Kabinet Dapur dari Masa ke Masa

kabinet_dapur_1

Sejarah dan perkembangan desain kabinet dapur dari masa ke masa, termasuk ukuran dan luas kabinet, dan jarak antara kabinet dapur dengan kompor.

Kabinet dapur memiliki peran penting pada sebuah dapur. Fungsi kabinet dapur cukup jelas, yakni sebagai tempat menyimpan makanan. Kabinet dapur biasa diletakkan di atas kompor, tepatnya menempel di dinding dapur, meski kadang ada juga kabinet dapur yang berada di bagian bawah kompor.

Dalam hal pemasangan kabinet dapur, ada beberapa hal yang mesti diketahui, termasuk ukuran dan luas kabinet, space untuk melakkan barang – barang tertentu, banyaknya baris dalam kabinet, dan jarak antara kabinet dapur dengan kompor. Hal menarik lain yang tak kalah menarik untuk ditelisik adalah sejarah dan perkembangan desain kabinet dapur dari masa ke masa. Maka, sebelum melangkah ke hal – hal detail seputar kabinet dapur, terlebih dahulu cari tahu perkembangan dan perbedaan model kabinet dapur dari jaman dahulu hingga sekarang.

Sejarah kabinet dapur di era tahun 1850an hingga sekarang

Pada pertengahan abad ke 19, atau tepatnya pada 1850an, dapur merupakan area yang digunakan untuk memasak, makan, dan berkumpul. Sebuah meja besar mendominasi area dapur dan lokasinya biasanya ada di tengah, dilengkapi kompor atau tungku di sampingnya. Kemudian, dapur berkembang seiring banyaknya peralatan memasak yang diperlukan selama proses pengolahan dan penyajian makanan. Peralatan tersebut memerlukan tempat penyimpanan yang lokasinya tak jauh dari kompor agar mudah dijangkau saat diperlukan. Maka, dibuatlah kabinet dapur. Kabinet dapur ini ditempatkan pada posisi yang tepat, dengan ditambahkan elemen dan fitur spesial agar lebih mudah diakses.

Dahulu, kabinet kebanyakan berupa free-standing cabinets. Pertumbuhan ekonomi yang pesat di era tahun 19an dan 20an menyebabkan banyak wanita bekerja di luar rumah sehingga tidak cukup waktu untuk mengerjakan pekerjaan rumah, salah satunya memasak. Agar mempermudah proses memasak mereka, dapur dibuat lebih kecil dan kabinet dapur dibuat agar mudah diakses.

Saking pentingnya posisi kabinet dalam sebuah dapur, banyak orang yang menyertakan posisi kabinet pada desain dapurnya. Karena dapur merupakan area yang memerlukan intensitas pergerakan yang tinggi, orang – orang mulai mencari alternatif supaya tempat penyimpanan tidak berada di lantai agar lantai tetap bersih dan rapi, sehingga memudahkan mobilisasi. Untuk itu, dibuatlah kabinet dapur di dinding agak ke atas. Tingginya menyesuaikan jangkauan tangan sang pemilik rumah, namun rata – rata berkisar antara 24 inci hingga 30 inci.

Memasuki 1930an, banyak kabinet dapur dari berbagai variasi bentuk dan ukuran dijual di pasaran dan siap diinstal. Tak lama kemudian, dibuat semacam standarisasi mengenai ukuran dan jarak aman kabinet untuk diinstal di atas dapur. Beranjak ke tahun 1950an, beberapa kabinet mulai dibuat dari bahan selain kayu, misalnya dari bahan logam. Kini, kabinet dari bahan plastik juga bisa ditemui dan tersedia dalam varian warna dan ukuran.

Jarak dan ukuran standar pada kabinet dapur

Dalam menentukan tinggi maksimum kabinet dapur tentu perlu mempertimbangkan jarak antara kompor dengan langit – langit dapur. Jika pada dapur terdapat kipas angin atau ventilasi yang lokasinya dekat dengan langit – langit, sebaiknya tinggi kabinet dapur dibuat sedikit rendah atau posisinya diturunkan sedikit agar tak menyentuh langit – langit, sehingga lebih dekat dari kompor.  Namun, hati – hati dan jaga agar tak terlalu dekat dengan permukaan atas kompor (cooktop) agar tidak menyulitkan Anda dalam memasak.

kabinet_dapur_2

Desain Dapur dan Kitchen Cabinet Bergaya Classic

Ingin memberikan sentuhan unik pada kabinet dapur? Letakkan benda – benda berikut ini di atas kabinet dapur

Keranjang dari berbagai tipe dan ukuran

Keranjang dari berbagai ukuran, tipe, warna, dan tekstur akan mampu memberikan nuansa klasik ala country. Keranjang yang dibuat dari anyaman bambu atau anyaman rotan tak hanya mampu menciptakan kesan klasik, tapi juga kesan natural dengan rustic style. Keranjang – keranjang ini toh masih bisa dimanfaatkan tak hanya sebagai dekorasi, tapi juga sebagai wadah menyimpan snack, kue kering, roti, dsb.

Selain bambu atau rotan, Anda bisa juga menempatkan keranjang dari bahan plastik dengan varian warna yang beragam agar terlihat lebih fresh dan fun.

Tanaman baik asli maupun imitasi

Untuk menampilkan kesan dapur yang elegan dan ramah lingkungan, menempatkan beberapa tanaman dalam pot di atas kabinet dapur adalah ide yang patut dicoba. Anda bisa menempatkan tumbuhan menjalar atau tumbuhan yang tidak dapat tumbuh tinggi, misalnya kaktus. Jika tak ingin repot dalam hal perawatan, Anda bisa menggantinya dengan tanaman artifisial yang terbuat dari plastik.

Benda koleksi berupa pecah belah

Benda pecah belah yang biasa dijadikan koleksi, misalnya piring antik china, cangkir dan gelas kristal, hingga teko dan kendi tradisional dari tanah liat bisa dipajang di atas kabinet dapur.

Dekorasi musiman

Kemana biasanya Anda menyimpan dekorasi natal dan tahun baru imlek ketika tak lagi digunakan? Hmm, pasti sebagian dari Anda memilih untuk menyimpannya dalam kardus dan meletakkanya di gudang. Namun, tak ada salahnya Anda menampilkan dekorasi tersebut di atas kabinet dapur saat tidak difungsikan. Anda bisa meletakkan lonceng, boneka santa klaus, dan miniatur – miniatur lain di atasnya.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment