Desain dan Dekorasi Interior Klinik Praktek Dokter, Sebaiknya Seperti Apa?

desain interior ruang praktek dokter_1

Desain interior, dekorasi, pemilihan warna, dan sentuhan seni yang bisa dihadirkan pada klinik atau ruang praktek dokter.

Sering kali kita mengunjungi ruang praktek dokter dan dibuat jenuh tatkala harus mengantri. Sebenarnya, yang membuat kita jenuh dan bosan bukan hanya karena keharusan untuk mengantri, tapi juga karena suasana klinik praktek dokter yang monoton, dengan warna dasar putih, minim dekorasi dan ornamen, serta minim sentuhan seni. Biasanya, yang terpajang di area ini hanyalah rak majalah, lemari besar dan laci untuk menyimpan file pasien, kalender, serta poster – poster yang mempromosikan gaya hidup sehat. Jarang sekali kita menemukan nuansa baru dan berbeda pada ruang praktek dokter. Lantas, desain interior dan dekorasi  ruangan klinik praktek dokter, sebaiknya seperti apa?

Ruang praktek yang baik seharusnya bisa menciptakan nuansa nyaman, tenang, dan bersahaja, karena kebanyakan pasien datang mengunjungi dokter dengan perasaan cemas dan kondisi badan yang kurang fit. Dengan menciptakan desain dan dekorasi klinik yang pas tanpa meninggalkan nuansa profesionalisme, diharapkan mampu membuat pasien merasa nyaman, baik ketika menunggu antrian atau ketika bertemu dengan dokter.

Beberapa hal yang mesti dipertimbangkan pada klinik praktek dokter

Beberapa aspek yang penting dalam menciptakan kesan yang nyaman di ruang dokter antara lain pencahayaan, tipe furnitur, dan gambar – gambar dinding. Usahakan pilih pencahayaan yang cukup terang namun memberi kesan hangat dan lembut. Furnitur yang paling utama adalah tempat duduk. Sediakan tempat duduk yang empuk, nyaman, dan cukup banyak, sehingga semua pasien yang mengantri bisa kebagian tempat duduk. Namun, kita perlu mempertimbangkan luas ruang praktek tersebut, jangan sampai keberadaan kursi dan furnitur lain justru menghalangi mobilitas dokter, perawat, maupun pasien.

Dinding ruang praktek biasanya dipenuh dengan gambar – gambar berisi himbauan dan anjuran kesehatan. Usahakan, pilih gambar yang wajar dan berisi himbaun seara umum, dan bukan malah menakut – nakuti pasien dengan memberikan fakta – fakta medis seputar penyakit tertentu, yang disertai gambar penderita penyakit tersebut. Hal ini bisa berdampak negatif pada psikologis pasien yang sedang sakit.

Pastikan ketersediaan tempat penyimpanan

Seorang dokter biasanya memiliki dan menyimpan data – data pasien yang kerap berkunjung ke kliniknya. Data tersebut disimpan dalam bentuk file – file. Setiap pasien tersebut berobat, maka data – data dirinya akan diperlukan kembali. Untuk itu, sebuah area atau ruang penyimpanan file yang tertata dengan baik sangat diperlukan agar petugas administrasi dapat lebih mudah mencarinya ketika diperlukan.

Bagi klinik menjadi 3 area: Ruang Resepsionis, Ruang Tunggu, dan Ruang Pemeriksaan

1. Ruang Resepsionis

Ruang resepsionis merupakan ruang atau area yang dirujuk pertama kali oleh pasien. Di sini, pasien bisa mendaftar dan mengambil nomor antrian untuk bertemu dokter. Di area ini, barang – barang yang dibutuhkan misalnya meja yang luas, filing cabinets, komputer, telefon, alat – alat tulis, dsb. Usahakan barang – barang di area ini dibuat lebih sederhana dan tertata rapi guna memudahkan mobilitas pegawai dalam mendata pasien. Hindari kesan yang terlalu padat dan berantakan, karena akan memberikan stigma buruk di mata pasien.

2. Ruang Tunggu

Ruang tunggu adalah ruang yang digunakan pasien untuk menunggu giliran bertemu dengan dokter. Benda – benda yang bisa ditemui di sini antara lain kursi panjang yang berjejeran, rak berisi koran dan majalah, serta televisi sebagai sarana hiburan agar pasien tidak bosan. Sediakan kursi yang cukup banyak di sini, dan tempatkan pula beberapa kursi cadangan. Pilih jenis kursi yang empuk dan nyaman, dan atur jaraknya agar tidak terlalu berdekatan antara satu dengan yang lain. Rak majalah juga sebaiknya berada dekat dengan kursi dan mudah dijangkau. Isi rak tersebut dengan majalah dan koran dengan tema kesehatan. Sediakan juga bahan bacaan untuk anak – anak.

Agar tak membosankan, beri sentuhan seni pada ruang tunggu. Sentuhan seni ini bisa berupa lukisan di dinding, patung, air mancur buatan, lampion atau pencahayaan yang unik, atau tanaman dalam pot, baik tanaman asli maupun imitasi. Anda juga bisa memberikan ornamen pada dinding dengan mengaplikasikan wallpaper atau wall sticker, sehingga terasa lebih artistik dan tidak kaku. Keberadaan hiasan dan ornamen dekoratif tersebut perlu untuk membuat nuansa ruangan lebih hidup. Namun, pastikan keberadaannya tidak mengganggu mobilitas di klinik ini.

desain interior ruang praktek dokter_2

Desain Interior Klinik Praktek Dokter

3. Ruang pemeriksaan

Bisa dibilang, ruang pemeriksaan merupakaan ruang yang paling menegangkan bagi pasien. Di sinilah mereka akan bertemu dengan dokter dan diperiksa keluhannya, sehingga penyakitnya bisa diketahui dan disembuhkan. Untuk itu, buat agar ruang periksa cukup lapang, nyaman, tanpa banyak ornamen. Warna putih pada dinding mungkin terlalu membosankan, maka bisa diganti dengan warna hijau muda atau peach.

Lengkapi ruangan dengan alat – alat medis, pengukur tinggi dan berat badan, tempat tidur untuk berbaring, dan tirai yang memisahkan tempat tidur dengan bagian lain dalam ruangan. Buat kesan nyaman dengan memilih pencahayaan yang intensitasnya rendah, tidak terlalu terang. Sediakan pula cermin dan wastafel yang di sudut ruangan, sehingga dokter bisa mencuci tangan sebelum memeriksa pasien.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment