Membangun dan Merenovasi Rumah ala Desainer
Author: Arch. AriaAdakalanya ketika sebagian orang atau mungkin anda memutuskan untuk membeli sebuah rumah merasa kurang puas, ketidakpuasan tersebut dapat saja dengan alibi yang beraneka macam. Desain yang dirasa kurang cocok, lokasi yang kurang strategis, atau mungkin harga yang anda anggap kurang pantas diberikan pada sebuah produk (rumah) jika ditinjau dari kualitas produk tersebut. Untuk anda yang memiliki more budget mungkin anda tidak terlalu pusing, anda tinggal menentukan kriteria rumah yang anda inginkan (desain, lokasi, atau developer dari yang menjual jasa perumahan, dsb) kemudian anda bisa langsung membeli. Tapi bagi sekelompok orang yang tidak termasuk dalam golongan the have tentu bakal sedikit lebih pusing yah? banyak hal yang harus dimasukkan dalam daftar seleksi. Misalnya saja: dengan budget 90 jt desain seperti apakah yang cocok, bagaimana kualitas bangunannya, dimana lokasinya, developer nya bonafid atau tidak, dsb.
Seringkali perumahan-perumahan yang dibangun oleh beberapa developer memiliki jenis kesalahan yang seragam, buta akan etika profesi, tidak menggunakan hati nurani, tidak memilki rasa malu atas kewajiban dan tangung jawabnya, melakukan pembenaran atas asas ekonomi yang salah kaprah didalam otak “mamalia” pimpinan dan selanjutnya mengambil keuntungan atas sesuatu yang bukan merupakan haknya , dsb. Anda percaya? Kalau anda masih ragu-ragu saya akan tunjukkan, dimana letak persamaan (dalam hal kesalahan) dari para developer tersebut.. Beberapa developer menghasilkan produk (bangunan) dengan kualitas bangunan yang buruk, hal ini biasanya terjadi karena developer tersebut mensub-kontrakkan pembangunan rumah kepada para sub-kontraktor (dalam hal ini kita sebut saja : Sub-kontraktor tingkat pertama), selanjutnya sub-kontraktor tingkat pertama mensub-kontrakkan proyek tersebut kepada sub-kontarktor tingkat kedua, dst.

Bayangkan saja jika proses subtitusi pembangunan rumah itu terjadi beberapa kali, dan setiap sub-kontraktor mengambil keuntungan masing-masing? Akibatnya Biaya produksi bangunan untuk setiap unitnya makin berkurang, efek dari berkurangnya biaya produksi bangunan tersebut adalah terbatasnya anggaran untuk membeli material yang berkualitas dan mempekerjakan tukang atau tenaga yang ahli, ditambah lagi dengan pelaksanaan pekerjaan yang terburu buru untuk mengejar progress atau deadline membuat kualitas dari produk yang dihasilkan bisa dipastikan buruk, dan sudah pasti yang buruk itu akan mengecewakan.
Untung saja, beberapa orang dari kalangan profesional (Arsitek dan Civil Engineer) yang mengerti tata cara membangun rumah mulai dari tahap pra rencana/pra design, desain, perencanaan, pelaksanaan+pengawasan, dan pemeliharaan berinisiatif mendirikan usaha kontraktor (walaupun dalam skala kecil) untuk melayani jasa renovasi ulang bangunan standar dari developer, atau mungkin membangun bangunan dilahan (kapling) yang kosong. Harganya pun bervariasi, renovasi minor pada bangunan (ex: mendesain kitchen set, mengganti warna cat, membuat tamaan/landscape, kolam renang, dll) hingga renovasi pada tingkat major, seperti : menambah lantai bangunan, merombak total bangunan kemudian mendirikan bangunan yang baru, renovasi pada bagian-bagian tertentu yang dikehendaki oleh pembeli, dll. Masalahnya, berapakah pantasnya harga rumah ala desainer ini? perlukah anda membeli rumah ini? Atau, bila anda juga ahli bangunan yang ingin berbisnis dengan model seperti ini seharusnya berapakah pricing rumah yang akan anda tawarkan?
Kasus 1: Membangun rumah dari kapling kosong
Dibeberapa perumahan, developer memang menyisakan kapling kosong. Biasanya kapling yang dijual ini diposisi hook, ada kelebihan tanah, ataupun bentuk yang tidak persegi. Bila kita pembeli membangun rumah dikapling ini tentunya tidak ada permasalahan. Namun bila arsitek ini serta merta membangun dengan harapan dijual kembali tentunya tidak akan semudah diatas. Yang marak terjadi adalah, rumah yang sudah dibangun dijual dengan harga yang terlalu mahal.
Contoh: Seorang arsitek membeli kapling kopel seluas 150 m^2 dengan harga 300 juta. Setelah dibangun bertingkat, rumah tersebut dibandrol dengan harga 1,5 milyar. Selang 1/2 tahun, rumah tersebut tidak laku terjual, dan kini statusnya dikontrakkan. Untuk menghindari kasus seperti diatas (yang anehenya masih marak terjadi) seharusnya arsitek menganalisa terlebih dahulu perbandingan rumah dilokasinya. Bila harganya mencapai 3-4 kali lipat, sedangkan lokasi tidak jauh beda, ada baiknya usaha penjualan rumah model ini dipertimbangkan kembali.
