Dua Ornamen Penting untuk Melengkapi Taman Ala Jepang: Arbor dan Pagar

desain taman tradisional jepang_2

Desain, material yang digunakan, serta cara membuat pagar dan arbor untuk melengkapi desain taman ala Jepang.

Di edisi lalu, tentu kita telah banyak membahas tentang karakteristik taman ala Jepang serta ornamen dan elemen yang wajib ditempatkan di taman tersebut. Namun, tak lengkap rasanya jika menghadirkan taman ala Jepang tanpa dua hal ini: Pagar dan Arbor. Meski bukan merupakan salah satu ornamen dasar, namun dua benda ini mampu menciptakan wujud taman Jepang yang lebih sempurna.

A. Mengenal pagar ala Jepang

Salah satu karakter taman ala Jepang adalah tidak adanya batas – batas yang kaku yang mengelilingi taman tersebut. Namun, bukan berarti taman – taman di Jepang tidak membutuhkan pembatas / pagar. Pagar tetap dibutuhkan, namun keberadaanya dibuat agar menyatu dengan kondisi di sekitarnya dan tak terlalu mencolok. Oleh karena itu, bentuk pagar biasanya dibuat seminimalis mungkin dengan material yang berasa dari alam, seperti kayu atau bambu.

B. Material yang digunakan pada pagar ala Jepang

  • Bambu

Pagar bambu merupakan jenis pagar yang sangat akrab dengan gaya desain ala Jepang. Bentuknya yang minimalis, natural, dan kokoh semakin menguatkan kesan tradisional ala Jepang. Pagar dari bambu ini dibuat dengan cara dirangkai dan disatukan menggunakan simpul tali yang disebut Otoko musu. Otoku musu digunakan untuk mengikat bilah – bilah bambu yang akan dijadikan pagar model open fence. Bagi Anda yang menginginkan kesan yang lebih tertutup dan privat, Anda bisa menyatukan bilah – bilah bambu secara rapat hingga terbentuk seperti papan.

  • Dahan pohon yang kering

Salah satu usaha untuk membuat taman ala Jepang ini menyatu harmonis dengan alam adalah melalui penggunaan pagar dari dahan yang kering atau disebut Brushwood. Namun, dahan yang dipilih tentunya dahan yang cukup kuat. Dahan – dahan ini disatukan hingga membentu semacam panel atau papan, baru kemudian dipasang sebagai pagar. Keuntungan jenis pagar ini yakni mampu meredam suara dan menekan laju angin yang kencang.

  • Lattice

Lattice atau kisi – kisi juga sering digunakan pada taman ala jepang. Biasanya, kisi – kisi ini digunakan sebagai aksen pelengkap pada papan kayu yang dijadikan pagar. Lattice atau kisi – kisi sering dipasang secara horizontal pada bagian atas papan kayu, atau berada di tengah dua papan kayu untuk menciptakan interval.

pagar dan taman ala jepang

Pagar Kayu pada Taman ala Jepang

  • Redwood

Redwood merupakan salah satu jenis kayu yang paling umum diterapkan pada rumah dan taman ala Jepang. Redwood sangatlah fleksibel, baik untuk menciptakan kesan modern maupun kesan klasik, tergantung dari desain yang dipilih. Agar terkesan modern, biasanya redwood dijajar secara horizontal dengan diameter yang bervariasi. Untuk menciptakan kesan yang lebih tradisional, redwood cukup dijajar secara vertikal seperti pagar pada umumnya.

desain taman ala jepang_arbor

Arbor atau Anjang-anjang pada Taman ala Jepang

C. Arbor

Arbor atau anjang-anjang tidak hanya ditemui pada taman – taman ala Eropa atau mediterania, tapi juga taman ala Jepang. Arbor pada taman Jepang berfungsi sebagai entryway atau akses masuk sebelum mengelilingi taman lebih jauh. Seperti halnya elemen lain pada taman ala Jepang, Arbor ini juga dibuat dengan mengeksploitasi penggunaan material alami, seperti kayu.

  • Jenis material kayu dan finishing pada Arbor

Kayu menjadi material yang dominan digunakan pada Arbor. Kayu ini bisa dibiarkan dengan tampilan alaminya, atau dicat dengan warna lain, biasanya hitam atau merah. Dua warna ini disebut – disebut paling merepresentasikan kesan klasik ala Jepang. Namun, Anda bisa juga mendapatkan warna alami kemerah – merahan dengan menggunakan redwood atau kayu cedar. Kayu yang dipilih untuk Arbor sebaiknya kayu yang sudah diamplas, agar permukaanya lebih halus dan serat – seratnya tak terlalu kasar.

  • Peralatan dan teknik yang diperlukan dalam membuat Arbor

Untuk membuat Arbor ini, diperlukan sedikit keterampilan pertukangan. Alat – alat yang diperlukan antara lain alat pengamplas, gergaji sirkuler, dan gergaji ukir. Kemudian, tentukan desain Arbor yang ingin dibuat dan siapkan beberapa bilah kayu yang akan dijadikan Arbor. Untuk menghubungkan bilah – bilah kayu tersebut, biasanya ujung bilah kayu dibuat dengan memotongnya dengan pola tertentu agar bisa saling mengunci jika disambung dengan bilah yang lain. Namun jika Anda tak terlalu terampil dalam bidang pertukangan, sebaiknya cukup gunakan paku untuk menyambung bilah – bilah bambu tersebut.

  • Desain tambahan

Arbor pada taman ala Jepang bukanlah menjadi elemen yang terpisah, namun justru menjadi satu dengan elemen lain pada taman secara keseluruhan. Arbour ini kerap dibuat menyatu dengan pagar yang mengelilingi taman, sehingga posisinya nampak seperti gerbang menuju taman. Dengan kata lain, pagar dan Arbor ini menjadi satu kesatuan, dan tidak terpisah.

Gunakan pasir untuk bagian dasar Arbor, yang dilengkapi dengan batu – batuan sebagai aksennya. Untuk lebih melengkapi kesan tradisional Jepang, letakan lentera tak jauh dari Arbor, yakni tepat di bagian bawahya atau agak ke samping. Dengan demikian, orang – orang yang menginjakkan kaki pada Arbor ini otomatis akan tersorot cahaya lampu yang berasal dari lentera. Hal ini akan menciptakan nuansa hangat, penuh keakraban, dan menyatu dengan alam.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment