Konsep Desain Interior Bergaya Oriental

Ciri dan karakteristik desain interior bergaya oriental serta pemilihan detail-detail ruangan yang dapat menunjukkan nuansa oriental.

Oriental sangat lekat dengan kultur atau budaya negara-negara di bagian timur, khusunya Asia. Begitu juga yang terjadi ketika kita mengaitkan kata oriental dengan desain interior sebuah ruangan. Sebuah ruangan dengan desain interior bergaya oriental akan cenderung lekat dengan nuansa budaya Asia dimana hal ini sangat tampak jelas dalam penggunaan dekorasi dan ornamen yang ada di dalam ruangan.

Untuk menciptakan sebuah ruangan dengan desain interior bergaya oriental yang cukup kental, kita perlu mempelajari seluk beluk setiap detail yang ada pada ruangan. Namun pada prinsipnya, desain interior oriental sering menerapkan unsur alam yang ditampakkan pada pemilihan material dan warna.

Untuk lebih detailnya mengenai karakteristik desain interior oriental, berikut ini ulasan yang lebih mendalam:

1. Dinding

Pada desain interior gaya oriental, dinding cenderung sederhana dengan hiasan-hiasan dinding yang kebanyakan terbuat dari kain sulaman. Dinding memang sengaja didesain dengan warna yang sederhana dan tak terlalu ramai karena dinding ini akan difungsikan sebagai latar belakang untuk ornamen-ornamen dan hiasan yang ada dalam ruangan. Warna-warna kalem yang cenderung pucat seperti warna putih, krem, kuning lebih disukai untuk diterapkan pada dinding di ruangan bergaya oriental ini.

Namun, Anda bisa juga sesekali bereksperimen dengan warna-warna yang lebih terang dan menyala, seperti waran merah atau oranye. Warna merah bagi orang-orang Asia, khususnya China, kerap diidentikan dengan warna yang bersahaja dan menandakan bahwa penghuni rumah adalah orang yang ramah dan terbuka bagi siapa saja. Sebagai aksennya, pilih warna emas yang kerap diidentikkan dengan kemakmuran.

Jenis dan Warna Lantai Pada Desain Interior Bergaya Oriental

2. Lantai

Seperti halnya dinding, lantai pada ruangan-ruangan dengan desain interior bergaya oriental cenderung sederhana. Lantai biasanya dibuat dari bahan kayu atau ubin, dan kayu yang biasanya digunakan adalah kayu yang berwaran gelap. Warna kayu yang gelap akan sangat mudah dipasangkan dengan hiasan dan ornamen lain yang ada di dalam ruangan.

Penggunaan karpet sebagai alas di lantai sangat jarang ditemui. Namun sebagai gantinya, penggunaan permadani khas oriental lebih sering ditemui di ruangan-ruangan dengan desain oriental ini.

3. Furnitur

Kebanyakan furnitur yang digunakan di ruangan bergaya oriental ini adalah furnitur dengan warna-warna yang gelap. Selain itu, furnitur tersebut biasanya diukir dengan ukiran khas seni tradisional Asia. Namun, sebelum memilih furnitur untuk melengkapi ruangan berinterior desain ala oriental ini, ada baiknya pemilik rumah menentukan apakah akan memilih furnitur yang mewah, sederhana, atau justru antik.

Semua jenis furnitur tersebut dapat disesuaikan dengan nuansa oriental yang ada di ruangan ini, tapi tidak semua jenis furnitur tersebut sesuai dengan setiap keperluan atau penggunaan ruangan tersebut.

Contoh Furniture Bergaya Oriental

4. Warna

Warna-warna yang mencerminkan desain bergaya oriental pada dasarnya cukup beragam. Warna-warna seperti merah, kuning, dan hitam cenderung dekat dengan nuansa China. Sedangkan warna coklat, krem, dan hijau lebih cenderung bernuansa Jepang. Untuk warna-warna lain seperti biru, oranye, merah, dan kuning, maka kesan oriental ala India yang lebih terlihat.

Untuk menentukan warna yang tepat di ruangan gaya oriental ini, Anda perlu menentukan konsep mana yang akan Anda ikuti, apakah China, Jepang, atau India yang sesuai dengan keinginan Anda. Jika Anda memilih China sebagai konsep ruangan oriental Anda, maka konsistenlah dengan pilihan itu. Karena jika kita mengkombinasikan gaya oriental China, Jepang, dan India sekaligus, maka hasilnya akan terlihat aneh.

Skema Warna dan Aksesoris Dekoratif Pada Desain Interior Bergaya Oriental

5. Kain

Dalam memilih furnitur, hiasan, atau barang-barang dengan bahan kain seperti taplak meja, gorden, selimut, dan lain-lain, maka sesuaikan pula dengan konsep oriental yang telah diterapkan di ruangan tersebut. Gaya oriental sangat lekat dengan penggunaan kain yang berbahan dasar sutra dengan warna-warna yang cenderung terang. Selain itu, kain biasanya cukup tebal, terutama untuk kain yang digunakan sebagai gorden.

Pilihlah warna-warna yang terang seperti merah atau emas, namun tentunya padu padankan dengan konsep ruangan yang telah Anda pilih dengan memperhitungkan keberadaan warna lain yang telah eksis. Selain berwarna terang, kain juga biasanya diberi ornamen berupa gambar naga atau bunga khas Asia.

6. Pencahayaan

Seperti halnya desain interior yang lain, pencahayaan bagi desain interior bergaya oriental juga berperan penting dalam mendukung tampilan oreintal itu sendiri. Penggunaan satu lampu utama yang diletakkan di langit-langit bukanlah pencahayaan yang umum digunakan. Pencahayaan yang cenderung temaram yang diletakkan di sudut-sudut ruangan justru lebih disukai.

Lampu-lampu yang berada di samping atau di sudut-sudut ruangan ini justru mampu menciptakan suasana ruangan yang lebih hangat dan bersahabat. Gunakan kerta atau kain tipis sebagai shading dari lampu tersebut untuk lebih mengesankan tampilan oriental.

7. Dekorasi dan hiasan-hiasan lain

Tak dapat dipungkiri bahwa oriental desain cenderung menerapkan konsep tradisional Asia, namun terlihat eksotis. Untuk itu, agar tercipta sebuah ruangan oriental yang unik dan eksotis, maka perlu adanya tambahan dekorasi atau hiasan yang bernuansa oriental atau Asia. Anda bisa menggunakan wall art bergambar naga atau bunga, atau hiasan gantung yang identik dengan seni tradisional Asia.

Namun penting untuk diingat bahwa jangan terlalu banyak meletakkan hiasan atau ornamen. Terlalu banyak hiasan dan ornamen justru akan memperlihatkan tampilan yang bertabrakan satu sama lain dan ruangan menjadi penuh sesak.

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

0 Comments

Leave a Comment