Desain Rumah Gaya Eklektik: Mungil, Sederhana, tapi Mempesona

rumah modern eklektik_1

Karakter desain rumah yang bergaya eklektik, dengan kombinasi antara tradisional dan modern.

Rumah bergaya eklektik atau yang lebih dikenal rumah bergaya neo eklektik merupakan salah satu desain arsitektur post modern. Agak sulit mendefinisikan gaya desain ini. Beberapa ahli menyebut neo eklektik merupakan gaya desain yang bertentangan dengan gaya desain modern dan tidak menonjolkan hal – hal yang berbau modernitas. Bangunan bergaya eklektik cenderung mengadaptasi gaya arsitektur yang natural, tradisional, dengan atap yang sejajar, dan garasi yang cukup luas hingga bisa menampung 2 mobil sekaligus. Meski begitu, bukan berarti gaya eklektik menjadi sepenuhnya tradisional. Banyak yang bilang justru gaya eklektik ini memiliki kesan tradisional yang modern atau kekinian.

Sejarah dan periode gaya desain rumah neo eklektik

Gaya desain neo eklektik disebut – sebut mulai muncul pada tahun 1976an di Amerika Serikat. Gaya desain bangunan neo eklektik ini cakupannya sangat luas, meliputi gaya desain Neo Victorian, Neo klasik, Neo Mediterania, Neo Tudor, Neo French, Neo kolonial dan Neo-Mansard. Semua gaya desain tersebut tergolong gaya desain post modern. Hal – hal yang cukup menonjol dan menjadi karakter dari gaya desain post modern adalah keberadaan serambi, dormer (jendela pada atap), tiang dan lajur (column), hingga gable.

Namun, bukan berarti semua gaya post modern memasukkan semua unsur tersebut. Sebab, masing – masing desain bangunan post modern memiliki karakter tersendiri. Yang jelas, biasanya gaya desain eklektik akan langsung bisa diketahui dari eksteriornya.

Eksterior bangunan bergaya eklektik: Elemen – elemen nonfungsional banyak diterapkan

Pada desain eksterior eklektik, kita bisa saja menemui beberapa elemen yang tidak fungsional. Peran dari elemen tersebut kadang semata – mata untuk menunjukkan bahwa rumah atau bangunan tersebut mengadopsi gaya eklektik. Misalnya, sebuah bangunan berlantai satu mungkin saja memiliki dormer (jendela di atap) padahal di dalam rumah tersebut tidak ada lantai atas maupun loteng. Sehingga, dormer itu tidak bersinggungan langsung dengan interior bangunan.

Elemen – elemen lain seperti column di bawah eaves (lis atap) biasanya hanya berfungsi sebagai dekorasi saja, dan bukan menjadi sebuah struktur yang memiliki peran signifikan.

Interior bangunan bergaya eklektik: Langit – langit yang tinggi, dengan konstruksi post-and-beam

Desain interior pada rumah gaya eklektik banyak mengelaborasi penggunaan kayu sebagai tiang – tiang penyangga. Desainya cenderung standar dan konstruksi post-and-beam yang tradisional sering diterapkan pada bangunan – bangunanya. Langit – langit atau plafon dalam bangunan ini juga cenderung tinggi, sehingga bangunan terlihat lebih lapang. Di beberapa sudutnya, elemen atau fitur yang mampu menonjolkan kesan rustic khas pedesaan dihadirkan di sini, misalnya dari pemilihan karya seni yang diterapkan pada bangunan, misalnya dalam penyusunan panel – panel atau penggabungan antara satu tiang dengan yang lain. Namun, karya seni yang dihadirkan juga bisa berupa pajangan.

Rumah yang mengadopsi gaya eklektik cenderung dibuat bertingkat, mulai dari dua lantai atau bahkan lebih. Lantai yang paling atas didesain agar memaksimalkan potensi alam, mulai dari sinar matahari, angin, dan udara yang sejuk. Sehingga, sirkulasi udara dan pencahayaan natural di lantai ini cukup baik. Hal ini juga dilakukan sebagai upaya hemat energi.

rumah modern eklektik_2

Desain Interior Rumah Bergaya Eklektik (by AKA Studio)

Furnitur pada bangunan bergaya eklektik: Furnitur yang memiliki country atau cottage style lebih disukai

Gaya desain eklektik bisa diciptakan dengan mix and match beberapa desain, misalnya Tudor, French, Spanish, atau Victorian. Dalam hal furnitur, kombinasi ini mungkin saja dilakukan. Untuk menentukan furnitur pada bangunan bergaya eklektik, pastikan Anda memilih sebuah furnitur yang cukup besar dan menonjol, misalnya sofa. Pilih sofa yang memiliki nuansa country style atau cottage style, dengan motif bunga dan beberapa renda di sudut – sudutnya. Kemudian, kombinasikan dengan bantal sofa motif kotak – kotak / papan catur.

Jika tidak suka dengan sofa yang terlalu ‘ramai’, Anda pun boleh memilih jenis sofa yang lebih sederhana, modern, dan minimalis. Namun, kombinasikan dengan furnitur lain yang terkesan klasik dan sedikit tradisional. Anda bisa memilih kabinet atau sebuah lemari tua, atau cermin dengan frame yang sedikit usang. Dengan begitu, akan tercipta kesan kontras dari sofa yang modern dengan furnitur lain yang bernuansa tradisional dan pendesaan.

Aksesoris yang tepat untuk rumah bergaya eklektik: Aksesoris natural dengan sedikit unsur Oriental Asia atau Viktoria ala Eropa

Pajangan dinding seperti lukisan, frame foto, atau cermin bisa menjadi aksesoris pelengkap rumah bergaya eklektik. Kemudian, tambahkan beberapa aksesoris dari kain, misalnya taplak meja dari kain rajutan, bantal sofa, hingga tirai. Pastikan motifnya kental dengan nuansa old. Anda juga bisa menaruh pajangan berupa vas bunga atau patung mungil yang ditempatkan di sebuah lemari dan diletakkan di ruang tamu.

Aksesoris dengan aksen oriental khas Asia bisa juga Anda pilih. Jika Anda lebih menyukai gaya Eropa, maka aksesoris dengan unsur – unsur desain Victorian paling pas untuk melengkapi gaya desain eklektik. Boleh juga Anda menghadirkan keduanya dalam satu bangunan, namun pastikan agar Anda menyatukan aksesoris, furnitur, atau elemen lain yang memiliki tema sama dalam satu sudut ruangan yang tidak terpisah.

1 Comment

  1. Arif Isnandar Soeleman

    Artikelnya keren…. sangat inspiratif….khususnya buat saya , keren abis pokoknya…., tapi kok belum ada ya artikel yang berkaitan dengan membangun rumah mungil di atas lahan yang cenderung persegi misal (9m * 10 m) ….terima kasih buanyak kalau di buatkan …hehehehe….BTW terus berkarya dan berbagi…

Leave a Comment