Desain Rumah Unik Menyerupai Pot Tanaman dengan Pohon Tumbuh di atas Rooftop Karya Vo Trong Nghia Architects di Vietnam

tea pot house_1

Review rumah karya Vo Trong Nghia Architects di Ho Chi Minh City dengan desain menyerupai pot tanaman dan pohon beringin tumbuh di atas atap.

Pernahkah Anda membayangkan bentuk sebuah rumah atau bangunan yang menyerupai pot tanaman? Nyatanya, desain rumah tersebut memang benar – benar ada. Kali ini, Anda akan dibuat takjub oleh desain rumah karya Vo Trong Nghia Architects berupa bangunan dengan pohon besar pada rooftop. Dari atas, bangunan – bangunan tersebut nampak menyerupai pot tanaman yang biasa kita jumpai sehari – hari. Pohon besar di atas atap berfungsi sebagai tanaman dalam pot tersebut. Adapun gambar – gambar rumah dengan desain menyerupai pot tanaman berhasil diabadikan kamera fotografer Hiroyuki Oki.

Sekilas tentang House for Trees karya Vo Trong Nghia Architects

Arsitek : Vo Trong Nghia Architects
Arsitek Prinsipal : Vo Trong Nghia, Masaaki Iwamoto, Kosuke Nishijima
Arsitek Proyek : Nguyen Tat Dat
Lokasi : Tan Binh, Ho Chi Minh City
Luas area : 474.3m2
Tinggi maksimum : 10.3m
Biaya konstruksi : US$ 156.000

tea pot house_2

Desain Arsitektur Tea Pot House – View 2

Proyek arsitektur karya studio arsitek Vo Trong Nghia Architects ini dinamai House for Trees. Bangunan ini memiliki dua kamar tidur, sehingga cukup untuk menampung keluarga kecil berjumlah 3 orang. Bangunan – bangunan tersebut berdiri di atas lahan yang cukup lapang. Di sekitar area lahan ini, kita bisa menyaksikan padatnya populasi penduduk, dengan banyaknya jajaran rumah yang saling berhimpitan. Area hijau di kota Ho Chi Minh City tersebut juga sangat terbatas, hanya sekitar 0,25 % dari total wilayah kota tersebut. Keberadaan House for Trees ini seakan – akan menjadi oasis yang dapat menyejukkan mata dan memberikan suplai udara segar ke lingkungan di sekitarnya.

tea pot house_8

Desain Arsitektur Tea Pot House – View 3

5 bangunan beton persegi panjang menyerupai pot tanaman

Tujuan dari proyek ini adalah untuk membawa ruang hijau kembali ke kota sekaligus menyediakan sebuah area yang bisa menahan density pohon- pohon tropis yang ukurannya amat besar. Dalam satu area proyek, dibuat 5 bangunan yang material utamanya adalah beton. Kelima bangunan itu dibuat dengan bentuk persegi panjang menyerupai pot tanaman. Di atas bangunan, ditanami pohon tropis yang ukurannya sangat besar.

tea pot house_9

Desain Arsitektur Tea Pot House – View 4

Studio arsitek Vo Trong Nghia Architects sebelumnya pernah membuat karya yang memiliki tujuan serupa, yakni untuk membawa ruang hijau ke dalam area kota. Di proyek sebelumnya, ia membangun rumah berbentuk spiral yang tertutup oleh rumput, dan sebuah kafe dengan kolom bambu besar.

Pohon beringin ditanam di atas atap

Pohon beringin dipilih untuk ditanam pada atap karena pohon ini memiliki akar gantung / akar di atas tanah. Pohon ini memiliki akar gantung yang berfungsi untuk menangkap udara di atas tanah. Meski begitu, pohon ini juga memiliki akar yang tertanam di bawah tanam, namun dengan jumlah yang lebih sedikit. Untuk itu, tanaman ini dipilih untuk melengkapi proyek ini.

tea pot house_14

Desain Arsitektur Tea Pot House – View 5

Atap bangunan tersebut juga dirancang untuk menahan hujan dan angin tatkala badai menerjang. Selain itu, atap juga didesain sedemikian rupa agar air tidak menggenanginya dan menyebabkan banjir. Tanah yang ada di atas rooftop itu kedalamannya mencapai 1,5 meter. Dengan ukuran tersebut, otomatis diperlukan struktur dukungan load-bearing wall structure untuk membuat pohon tetap tegak berdiri sekaligus membuat bangunan tetap kokoh ketika badai menerjang. Konstruksi ini belum umum diterapkan pada bangunan – bangunan di Vietnam.

Court yard berada di tengah – tengah bangunan

Kelima bangunan tersebut didirikan dengan menyisakan court yard di tengah – tengahnya. Beberapa jendela diinstal di bagian belakang untuk menjaga privasi pemiliknya. Sementara itu, terdapat pintu-pintu kaca dan jendela-jendela yang besar dibangun di bagian depan untuk memaksimalkan sinar matahari sekaligus berfungsi sebagai ventilasi yang menjaga sirkulasi udara dalam bangunan.

tea pot house_3

Desain Arsitektur Tea Pot House – View 6

Halaman dan kebun di sekitar bangunan, yang dinaungi oleh pohon-pohon di atas atap, juga menjadi bagian dari green area. Sang arsitek berusaha mengaburkan batasan antara dalam dan luar rumah. Hal ini mampu menjembatani gaya hidup masyarakat yang tinggal di lingkungan tropis, sehingga lebih bisa menyatu dengan alam.

1 bangunan berlantai 1, 4 bangunan berlantai 2

Bangunan yang paling kecil berada dekat dengan entrance, yakni sebuah bangunan berlantai satu dengan sebuah ruang altar untuk peribatadan. Sementara itu, keempat bangunan lainnya merupakan bagunan dua lantai, di mana lantai bawah digunakan untuk kegiatan bersama, sementara lantai atasnya didesain untuk mengakomodasi privasi pemiliknya.

tea pot house_6

Desain Arsitektur Tea Pot House – View 7

tea pot house_7

Desain Arsitektur Tea Pot House – View 8

Bangunan berlantai dua yang pertama menawarkan sebuah perpusatakaan dan satu kamar tidur di atas. Sementara itu, pada bangunan kedua terdapat dapur dan area penyimpanan di bagian lantai atas. Bangunan yang tepat berdiri di sampingnya menawarkan ruang makan dan satu kamar tidur di lantai atas. Bangunan yang terakhir, yakni yang lokasinya paling jauh dari entrance, menawarkan beberapa kamar mandi, yang lokasinya di lantai bawah dan lantai atas.

tea pot house_12

Desain Arsitektur Tea Pot House – View 9

Jembatan dari logam dan eksterior dari beton in-situ melengkapi tampilan fasad bangunan

Jembatan yang terbuat dari logam menghubungkan tingkat atas bangunan yang berbeda dan menciptakan koridor yang teduh. Dinding eksterior dari beton in-situ dengan kerangka dari bambu. Sementara itu, material batu bata ditempatkan di bagian interiornya. Rongga berventilasi antara batu bata di bagian internal dan dinding eksterior yang terbuat dari beton mampu menciptakan kombinasi yang dapat mencegah transfer panas. Hal ini guna menjaga temperatur indoor agar tetap nyaman. Bahan-bahan lokal dan alami sengaja dipilih untuk mengurangi karbon dan menekan budget pembangunan proyek ini.

(image source by: www.dezeen.com)

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

1 Comment

  1. desain unik yang sama sekali tidak terlintas di pikiran saya… ^_^ hebat……

Leave a Comment