Kasus 2: Merenovasi Minor (kitchen set, taman, interior, dll)
Membeli rumah dari developer kemudian melakukan renovasi minor tanpa merubah struktur bangunan, dengan budget hingga 5-20% dari harga asli rumah masih mungkin untuk dibeli oleh calon pembeli. Kasus ini yang paling diminati, karena tampilan rumah sudah berubah dari bentuk aslinya dan harga renovasinya tidak terlalu tinggi. Karena jika harga rumah yang anda beli dan renovasi sudah terlalu tinggi, besar kemungkinan calon pembeli akan beralih dan memilih perumahan yang lebih baik.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda salah satu dari yang memiliki pengalaman dengan jual-beli rumah ala arsitek seperti ini?
Artikel terkait : Desain Rumah Mungil yang Artistik, Biaya desain arsitektur dan biaya produksi bangunan, Menghitung Volume Pekerjaan, Menghitung Analisa Harga Satuan, Menghitung Rencana Anggaran dan Biaya (RAB), Desain Rumah Mungil Yang Artistik.
Architectaria - Arsitek dan Perencana
(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).












saya sangat terbatu dengan adanya situs ini apalagi saya bekerja di bagian maintenance gedung.
Saya kirim email ingin menanyakan biaya desain ulang rumah saya yah pak.. Mohon balsan secepatnya.. Tx
terima kasih atas artikel nya yg sangat membantu, saya doakan agar semua yg bapak lakukan ini akan mendapat balasan berupa pahala dan rejeki yg melimpah
Amin.. Alhamdulillah, masih ada yg mendoakan..
Thx kembali pak Lucky
dengan adanya situs ini, saya merasa beruntung karena pengetahuan yang saya dapat disini lebih banyak, dan bisa berbagi dengan banyak teman sesama pecinta desain rumah.tank’s…………
Betul banget pak Budi, saling berbagi dengan sesama.. That’s the key
Rumah saya ukuran Lb 8m + 4M Garasi(samping kanan X Pj 14,5m , atapnya bentuk limasan , dan terasnya bentuk limasan juga , bagaimana cara mendesign wajah depan ini agar lebih mantap dan artistik)
kalau saya mau konsultasi bangun rumah tumbuh dilahan 7 x 15 meter, bagaimana?
Jawab:
Silahkan kirim email aja bu
aq mo reno vasi rumah ,bentukaqbinggung.mo aq bentuk g mnyaa…..?
thx ya pak atas artikel2nya…saya seneng krn jd ambah pngetahuan
nah..sekarang ada kasus baru pak..
Bagaimana prinsip membangun rumah mungil, di area semi perkampungan yang lumayan padat penduduk (depan, belakang, kanan, kiri sudah ada rumah), dan Ukuran tanah 4 tumbak saja.
alhamdulillah, lokasi ada di pegunungan / dataran tinggi.
Saya ingin merenovasi rumah saya.. Apakah architectaria melayani jasa kontraktor rumah, atau jasa renovasi rumah? mohon balasannya.
Thanks,-
Saya ingin merenovasi rumah saya.. Apakah architectaria melayani jasa kontraktor, atau jasa renovasi rumah? mohon balasannya.
Thanks,-
Selamat pagi,
Bpk, saya ingin merenovasi rumah tipe 36, tetapi dananya sangat terbatas. mohon saran dan advisenya sehingga keinginan saya dapat terlaksana.
Tks
Leave your response!
Gallery - Random Interior Design Photos
Recent Posts
Recent Comments
Categories
Archives
Architectaria Services
Jasa Desain Arsitektur (Architecture Design Services): Desain Arsitektur Rumah Tinggal (2D, 3D), Desain Toko, Desain Kantor, Desain RuKan/Ruko, Desain Restaurant, Bangun Rumah Baru, Renovasi Rumah, Desain Rumah Minimalis, Desain Rumah Tropis, Desain Rumah Mediterrania, Desain Rumah Klasik, Desain Rumah Mungil, Desain Rumah Kecil, Desain Rumah Biaya Murah, Desain Rumah Mewah.
Jasa Desain Interior (Interior Design Services): Interior accessories, home accessories, kitchen accessories, home accents, room design, curtains, kitchen designs, window treatments, office accessories, bathroom accessories, home furnishing, living room sets, bedroom sets, chairs, tables, lamps, coffee tables, end tables, dining room sets, beds, bed frames, table lamps, wall lamps, patio, dining room table, furniture (home furniture, modern furniture, home office furniture, home patio furniture, dining room furniture, bedroom furniture, living room furniture, wood furniture, contemporary furniture, leather furniture, custom furniture, office furniture, unfinished furniture, outdoor furniture, Indonesian furniture).
Ragam Gaya (Style): Art Deco, Classic, Country, Contemporary, Ethnic, Mediterranean, Modern, Minimalist, Retro, Tropical, Victorian.
Meta
Links
Contact Us
Recent Readers
Web Directory
User Online
Most Emailed
Most Commented
Most Viewed
Best View With Browser Mozilla Firefox 3.0 or Above - 1024 x 768 - 32 bit Resolution