Desain Lampu Unik dan Handmade ‘SEAM roto-moulded’ Karya Annika Frye

SEAM roto-moulded1

Review desain lampu unik, cantik, dan berbeda dari desainer asal Jerman, Annika Frye.

Memiliki pencahayaan yang unik merupakan idaman setiap orang, terutama bagi mereka yang tengah bereksperimen dengan dekorasi interiornya. Lampu yang unik dianggap bisa mendukung tampilan interior sebuah ruangan, sehingga bisa diperoleh mood yang sesuai dengan konsep desain interior. Lampu yang tepat juga dipercaya dapat menghidupkan suasana di dalam ruangan. Bahkan, jenis – jenis lampu tertentu bisa menciptakan kesan yang berbeda, mulai dari kesan seram, hangat, kesan romantis, ceria, bahkan muram.

Maka, tak heran para desainer turut berlomba – loma menciptakan sebuah desain lampu yang tak hanya fungsional, tapi juga menarik secara visual. Hal inilah yang coba dilakukan oleh Annika Frye dalam menciptakan lampu dengan kap yang berpilin (rotation-moulded) dengan lapisan yang visibel yang ia beri nama ‘SEAM roto-moulded’. Desainer asal Jerman ini tak hanya berjibaku dalam pembuatan pencahayaan ini, tapi juga menjadi pencipta dari mesin yang digunakan untuk mencetak kap lampunya. Agar lebih jelas, berikut kita teliti lebih lanjut fitur – fitur pada lampu ini, termasuk proses pembentukannya.

SEAM roto-moulded5

SEAM roto-moulded #1

Bentuk dari lampu ini SEAM roto-moulded

Lampu karya Annika Frye ini sebenarnya merupakan jenis lampu pendan. Kap lampu ini berbahan polymer dan dibentuk dengan mesin cetak berpilin yang dibuatnya sendiri. Dalam pembuatan lampu ini untuk pertama kali, dibutuhkan waktu yang panjang dan proses berkali – kali. Bahkan sebelum menemukan bahan polymer ini, ia sempat mencoba beberapa bahan lain, mulai dari kayu hingga kain. Hingga dputuskan bahwa Polymer adalah bahan yang paling tepat. Tak lupa, ia juga banyak mencoba dan memasukkan unsur – unsur warna yang cocok.

SEAM roto-moulded2

SEAM roto-moulded #2

Mesin cetak-rotasi yang digunakan pada pembuatan lampu

Mesin cetak-rotasi yang digunakan pada pembuatan lampu ini sebenarnya hanya terdiri dari konstruksi yang sederhana. Mesin ini fungsi utamanya yakni membuat kap lampu yang unik dengan permukaan yang berplin. Bila dilihat dari luar, mesin ini terlihat baisa – biasa saja dan tak terlihat menonjol, terlebih dibandingkan karya Annika Frye yang lain. Oleh karena itu, ia lebih senang memanggilnya sebagai ‘alat sederhana’ ketimbang sebuah mesin. Meski demikian, ia berujar bahwa mesin inilah hasil dari eksperimennya yang sesungguhnya. Sedangkan untuk kap lamu yang unik, ia mengatakan bahwa hal ini merupakan hasil dari kerja mesin ini. Ia pun menyadari bahwa ia tak banyak melakukan improvisasi pada kap lampu ini, sehingga kap lampu ini merupakan hasil dari kerja mesin yang ia ciptakan.

SEAM roto-moulded6

SEAM roto-moulded #3

Proses yang dilakukan selama pembuatan lampu

Kap lampu ini dibuat dengan 3 lapisan, di mana masing – masing lapisan memiliki warna yang berbeda. Pertama, cetakan ini dikaitkan satu sama lain degan skrup dan dikaitkan dengan mesin. Kemudian, disi dengan campuran bahan plastik polimer untuk membentuk kap lampunya. Lampu ini digerakkan dengan mesin yang dialiri tenaga listrik. Mesin yang ada pada lampu ini kemudian berotasi ketiga arah yang berbeda secara serempak, sehingga plastik yang masih berbentuk cair ini menutupi seluruh cetakan. Setelah mengering, lapisan atau layer lain pun ditambahkan dan proses rotasinya diulang kembali. Setelah proses pengeringan yang terakhir, cetakannya kemudian dilepas, sehingga terbentuk sebuah kap lampu dengan permukaan luar yang halus serta lapisan yang visibel. Ketidakteraturan pada proses pelepasan hasil cetakan dengan cetakannya pun terlihat dari sini dan menambah nilai artistiknya.

SEAM roto-moulded3

SEAM roto-moulded #4

Sebagai sentuhan akhir, bagian bawah lampu ini dipotong dan ditutupi dengan pasir/semen. Akhirnya, terciptalah sebuah desain lampu yang mampu menampilkan 3 warna sekaligus, yakni hijau, putih, dan merah. Setelah itu, permukaan luar dilapisi dengan cairan pelumas agar halus dan mengkilap. Dengan demikian, terjadi semacam kombinasi yang unik, dimana bagian permukaan luarnya dibuat dengan sangat halus, sementara bagian dalamnya dibuat dalam pola – pola ketidakteraturan.

Perlengkapan tambahan

Karena adanya ketidakteraturan serta perbedaan dalam hal ketebalan materialnya, lampu ini butuh semacam peralatan tetap tambahan agar pengguna bisa dengan mudah mengatur kadar intensitas cahayanya. Oleh karena itu, peralatan tambahan ini dibuat dari plexigass dengan proses sandblasting (semburan dengan pasir). Perlengkapan ini berfungsi sebagai pengatur agar cahaya bisa menyebar secara luas ke seluruh ruangan. Peralatan tambahan ini cukup spesial, karena kehadirannya turut menentukan bentuk dan wujud dari kap lampunya.

Di bagian atas lampu, terdapat lubang dengan ukuran yang cukup besar. Lubang ini berfungsi mengatur kap lampu agar posisinya tepat. Setiap kap lampu memiliki memiliki sedikit perbedaan pada permukaanya sebagai hasil dari proses mencetak. Namun, perbedaan ini tak terlalu mencolok dan kita masih bisa mendapatkan wujud kap lampu yang menarik dari segi visual.

SEAM roto-moulded4

SEAM roto-moulded #5

Desain lampu ini pernah dipamerkan di MAK Vienna sebagai salah satu bagian pameran bertajuk ‘New Nomadic Furniture’. Desain lampu ini juga akan dipamerkan selama penyelenggaraan Vienna Design Week 2013.

Annika Frye menegaskan bahwa produknya merupakan hasil dari aplikasi pada proses eksperimental yang ia jalani selama ini. Hasilnya, kini banyak pihak – pihak yang mengontraknya, menjadikannya pembicara dan penyampai materi kuliah umum.

..

Architectaria – Arsitek dan Perencana

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment