Karakteristik Arsitektur Italia pada Abad Renaisans

Sejarah arsitektur Italia abad Renaisans serta ciri-ciri dari arsitektur ini yang membedakannya dengan gaya arsitektur yang lain.

Setiap bangsa tentu pernah mengalami masa kejayaan dimana masa kejayaan tersebut menjadi tonggak penting dalam perkembangan peradaban bangsa tersebut, begitu juga dengan bangsa Eropa. Seperti yang kita tahu bahwa bangsa Eropa pernah mengalami sebuah zaman dimana zaman tersebut sangat berpengaruh besar dalam pembangunan peradaban Eropa saat ini. Salah satu zaman tersebut yakni zaman Renaisans.

Zaman Renaisans atau yang lebih dikenal sebagai abad pencerahaan dimulai dari abad ke 15. Pada abad Renaisans, orang-orang menjadi lebih terbuka pandangannya dan ilmu pengetahuan perlahan-lahan mulai digali lebih lanjut sehingga perlahan-lahan mulai berkembang. Maka dari itulah, banyak aspek-aspek kehidupan masyarakat Eropa yang turut berubah pula, salah satunya dituangkan dalam bentuk seni desain arsitektur bangunan.

Desain arsitektur bangunan di abad Renaisans sangat dipengaruhi kuat oleh kebudayaan Yunani dan Roma. Arsitekturnya cenderung mengkombinasikan antara bentuk-bentuk simetris, kubah-kubah, dan tiang-tiang yang besar yang sangat kental dengan arsitektur Yunani. Namun, yang membedakan arsitektur abad Renaisans dengan arsitektur Roma atau Yunani kuno ini adalah bahwa keselurahan konsep tersebut dihadirkan dalam tampilan yang baru yang lebih menonjolkan karakter dari arsitektur modern.

Pada masa itu, seni arsitektur merupakan pencapaian seni tertinggi bagi bangsa Eropa. Negara di Eropa yang terkenal akan karya-karya seni arsitekturnya adalah Italia. Tak ayal, Italia menjadi kiblat arsitektur Eropa di masa itu. Hingga beberapa tahun kemudian, karya seni arsitektur Renaisans dari Italia menyebar ke beberapa negara dan mulai digemari. Namun, apa saja karakter-karakter dari arsitektur Italia pada abad Renaisans?

Pada artikel kali ini kita akan mengulas sedikit hal tentang arsitektur di masa lalu, yakni arsitektur Italia di masa Renaisans serta ciri-ciri yang membedakannya.

Desain Arsitektur Bangunan Zaman Renaisans

1. Bagian depan bangunan cenderung menyerupai gereja

Bagian depan sebuah bangunan merupakan bagian yang sangat menonjol dan kerap diidentikan dengan wajah keseluruhan bangunan itu sendiri. Pada arsitektur ala Italia, tampilan depan bangunan cenderung masih terpengaruh model gereja-gereja Eropa kala itu. Elemen-elemen seperti kubah yang besar, tiang-tiang yang cukup tinggi dan besar, dan diakhiri dengan pedimen yang membagi tampilan depan sebuah bangunan mendominasi tampilan depan dari bangunan ini.

Pintu utama pada arsitektur model ini cenderung diletakkan di tengah dengan 4 pilar yang ditempatkan di depannya. Deretan jendela-jendela yang dilengkapi lengkungan di atasnya juga merupakan gambaran umum mengenai bagian depan arsitektur Italia ini, meskipun penerapannya lebih banyak pada bangunan-bangunan domestik.

Desain Fasad yang Simetris Pada Bangunan Zaman Renaisans

2. Mengedepankan unsur-unsur simetris

Gambaran mengenai arsitektur Renaisans pertama kali ditemui pada buku berjudul “Ten Books on Architecture,” karya Vetruvius. Pada buku tersebut dijelaskan bahwa arsitektur Renaisans ala Italia sangat menitik-beratkan pada kesimetrisan setiap unsur-unsur yang ada pada bangunan. Hal ini menyebabkan banyaknya bangunan-bangunan kala itu yang memiliki bentuk yang kongruen dengan konstruksi yang seimbang.

3. Bentuk-bentuk lengkungan yang dominan

Bentuk-bentuk bagian bangunan yang melengkung menjadi salah satu karakteristik dari arsitektur Italia abad Renaisans. Lengkungan-lengkungan atau yang biasa disebut arches ini diadopsi dari fitur arsitektur Romawi kuno. Penerapan lengkungan ini diadaptasi oleh arsitek-arsitek Italia dan dikombinasikan dengan fitur-fitur romawi dan Yunani kuno yang lain, sehingga menjadi sebuah arsitektur bangunan abad Renaisans dengan tampilan yang lebih baru.

Biasanya, lengkungan ini dipadukan dengan pilar-pilar dan diterapkan pada bangunan yang memiliki banyak lorong di dalamnya. Penggunaan teknik lengkungan ini juga diterapkan pada gaya arsitektur Gotik pada awal kemunculannya. Hanya saja, lengkungan-lengkungan pada arsitektur Gotik sedikit berbeda, yakni terdapat titik puncak yang cenderung berbentuk tirus. Sedangkan pada arsitektur abad Renaisans, titik puncak ini berupa lingkaran.

Bentuk Kubah Pada Desain Arsitektur Zaman Renaisans

5. Adanya kubah di bagian atap bangunan

Selain lengkungan dan pilar-pilar besar yang menjadi ciri utama arsitektur abad Renaisans, keberadaan dome atau kubah juga merupakan hal yang umum kita temui pada bangunan-bangunan di kala itu. Ukurannya yang besar serta bentuknya yang setengah lingkaran namun sedikit cembung menjadi tipikal kubah di masa Renaisans. Keberadaan kubah ini semakin terlihat terutama pada bangunan-banguna gereja di Italia.

a

Struktur Kolom Berukuran Masif Pada Desain Arsitektur Zaman Renaisans

6. Terdapat barisan kolom-kolom untuk memperkokoh bangunan

Kolom adalah sebuah struktur pendukung bangunan yang terdiri dari fondasi bawah, tiang, dan bagian atas. Jenis-jenis kolom yang ada di jaman Romawi kuno yakni Doric, Tuscan, and Ionic dan kemudian digunakan kembali pada arsitektur Italia abad Renaisans ini. Perbedaanya terletak pada fungsi dari kolom ini sendiri.

Jika pada jaman Romawi kuno struktur kolom ini digunakan untuk kepentingan yang fungsional sekaligus estetika, pada arsitektur abad Renaisans, kolom ini hanya ditujukan untuk tujuan fungsional saja. Kolom ini kemudian diintegrasikan dengan pilar-pilar untuk meningkatkan ketahanan dan kekokohan bangunan.

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

0 Comments

Leave a Comment