Material-Material Bangunan yang Populer di New York Pada Abad ke 20

mezanine bergaya industrial

Berbagai macam bahan atau material bangunan yang diproduksi dan digunakan di New York pada tahun 1900an.

Di sekitar abad ke 19, New York mengalami gelombang imigrasi besar-besaran. Kebanyakan, imigran yang datang ke kota ini adalah mereka yang berasal dari negara – negara Eropa, contohnya negara Italia dan Irlandia. Mayoritas imigran tersebut datang ke New York bukan dikarenakan alasan ekonomi yang mengharuskan mereka hijrah ke negara lain untuk mencari nafkah, melainkan urusan agama. Ya, seperti yang kita tahu, di Eropa pada masa itu terjadi pergolokan antara kaum agamawan yang fundamentalis dengan kaum yang menginginkan pembaharuan. Kebanyakan, kaum fundamnetalis ini tersisih dari negara – negara Eropa dan memilih untuk bermigrasi ke Amerika dimana mereka mendapatkan jaminan kebebasan beribadah.

Gelombang imigrasi ini memicu ledakan populasi yang cukup signifikan, hingga jumlah populasi New York meningkat menjadi 2 kali lipat dalam kurun waktu 10 tahun. Karena begitu besarnya ledakan populasi yang terjadi, memasuki abad ke 20 kebutuhan akan sarana – sarana pendukung kehidupan seperti rumah, jalan, gedung, dan bangunan – bangunan lain terus meningkat. Untuk itu, diperlukan beberapa material penting yang dianggap cukup baik, awet, dan dengan harga yang terjangkau.

Di bawah ini adalah beberapa jenis material yang kerap digunakan untuk membangun gedung – gedung, rumah, jalan, jembatan, dan sarana penting lain di kota New York. Apa sajakah itu serta apa keistimewaanya? Berikut ini ulasannya.

1. Batu bata

Batu bata merupakan material bangunan yang lebih dulu digunakan di Manhattan di sekitar tahun 1900s. Di tempat itu, material ini telah digunakan selama berabad – abad sebelumnya. Dan karena adanya lonjakan akan permintaan pembangunan besar – besaran di kota besar seperti New York, maka bahan bangunan ini mulai dibawa ke kota – kota besar tersebut. Sambutan akan material batu bata ini begitu besar karena masyarakat New York sendiri lebih menyukai batu bata dibandingkan kayu sebagai material konstruksi bangunan. Hal ini tentu cukup dimengerti karena batu bata lebih tahan terhadap api dibandingkan material kayu yang memang cenderung mudah terbakar. Karena itulah, konsumsi batu – bata per tahun terus meningkat.

bata ekspoese rumah bergaya industrial

Material Bata yang Diekspose Pada Bangunan Bergaya Industrial

Bahkan di tahun 1900an, salah satu developer yang banyak berperan dalam pembangunan gedung – gedung di Manhattan mengakui telah menggunakan sekitar 1 juta batu bata tiap tahun untuk membangun gedung – gedung di Manhattan. Jumlah tersebut tentu cukup fantastik karena dalam setiap proses pembuatan batu bata, banyak pekerja yang dilibatkan. Dengan demikian, kebutuhan yang besar akan batu bata ini mampu mendorong terciptanya lapangan kerja.

2. Asbes

Selain batu bata, asbes juga menjadi salah satu material favorit kala itu karena tingkat ketahanannya yang tinggi terhadap api, bahkan melampaui ketahanan batu bata. Dan di kota New York inilah pertama kalinya material ini diproduksi serta digunakan, yakni di sekitar awal abad 20an. Sehingga, banyak yang menyebut jika New York adalah “The Birthplace of The American Asbestos Industry,” atau “Tempat Lahirnya Industri Asbes Amerika”. Bahkan, asbes ini tak hanya kerap digunakan pada bangunan kantor, gedung pemerintahan, atau rumah -rumah, tapi juga pada insdustri alat – alat berat, mesin, dan kendaraan.

Salah satunya yakni asbes sering digunakan pada proses konstruksi di galangan kapal dan industri tanaman. Malangnya, di kemudian hari tepatnya di tahun 1970an, ditemukan bahwa asbes dapat memicu timbulnya kanker dan penyakit pernafasan pada banyak pekerja. Untuk itulah, pada tahun tersebut penggunaan asbes mulai dilarang. Penggunaan asbes pada bangunan di Amerika hanya bisa ditemui pada bangunan – bangunan kuno.

Guggenheim Museum

Desain Museum Guggenheim Dengan Material Beton (Concrete)

3. Beton

Berdasarkan penelitian yang dilakukan the New York Construction Materials Association, beton merupakan material bangunan yang paling aman dan ramah lingkungan. Material ini kerap digunakan sebagai bahan pembuatan trotoar, pondasi bangunan, jalan – jalan raya, jalan layang, hingga taman – taman kota. Salah satu bangunan yang sangat terkenal di Manhattan yang hampir mayoritas bagiannya menggunakan beton adalah Museum Guggenheim.

Museum ini didesain serta didirikan oleh salah satu arsitek New York terkemuka kala itu, yakni Frank Lloyd Wright. Ia juga salah satu arsitek yang banyak menyuarakan penggunaan beton untuk berbagai macam konstruksi bangunan.

perpustakaan dari baja bergaya industrial

Loft/Mezaninen Bergaya Industrial Dengan Material Baja

4. Baja

Baja merupakan salah satu material konstruksi yang ditemukan oleh seorang ilmuwan kelahiran Inggris, Sir Henry Bessemer, di tahun 1855. Ia menamai proyeknya dengan istilah “Bessemer Furnace,” dimana ia mencoba mengolah besi cair yang telah disuling sebelumnya dengan memaparkannya pada udara dan tekanan tertentu hingga terbentuk baja. Namun, perkembangan material baja ini baru terjadi pada awal abad 20an dimana material ini telah diproduksi secara masal untuk digunakan oleh para developer di New York.

Salah satu bukti bangunan yang menggunakan material baja ini dapat kita saksikan pada kerangka interior dan eksterior Chrysler building, Hearst Tower, the Flatiron building dan the Empire State building.

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment