus melalukan pengukuran yang lebih detail dari berbagai sudut.

4. Tentukan konsep pantry Anda

Dalam menentukan desain atau konsep pantry, sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Cari tahu barang apa saja yang ingin Anda tempatkan di pantry dan seberapa luas area yang dibutuhkan untuk menempatkan barang tersebut. Misal, Anda ingin menempatkan sebuah coffe maker, pastinya diperlukan space yang cukup besar. Kemudian, pertimbangkan aktifitas apa yang Anda inginkan di pantry ini termasuk jenis makanan atau minuman yang memungkinkan untuk dibuat di sini. Sehingga, Anda bisa membuat sebuah lemari khusus yang digunakan untuk mengakomodasi bahan makanan atau minuman yang ingin Anda buat, misal kopi instan, gula, teh celup, dan mie instan.

5. Pasangkan triplek

Pasang triplek di masing – masing sisi, dasar, hingga bagian atas pantry. Rekatkan dengan menggunakan skrup. Triplek ini mungkin akan terlihat sangat sederhana, maka jika Anda menginginkan tampilan yang sedikit stylish, Anda bisa menggunakan kayu / triplek yang sudah dilaminasi / di pernis.

6. Buat rak pada dinding

Pembuatan rak adalah tahapan yang paling susah karena kita mesti yakin bahwa rak tersebut cukup kuat ketika digunakan untuk menyimpan barang dan bahan makanan, misal toples gula, makanan kaleng, hingga termos. Dalam membuat rak ini, gunakan papan serat. Pastikan setiap rak dibuat sekali waktu, sehingga tiap sisinya bisa merekat kuat. Jangan lupa, ketika memasang hardware pull-out shelves, lakukan secara benar dan tes apakah harware tersebut sudah terpasang dengan baik, yakni ketika laci mudah dibuka.

7. Dengan menggunakan skrup dan lem kayu, satukan masing – masing rak yang sudah dibuat pada dinding dengan menggunakan paku dinding.

Pastikan Anda tidak memasangnya terlalu keras agar tak membuat laci yang Anda baru Anda buat menjadi rusak. Khusus untuk menyimpan barang – barang berukuran besar (pan, toples besar) buat sebuah rak atau laci nonsliding / tak geser.

8. Buat finishing

Sebagai tahap akhir (finishing) dalam mendesain pantry, pasang molding di tiap tepian drywall. Bisa juga Anda menambahkan cupboard doors yang sudah jadi atau Anda buat sendiri. Sebagai gantinya, Anda bisa menambahkan tirai yang lebih mudah diinstal.

Tips dan peringatan:

  • Pembuatan pantry ini membutuhkan alat dan bahan serta konsep yang matang. Jadi lakukanlah persiapannya jauh – jauh hari.
  • Pada beberapa bagian, misalnya pada pembuatan rak, hal ini mesti dilakukan sekali waktu agar bentuk dan ukurannya lebih presisi.
  • Selalu gunakan peralatan keamanan, misalnya respirator dan eye protection saat menggunakan alat – alat pertukangan, terutama saat memotong drywall.

Selamat mencoba 🙂

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment