Desain Rumah yang Bersahaja dan Mengelaborasi Perforasi Batu Bata di Melbourne karya Inglis Architects

perforated brick house1

Review desain rumah mungil karya Inglis Architects dengan fitur Perforasi Batu Bata yang diapit dua taman umum di Melbourne.

Sebuah rumah selayaknya mampu menciptakan sinergi antara bangunan rumah dengan lingkungan di sekitarnya. Hal ini yang coba diwujudkan pada rumah ini. Batu bata perforasi (perforated bricks) menjadi salah satu ciri khas dan daya tarik desain rumah yang akan kita bahas kali ini. Rumah ini tepatnya berada di Melbourne. Desainnya dirancang oleh studio arsitektur asal Australia, Inglis Architects. Keberadaan perforasi tersebut cukup mencolok karena ditempatkan pada fasad. Fungsinya jelas, perforasi ini mampu membuat tampilan fasad tidak terlalu kaku, sekaligus menjadi fitur untuk menjaga privasi pemilik rumah.

Fairbairn House, rumah mungil nan bersahaja yang diapit area taman umum

Perforasi batu bata hanyalah satu bagian yang unik dari rumah yang dijuluki Fairbairn House ini. Bagian – bagian lain dari rumah ditunjukkan melalui foto – foto karya Derek Swalwell. Dari gambar – gambar ini, nampak jelas bahwa rumah ini menghadap ke arah taman umum yang lokasinya ada di depan maupun belakang. Nampak jelas bahwa di samping untuk menjaga privasi pemilik, tujuan arsitek dalam membuat perforasi batu bata itu adalah untuk mempertahankan view taman – taman di sekitar rumah ini agar bisa diakses dari dalam rumah.

perforated brick house13

Desain Arsitektur Perforated Brick House – View 2

perforated brick house12

Desain Arsitektur Perforated Brick House – View 3

Lokasi seperti ini tergolong langka di kota Melbourne, di mana sebuah lahan menempati lokasi yang diapit taman – taman publik. Lahan yang dipilih juga cenderung tidak lebar, sesuatu yang kontras jika dibandingkan lahan lain di sekitar area tersebut. Hal ini demi menciptakan rasa nyaman dan bersahaja bagi pemiliknya.

Pemasangan screen dan strategi layering untuk meningkatkan sisi privasi

Pada lantai atas yang menjadi lokasi kamar tidur utama, dipasang sebuah screen permanen untuk meningkatkan sisi privasi. Screen tersebut disupport oleh ring baja yang diperpanjang dari struktur utama. Keberadaan screen ini sekaligus menciptakan sekat antara jalan umum dengan bangunan rumah ini, mengingat layout rumah menghadap ke jalan umum langsung tanpa adanya pagar.

perforated brick house15

Desain Arsitektur Perforated Brick House – View 4

Salah satu arsitek yang terlibat pada proyek desain rumah ini mengatakan bahwa gagasan utamanya bersumber dari keinginan untuk menyatukan bangunan rumah dengan lingkungan di sekelilingnya, serta individu yang mendiaminya. Maka dari itu, strategi layering diterapkan guna menciptakan kesan deep, yang berlawanan dengan karakter fasad yang datar.

perforated brick house3

Desain Arsitektur Perforated Brick House – View 5

perforated brick house4

Desain Arsitektur Perforated Brick House – View 6

Di lantai dasar terdapat sebuah dapur terbuka, ruang keluarga, dan ruang makan yang posisinya agak ke belakang, dengan area kerja berukuran kecil yang berbatasan dengan entrance hall. Lantai atas ditempati tiga kamar tidur, di mana dari sini kita bisa melihat pemandangan pepohonan yang berasal dari taman di sekelilingnya. Di lantai ini juga terdapat kamar mandi biasa, en-suite bathroom, dan ruang loundry.

perforated brick house19

Desain Arsitektur Perforated Brick House – View 7

Internal courtyard di tengah area bangunan

Fairbairn House ini memaksimalkan lebar tanahnya. Di tengah – tengahnya ditambahkan internal courtyard yang berada persis di tengah – tengah area bangunan ini. Hal ini juga merupakan salah satu strategi untuk membawa unsur alam ke dalam area bangunan. Dengan banyaknya penggunaan material kaca di area ini, hal ini memungkinkan sinar matahari yang ada di utara untuk masuk ke dalam area bangunan, baik yang ada di lantai pertama maupun lantai atasnya.

perforated brick house8

Desain Arsitektur Perforated Brick House – View 8

Rumah ini memang tidak tergolong begitu luas, hal ini sengaja dimaksudkan agar tercipta kesan sederhana dan bersahaja yang bisa mengakomodasi kebutuhan orang – orang yang tinggal di dalamnya. Entrance hall dan ruang kerja yang ada di ruangan ini disusun dari material kayu (timber), mulai dari lantai hingga ke plafonnya. Grainy wood dipillih sebagai material yang digunakan untuk flooring.

perforated brick house5

Desain Arsitektur Perforated Brick House – View 9

perforated brick house6

Desain Arsitektur Perforated Brick House – View 10

perforated brick house7

Desain Arsitektur Perforated Brick House – View 11

Di bagian ruang keluarga utama, dinding batu bata begitu mendominasi dan dibuat tereskpos dari luar, dengan diberi cat berwarna putih. Sementara itu, bahan marmer juga banyak digunakan di sini, yang diterapkan pada meja konter yang ada di dapur, yang lokasinya bersebrangan langsung dengan dinding yang ada di belakang area memasak. Bahan marmer ini juga banyak dipakai pada kamar mandi yang berada di lantai atas.

perforated brick house9

Desain Arsitektur Perforated Brick House – View 12

perforated brick house10

Desain Arsitektur Perforated Brick House – View 13

Penggunaan furnitur dan dekorasi yang tidak berlebihan

Secara keseluruhan, bangunan rumah ini nampak menyajikan sesuatu yang baru dan segar di lingkungannya. Penggunaan furnitur dan dekorasi yang berlebihan juga tidak nampak di sini. Malahan, kesan natural dan lembut coba ditawarkan di sini, melalui beberapa sentuhan finishingnya. Lantai kayu dan material batu bata serta batu marmer sudah mewakili kesan natural tersebut, terlebih karena keberadaannya memang sengaja ditonjolkan.

perforated brick house21

Desain Arsitektur Perforated Brick House – View 14

Pencahayaan dan furnitur dibuat sederhana tanpa banyak ornamen, membuat kondisi ruangan nampak lapang. Sehingga secara keseluruhan, tercipta sebuah elegansi yang terdapat pada bangunan ini melalui pengaturan komposisi, tekstur, volume, dan gagasan penataan yang ditawarkan Inglis Architects.

Interaksi harmonis antara eksterior bangunan dengan lingkungan sekitar

Dari bagian eksteriornya, nampak bahwa adanya interaksi yang harmonis antara bangunan dengan lingkungan di sekelilingnya. Struktur – struktur penopang dipadu dengan cladding dari bahan kayu mampu menguatkan kesan harmonis tersebut.

(image source by: www.dezeen.com)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment