Print This Article Print This Article Email This Article Email This Article
Home » Architectaria, Architecture, Desain Rumah, Healthcare, Home Improvement, Home design, Tips Rumah

Membangun Rumah Yang Sehat – Sirkulasi Udara Dalam Ruangan Serta Pengaturan Ruang Berdasarkan Sinar Matahari

4 July 2009 20,663 views 12 Comments

Villa Modern TropisKetika akan membangun rumah, semua orang tentunya mengharapkan jika rumah yang dibangun tersebut nantinya bisa memenuhi dan disebut sebagai rumah yang indah, sehat dan nyaman. Untuk aspek keindahan tentunya bersifat relatif, karena pandangan seseorang biasanya tidak sama jika menyangkut soal keindahan bangunan. Tapi jika menyangkut aspek kesehatan, biasanya standarnya adalah seragam. Dalam hal ini, kita mungkin akan sepakat bila rumah yang sehat itu memenuhi beberapa kriteria, diantaranya: sirkulasi udara yang baik, ruangan yang mendapat cukup cahaya alami dari matahari, tata letak ruangan yang memudahkan pergerakan penghuni untuk beraktifitas, tersedianya lahan terbuka untuk menanam tanaman, dsb.

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang membangun rumah sehat dengan tinjauan pada sirkulasi udara (penghawaan) dan pencahayaan alami pada ruangan-ruangan didalam rumah tersebut.

Sirkulasi Udara (Penghawaan)

Sistem sirkulasi udara pada bangunan rumah tinggal biasanya didapatkan melalui ventilasi atau lubang angin. Untuk ruangan diwilayah terluar bangunan menggunakan ventilasi untuk mengalirkan udara, sementara untuk ruangan yang posisinya ditengah bangunan bisa menggunakan channel penangkap angin, atau biasa disebut saluran penangkap angin atau menara penangkap angin. Untuk membuat udara bisa mengalir alami biasanya lubang ventilasi dibuat pada dua buah bidang dinding. Perbedaan tekanan didalam dan diluar bangunan akan membantu udara mengalir dari ventilasi pada bidang dinding yang satu menuju vetilasi pada bidang dinding yang lain. Jumlah ventilasi udara pada bangunan (rumah) harus cukup untuk mendukung proses sirkulasi udara , mengalirkan udara segar dari luar kedalam ruangan.

Living Area

Bentuk ventilasi udara yang biasa digunakan adalah jendela konvensional dengan daun jendela dari kaca atau panel kayu yang bisa dibuka lebar pada siang hari. Kemudian ada pula jendela bouvenlicht, yaitu jendela dengan 2 bilah kaca yang memiliki celah diantara keduanya yang memungkinkan terjadinya pertukaran udara. Bouvenlicht biasanya dipasang pada kamar mandi atau toilet. Ada pula jenis jendela kaca nako dengan bilah-bilah kaca yang bisa dibuka tutup. Selain itu, juga bisa dibuat ventilasi udara berbentuk lubang kisi-kisi angin dengan susunan horizontal pada dinding bangunan. Metode untuk membuat lubang ventilasi juga bervariasi mulai dengan membuat lubang dinding, kusen kayu dengan kisi-kisi arah horizontal , ataupun menggunakan rooster dari bahan beton, metal, aluminium atau kayu.

Sistem yang paling baik digunakan untuk merancang sistem sirkulasi udara (penghawaan) yang alami adalah dengan sistem ventilasi silang (cross ventilation), pada sistem ventilasi silang sirkulasi udara diatur sedemikian rupa agar bisa mengalir dari satu titik ventilasi udara menuju titik ventilasi udara lain, dan begitu sebaliknya. Dengan adanya perbedaan tekanan didalam dan diluar bangunan, maka aliran udara tidak akan ‘terjebak’ di dalam rumah, yang menyebabkan rumah terasa pengap dan panas. Cara yang lain juga bisa dilakukan dengan membuat taman yang disertai void di dalam rumah, taman dan void didalam rumah akan membantu proses sirkulasi udara ditengah-tengah ruangan didalam rumah yang berjarak lumayan jauh dari bidang dinding.

