House of Music di Aalborg karya Coop Himmelb(l)au: Saat Alunan Musik Berpadu dengan Seni Arsitektur Tinggi

house of music_5

Review desain arsitektur sekolah musik (House of Music) di Aalborg, Denmark karya Coop Himmelb(l)au.

Sekilas tentang proyek House of Music di Aalborg karya Coop Himmelb(l)au

Perencana : Coop Himmelb(l)au, Wolf D. Prix & Partner ZT GmbH
Desainer utama/ CEO : Wolf D. Prix
Partner proyek : Michael Volk
Arsitek : Luzie Giencke, Marcelo Bernardi, Pete Rose
Desainer Interior : Eva Wolf

Coop Himmelb(l)au, perusahaan arsitektur di Austria baru saja menyelesaikan sebuah gedung pertunjukan sekaligus sekolah musik di kota Aalborg, Denmark. Tempat ini diklaim sebagai salah satu tempat yang paling tenang dan cocok untuk perhelatan pertunjukan musik simfoni di Eropa. Tempat ini dibuka dan diresmikan tanggal 29 Maret 2014 oleh Ratu Denmark Margrethe II. Pada acara pembukaan ini, diselenggarakan pergelaran seni selama 13 hari berturut – turut, mulai dari konser, pertunjukan seni, film, dan atraksi kembang api.

house of music_1

Desain Arsitektur House of Music di Alborg – view 2

House of Music, sekolah sekaligus Concert Hall berkapasitas 1300 penonton

Bangunan ini terletak di tepi Limfjord (aliran air yang menjadi batas kota) dan dirancang oleh Coop Himmelb(l)au sebagai pusat budaya. Di bangunan ini terdapat venue untuk konser musik dengan kapasitas penonton mencapai 1300 orang.

Para arsitek yang terlibat dalam pembangunan proyek ini bekerja sama dengan konsultan akustik untuk mengembangkan sebuah auditorium yang besar, sehingga bisa menyajikan pertunjukkan akustik yang megah. Bangunan ini didominasi volume yang berbentuk U, di mana di dalamnya terdapat ruang – ruang kelas dan area latihan sebelum mengadakan konser.

house of music_9

Desain Arsitektur House of Music di Alborg – view 3

Desainer utama, Wolf D. Prix berujar bahwa konsep gedung ini sangat jelas terlihat dari bentuk luarnya, di mana sebuah sekolah musik menyatu dengan gedung pertunjukan. Dilihat dari sisi eksternal, bagian fasadnya memiliki karakter volume boxy, kanopi dengan atap yang bergelombang, jendela – jendela sirkuler, dan kisi-kisi pada dindingnya yang berperan sebagai glazing, menciptakan efek mengkilat yang menambah kesan eksklusif bangunan ini. Menurut Prix, desain ini dimaksudkan untuk mengkombinasikan karakter musik dan arsitektur, sehingga merangsang kreatifitas siswa untuk terus berkarya.

Atrium 5 lantai menambah kemegahan House of Music

Pengunjung yang ingin memasuki bangunan ini harus melewati sebuah atrium yang tingginya hampir 5 lantai dengan menapaki sebuah tangga yang berkelok-kelok hingga ke bagian pusatnya. Tangga ini menjadi akses bagi pengunjung yang ingin berpindah dari satu lantai ke lantai yang lain.

house of music_6

Desain Interior House of Music di Alborg – view 1

Jendela – jendela yang terpasang di dalam interior menawarkan pemandangan auditorium secara sekilas yang bisa diamati dari ruang – ruang di sekitarnya. Ada juga tiga ruang pertunjukan yang berukura lebih kecil dari auditorium dan terletak di bawah serambi.

Pipa – pipa berisi air disalurkan melalui papan – papan pada lantai yang berfungsi sebagai penghangat ruangan di musim dingin sekaligus sebagai pendingin ruangan di musim panas. Suhu dan aliran air akan dikendalikan oleh sistem manajemen bangunan.

Concert hall

Bentuk auditorium yang bergelombang dan sedikit melengkung terlihat sangat kontras dengan fasad bangunan, yang memiliki karakter yang sedikit kaku dan tegas. Penaatan kursi orkestra pada balkon disusun sedemikian rupa guna menampilkan performa akustik yang terbaik. Konsep akustik yang sangat kompleks ini dikembangkan bekerjasama dengan Tateo Nakajima di Arup.

house of music_8

Desain Interior House of Music di Alborg – view 2

Struktur desain amorf plester pada dinding dan langit-langitnya dibuat berdasarkan perhitungan yang tepat oleh ahli dalam bidang akustik guna memastikan pengunjung bisa menikmati alunan musik dengan optimal. Concert hall pada House of Music menjadi salah satu tempat yang paling tenang dan tepat untuk penyelenggaran musik simfoni di Eropa dengan penurunan tingkat kebisingan hingga mencapai level terendah. Berkat kualitas arsitektur yang dipandu dengan teknik akustik yang baik, tak heran banyak konser – konser besar sudah mengantri untuk diselenggarakan di balai ini.

Serambi

Serambi berfungsi sebagai tempat pertemuan bagi siswa, seniman, guru, dan pengunjung. Di sini mereka akan disuguhkan pemandangan bangunan setinggi 5 lantai, balkon, jendela – jendela berukuran raksasa, serta pemandangan Fjord. Dengan konsep seperti ini, tak heran bangunan ini dapat digunakan untuk berbagai macam kegiatan.

Konsep efisiensi energi yang diterapkan House of Music

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bangunan ini tidak menggunakan fan (kipas angin) untuk menjaga sirkulasi udara, melainkan dengan menggunakan pipa – pipa berisi air yang dikontrol suhunya. Dinding – dinding yang terbuat dari beton di sekitar concert hall bertindak sebagai mekanisme penyimpan tambahan untuk energi termal. Fjord di sini juga difungsikan sebagai pendingin alami yang tentunya tidak membutuhkan biaya perawatan.

house of music_7

Desain Arsitektur House of Music di Alborg – view 4

Pipa dan ventilasi udara dilengkapi dengan heat exchangers yang berputar secara otomatis. Sistem ventilasi udara dengan hembusan angin berintensitas rendah terpasang di bawah kursi di ruang konser. Udara diekstrak melalui langit-langit di atas sistem pencahayaan sehingga panas yang dihasilkan tidak akan menaikkan suhu udara di ruangan ini.

Bangunan ini juga dilengkapi dengan sistem managemen yang terkontrol guna memastikan tak ada sistem atau perangkat yang nyala saat tidak dibutuhkan. Dengan demikian, konsumsi energi bisa dikurangi.

(image source by: www.dezeen.com)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

1 Comment

  1. I do not even understand how I finished up right here, but I thought this post was
    once good. I don’t know who you are however certainly you’re going to a famous blogger when you
    aren’t already. Cheers!

Leave a Comment