Print This Article Print This Article Email This Article Email This Article
Home » Architectaria, Architecture, Interior Design, Tips Rumah

Jika Rumah Anda Terasa Sempit

3 December 2007 7,893 views No Comment

Walaupun rumah telah ditata sedemikian rupa-tidak menggunakan sekat, menggunakan furniture yang tergolong mungil, atau dinding dicat dengan warna terang-namun tetap saja terlihat sumpek, mungkin Anda melupakan beberapa hal kecil yang justru bisa menjadi boomerang bagi penataan interior rumah.

Apa yang salah? Coba teliti lagi, sudahkah Anda membereskan barang-barang lain seperti berikut ini?

Kamar Tidur

Apakah baju Anda tersebar ke penjuru ruangan, tak hanya di dalam lemari? Ada yang tergantung di pojok ruangan, di balik pintu bahkan masih ada lemari lain yang menyimpan pakaian Anda. Mungkin ini saatnya untuk memilah seluruh pakaian Anda dan hanya menyimpan yang benar-benar diperlukan. Pada umumnya, pakaian yang digunakan sehari-hari hanya mencakup 20 persen dari keseluruhan pakaian yang dimiliki. Dengan kata lain, sekitar 80 persen dari pakaian yang Anda miliki jarang digunakan dan hanya menambah tumpukan yang membuat lemari atau kamar tidur semakin terlihat sempit. Dengan mendonasikannya, tambahan lemari untuk pakaian pun tak lagi diperlukan sehingga lemari tersebut bisa keluar dari kamar Anda. Kamar tidur terasa lebih lega bukan?

 

Dapur

Tanpa disadari, berbagai peralatan memasak di dapur seringkali hanya menjadi pajangan belaka yang tidak pernah digunakan. Pojokan dapur pun penuh dengan pemanggang roti, blender, microwave dan lain-lain. Tidak akanmenjadi masalah bila peralatan ini memang benar-benar digunakan. Namun bila tidak, barang-barang tersebut hanya menjadi musuh dalam sekam yang mengganggu kerapihan dapur. Ada baiknya bila barang tersebut disimpan dulu di tempat khusus. (dalam lemari, misalnya) sehingga dapurpun terlihat lebih lega.

 

Koran dan Majalah

Bila Anda berlangganan Koran atau majalah, ada baiknya jika melakukan pembersihan secara berkala agar Koran dan majalah tudak menumpuk semakin tinggi di pojok ruangan. Selain memakan tempat, tumpukan ini juga menjadi sumber penyakit akibat debu yang menempel.

 

 

Furnitur

Tak jarang, orang tua memindahtangankan furniture usangnya. Memang kelihatannya antic dan unik-terlebih bila terbuat dari kayu jati dengan ukiran khas-namun barang ini kadang juga hanya menjadi barang tak bertuan, yang tak pernah digunakan. Jika memang tidak digunakan lagi, pikirkan untuk mengungsikannya atau menjualnya ke tukang loak.

 

Barang Kenangan

Bagi sebagian orang, membuang barang-barang tertentu yang lekat dengan masa lalu sangat berat dilakukan. Padahal barang-barang ini hanya akan bertambah banyak dan membuat ruangan bertambah sempit. Lakukan pemilahan barang secara berkala dan singkirkan barang yang sudah tidak berarti lagi. Batasilah tempat penyimpanan ini misalnya hanya 1-2 kotak.

 

 

Architectaria - Arsitek dan Perencana

 

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

Related Articles:

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.