Jika penggunaan ventilasi udara dirasakan masih kurang, maka dapat dilakukan cara-cara alternatif yaitu metode ventilasi aktif dengan menambahkan exhauster (exhaust fan dibagian dinding atau blower dibagian atap) yang secara aktif dengan bantuan energi listrik akan menyedot dan mengalirkan udara keluar dari dalam ruangan, untuk dipaksa bertukar dengan udara yang lebih segar dari luar melalui lubang ventilasi.

Bila rumah anda berada didaerah perkotaan dan kondisi di rumah anda memang benar-benar tidak memungkinkan untuk menggunakan penghawaan alami (faktur polusi, kepadatan atau tingkat kerapatan bangunan yang tinggi), anda dapat menggunakan sistem penghawaan buatan seperti Air Conditioner (AC). Tentu harus direncankan dengan jelas berapa kapasitas dan jumlah Air Conditioner yang akan dipergunakan. Berikut adalah cara yang dapat anda gunakan untuk menghitung kebutuhan AC dalam sebuah ruangan:

Misalkan ukuran ruangan 3m x 4m.

Luas ruangan = Panjang ruangan x lebar ruangan
Luas ruangan = 4m x 3m = 12 m²

Koefisien BTU (British Thermal Unit) » 500 BTU untuk 1 m² luas ruangan

Kapasitas AC = Luas Ruangan x Koefisien BTU
Kapasitas AC = 12 m² x 500 BTU
Kapasitas AC = 6000 BTU

Kapasitas standar AC yang tersedia dipasaran, diantaranya adalah:

- AC kapasitas ½ PK setara dengan 5000 BTU
- AC kapasitas ¾ PK setara dengan 7000 BTU
- AC kapasitas 1,0 PK setara dengan 9000 BTU

Maka ruangan dengan luas 12 m²  membutuhkan AC dengan kapasitas 6000 BTU » Pakai AC ¾ PK

Karena luas ruangan (L) = 12 m² dan kapasitas AC yang dibutuhkan sebesar 6000 BTU, sebaiknya kita membeli AC ¾ PK. Tidak perlu menggunakan AC 1 PK karena akan terjadi pemborosan daya, jangan juga memasang AC ½ PK, karena kinerja AC kurang cukup untuk mendinginkan ruangan.

Pencahayaan

Seperti halnya sirkulasi udara (penghawaan), pencahayaan pada ruangan sebaiknya bersumber pada cahaya alami. Sehingga selain sehat juga dapat menghemat energi. Tidak perlu menyalakan lampu di siang hari. Bagaimanapun juga kita beruntung tinggal di wilayah yang kaya akan sinar matahari sepanjang tahun. Selain sebagai sumber vitamin D, sinar matahari juga bisa berfungsi untuk membunuh beberapa jenis jamur dan bakteri negatif. Cahaya alami (yang berasal dari matahari) yang masuk ke dalam ruangan dapat membersihkan ruangan sekaligus menghangatkan ruangan agar tidak lembab.

Modern Window Treatment

Untuk itu pada setiap ruangan sebaiknya dibuat jendela kaca yang berhubungan dengan ruang luar. Dalam menentukan besar dan letak jendela, harus diperhatikan arah matahari. Cahaya matahari yang langsung dari barat akan membuat ruangan sangat panas. Gunakan kanopi/overstek jendela untuk menaungi jendela dari cahaya matahari langsung dan menjaga ventilasi jendela dari tempias ketika musim hujan.

Jendela kaca adalah salah satu elemen bangunan yang fungsinya sebagai tempat masuknya cahaya matahari kedalam rumah. Selain itu juga dapat pula digunakan void di ruangan yang tidak memungkinkan untuk dipasangi jendela, misalnya karena dibatasi oleh tembok rumah tetangga anda. Cara lain ialah dengan menggunakan skylight atau atap genteng kaca ataupun penggunaan bahan polycarbonat pada atap carpot di rumah anda. Penggunaan sekat dinding berbahan kaca ataupun glass block juga bisa dikategorikan sebagai komponen pencahayaan, sekaligus sebagai salah satu ornamen arsitektur yang yang banyak diaplikasikan pada desain rumah-rumah modern saat ini.

Perencanaan Dan Pengaturan Ruangan Berdasarkan Arah Sinar Matahari

Kita semua tentu mengerti bahwa matahari bergerak dari timur ke barat selama 12 jam setiap hari. Sinarnya yang melimpah itu dapat membawa banyak manfaat bagi manusia, termasuk pada rumah. Tapi jika tidak ditangani dan dimanfaatkan dengan benar, sinar matahari justru akan menimbulkan ketidaknyamanan karena berpotensi meningkatkan suhu didalam ruangan. Untuk itu ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan posisi ruang dan bukaan-bukaan berdasarkan arah sinar matahari.

Denah Rumah

a. Ruang Tidur

Agar sinar matahari pagi dapat masuk ke ruang ini, letakkan ruang tidur di sebelah tenggara sampai timur laut. Sinar yang masuk membuat anda tidak malas bangun pagi. Selain itu, sisi ini tidak menerima panas sore hari sehingga nyaman jika digunakan untuk beristirahat.

b. Ruang Keluarga, Rg Tamu, dan Rg Makan

Ruang bersama sebaiknya berada disisi barat laut atau barat daya. Pada posisi ini ruang akan mendapatkan penerangan alami dan hangat. Tapi untuk mengurangi panas pada sisi barat, perlu adanya pengolahan khusus misalnya pemakaian material peredam panas atau pemakaian kisi-kisi angin.

c. Kamar Mandi

Biasanya kamar mandi adalah area yang tingkat kelembaban-nya tinggi, maka area ini paling baik jika mendapat sinar matahari langsung. Letakkan kamar mandi pada sisi barat atau timur.

d. Dapur

Dapur dengan peralatan memasaknya berpotensi menjadi ruang bersuhu tinggi, maka pilihan terbaik adalah pada sisi utara atau selatan.

e. Ruang Penunjang/ Servis

Ruang ini memang menjadi prioritas kedua setelah ruang-ruang utama telah terlebih dulu ditempatkan. Sisi barat yang kurang nyaman bagi manusia-karena terlalu panas-menjadi tempat ideal untuk ruang cuci dan jemur, agar tidak lembab dan cucian cepat kering.

f. Bukaan-bukaan

Secara umum, bukaan seperti pintu atau jendela sebaiknya berada di sebelah utara atau selatan karena tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Jika terpaksa bukaan pintu dan jendela berada pada posisi utara atau selatan, maka dapat ‘diakali’ dengan meng-install tirai (shade atau blind) pada bukaan pintu atau jendela yang materialnya dominan kaca. Sehingga intensitas cahaya matahari yang masuk kedalam rumah atau ruangan dapat diatur sedemikian rupa.

Demikianlah artikel tentang perencanaan bangunan rumah sehat kali ini, pada artikel berikutnya saya akan menulis tentang perencanaan rumah tinggal yang sehat dari sisi desain tata letak (lay out) dan sanitasi.

Tags: ‘Desain Rumah Tinggal’ ‘Desain Rumah Sehat’ ‘Desain Rumah Tinggal Yang Sehat’ ‘Pencahayaan Alami Dalam Rumah’ ‘Sirkulasi Udara Dalam Rumah’ ‘Penghawaan Alami Untuk Rumah’ ‘Desain Rumah Modern’ ‘Desain Rumah Tropis’ ‘Desain Rumah Modern Tropis’ ‘Denah Rumah Tropis’ ‘Rumah Hemat Energi’ ‘Desain Rumah Hemat Energi’ ‘Rumah Ramah Lingkungan’ ‘Desain Rumah Ramah Lingkungan’ ‘Eco-Friendly Home Design’

Architectaria - Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Tags: Desain Rumah Tinggal, Desain Rumah Sehat, Desain Rumah Tinggal Yang Sehat, Pencahayaan Alami Dalam Rumah, Sirkulasi Udara Dalam Rumah, Penghawaan Alami Untuk Rumah, Desain Rumah Modern, Desain Rumah Tropis, Desain Rumah Modern Tropis, Denah Rumah Tropis, Rumah Hemat Energi, Desain Rumah Hemat Energi, Rumah Ramah Lingkungan, Desain Rumah Ramah Lingkungan, Eco-Friendly Home Design

Related Articles:

12 Comments »

  • Adie Bastian said:

    Halo salam kenal sebelumnya,

    Artikel yang sangat menarik..

    Membangun rumah sehat memang sangat penting, kalau rumah mewah yang sehat mungkin wajar, tapi yang luar biasa adalah kalau bisa membangun rumah sederhana yang sehat.

    Karena kalau dilihat, kebanyakan rumah sederhana kelas menengah kebawah dibangun asal-asalan saja. Butuh perhatian dan partisipasi dari banyak pihak untuk mendukung gerakan pembangunan rumah sehat, terutama rumah sederhana sehat bagi kalangan menengah kebawah.

    Regards,

    AB

    Jawab:

    Terima Kasih telah berkunjung dan memberikan komentar.

    Warm Regards,

    Architectaria

  • Bryan said:

    wah artikelnya bagus sekali

  • Roni said:

    Dapat inspirasi baru, ternyata penggunaan AC didalam ruangan ada perhitungannya juga yah?

    Tapi untuk kondisi saat ini, apalagi didaerah perkotaan, penggunaan Air Conditioner sepertinya sudah menjadi kebutuhan wajib.. Bukan hanya karena suhu lingkungan yang panas, tapi juga ada alasan lain tentang penggunaan AC, yaitu alasan bahwa AC juga dapat membersihkan ruangan dari unsur-unsur polutan seperti debu, kotoran, dsb.

    Thanks for this great article.

  • Richard said:

    Its really informative articles.

    Thanks for the passing this information to us…

  • Dimaz said:

    Desain rumah yang indah dan kokoh memang perlu, tapi perencanaan rumah yang sehat juga perlu.

    Salam kenal,

    Dimaz

  • azwar said:

    tks ya atas artikel rumah sehatnya, sekali2 donk tolong dibahas bagaimana cara membangun rumah yang dibuat untuk kost2 an tentunya yang sehat juga. tks kalo mau merespon permintaan saya.

  • iqbal said:

    assalamu’alaikum

    salam kenal…
    saya minta bantuan. membuat rumah dengan ukuran tanah 6m x 25m. saya ingin di rumah saya itu ada
    taman
    4 buah kamar
    2 buah wc & kamar mandi
    1 buah tempat mencuci pakaian
    dapur dan ruang makan
    sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih ….
    mohon di respon…..
    assalamu’alaikum

  • Rury said:

    Gambar desain rumahnya OK banget yah, interiornya juga clean dan homey banget. Kombinasi desain arsitektur dan interior yang keren, bagus banget.. ^_^

  • Helga said:

    Desain arsitektur bangunan yang inspiring dan keren banget.. Good work!

  • Hexza Edi said:

    Melihat kondisi perumahan saat ini memang sudah sangat berkembang. namun banyak sekali rumah-rumah yang di desain tanpa memperhatikan lingkukan, aspek kesehatan rumah dan penghuninya.
    Dengan membaca artikel yang sudah ada ini, semoga seorang arsitek sadar bahwa untuk membuat sebuah bangunan Rumah tidak hanya sebatas desain fasade yang bagus dan menarik saja. Namun juga dapat merencanakan rumah yang Sehat, Ramah lingkungan dan hemat Energi..

  • Nano Suharyadi said:

    saya sangat prihatin dengan kondisi orang2 yang penghasilannya rendah dan belum punya rumah (tuna wisma). Apakah kelompok semacam mereka bisa memiliki rumah yang layak, mengingat kenaikan harga properti (tanah dan rumah) terutama dikota0kota besar?

    jika kenaikan harga tanah dan rumah tidak berbanding dengan peningkatan penghasilan, bukan mustahil jika 5 tahun mendatang, masyarakat (kelas menengah dan bawah) yg jumlahnya sangat banyak tidak mampu untuk membeli rumah..

    Jawab:

    Untuk harga rumah sepertinya masih bisa dicari alternatif atau solusi agar harganya terjangkau pak.. Tapi harga tanah itu yang susah untuk dikendalikan kenaikannya.. :)

    Regards,

    Architectaria

  • Benny said:

    Terima kasih atas share artikelnya.
    Saya mohon bantuannya. Saya hendak membangun rumah di sebidang tanah ukuran 10 x 12 m di daerah Bekasi.
    Sayangnya, tampak mukanya menghadap ke barat.
    Sisi timur dan sisi selatan menempel dgn bangunan tetangga.
    Sisi utara dan sisi depan berupa jalan.
    Saya berharap agar isi bangunan bisa sejuk tanpa perlu AC.
    Kira-kira seperti pengaturan ruangan dan sirkulasi udaranya agar didapatkan bangunan yg sehat dan hemat energi.
    Terima kasih sebelumnya.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

Arsitek, Desain Arsitektur, Arsitek Dan Perencana, Desain Interior, Interior Desain, Interior Desainer, Desainer Interior, Architect, Interior Designer, Civil Engineer, Project Planner, Architect And Planners, Gambar Desain Arsitektur 3D, RAB (Rencana Anggaran Biaya), Renovasi Rumah, Desain Rumah Tinggal, Desain Toko, Desain Restoran, Desain Restaurant, Desain Kantor, Bangun Rumah Tinggal, Desain Rumah Minimalis, Desain Rumah Mungil, Desain Rumah Kecil, Modern, Murah, Sederhana atau Desain Rumah Mewah, Art Deco, Classic, Country, Contemporary, Ethnic, Mediterranean, Modern, Minimalist, Retro, Tropical, Victorian, Traditional, Etnik, Retro, Rumah, Home Interior, Home Accessories, 3D interior, Konsep Interior, Interior Warna Cat, Wallpaper, Kolam Ikan, Kolam Renang, Seni Interior, Pintu, Plafon, Foyer, Kamar/Ruang Tamu, Kamar Anak, Kamar Bermain, Meja Kerja, Meja Makan, Kursi Makan, Ruang Makan, Ruang Tidur, Bedroom, Bath room, Tempat Tidur, Lemari, Almari, Backdrop, Backwall, Sofa, Daybed, Puff, Desain Dapur, Kitchen Set, Desain Dapur dan Kitchen Set, Pantry, Home Theater, Ruang Rapat, Ruang Direktur, Ruang Staff, Ruang Reseptionis, Lobby, Ruang Kerja, Interior Kantor, Desain Arsitektur Rumah Tinggal (2D, 3D), Desain Toko, Desain Kantor, Desain RuKan/Ruko, Desain Restaurant, Bangun Rumah Baru, Renovasi Rumah, Desain Rumah Minimalis, Desain Rumah Tropis, Desain Rumah Mediterania, Desain Rumah Klasik, Desain Rumah Mungil, Desain Rumah Kecil, Desain Rumah Biaya Murah, Desain Rumah Mewah, Desain Rumah, Interior Rumah, Desain Interior Rumah, Desain Interior untuk Kamar Bayi , Desain Interior Kamar Anak , Desain Interior Dapur , Desain Interior Ruang Perpustakaan , Desain Interior Ruang Keluarga , Desain Interior Kamar Tidur, Desain Furniture Rumah, Denah Rumah, Layout Rumah, Gambar Rumah, Sketsa Gambar Rumah, Sketsa dan Layout Rumah, Jasa Arsitek Desain Rumah , Cari Gambar Rumah, Model Rumah, Sketsa Rumah dan Layout Rumah, Bangun Rumah, Jasa Bangun Rumah, Konsultan Arsitek, Konsultan Arsitektur, Konsultan Arsitek dan Perencana, Konsultan Rumah, Konsultan Bangunan dan Kontraktor, Kontraktor Rumah, Kontraktor Bangunan, Kontraktor Interior, Interior Accessories, Home Accessories, Kitchen Accessories, Home Accents, Room Design, Curtains, Kitchen Designs, Window Treatments, Office Accessories, Bathroom Accessories, Home Furnishing, Living Room Sets, Bedroom Sets, Chairs, Tables, Lamps, Coffee Tables, End Tables, Dining Room Sets, Beds, Bed Frames, Table Lamps, Wall Lamps, Patio, Dining Room Table, Furniture (Home Furniture, Modern Furniture, Home Office Furniture, Home Patio Furniture, Dining Room Furniture, Bedroom Furniture, Living Room Furniture, Wood Furniture, Contemporary Furniture, Leather Furniture, Custom Furniture, Office Furniture, Unfinished Furniture, Outdoor Furniture, Indonesian Furniture).