Desain Arsitektur dan Interior Bergaya Maroko

desain interior ruang tamu bergaya maroko

Beberapa hal tentang desain arsitektur dan interior ala Maroko serta fitur-fitur penting yang wajib hadir pada gaya desain ini.

Beberapa waktu yang lalu Rumah Maroko menjadi begitu terkenal dan merupakan tempat favorit artis-artis ibukota untuk menggelar pesta pernikahan. Ya, rumah yang berlokasi di Jakarta ini memang sering disewakan untuk berbagai macam kepentingan, mulai dari pesta pernikahan, photo session, pre-wedding, hingga syuting untuk film dan video klip. Mungkin kita akan sedikit bertanya, apa yang menarik dari rumah bergaya Maroko itu hingga menjadi begitu terkenal?

Selain dari branding yang kuat, Rumah Maroko ini memang menyajikan sesuatu yang berbeda, yakni dari segi desain interior dan arsitektur rumah yang unik dan belum banyak dijumpai di Indonesia. Desainnya yang kental akan nuansa islami Arab namun dengan sentuhan Spanyol membuat Rumah Maroko memiliki magnet yang kuat untuk menarik pengunjungnya. Terlebih pada perpaduan warnanya yang khas. Hal ini akan semakin mengingatkan kita pada negeri Maroko itu sendiri.

Lantas, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda merupakan salah satu orang yang terpikat dengan desain rumah ala Maroko ini? Tertarik untuk mengaplikasikannya di rumah? Untuk itu, kali ini kita akan membahas beberapa hal penting yang perlu kita ketahui tentang desain ala Maroko ini.

1. Pengaruh dari Kondisi Kultur dan Geografi : Perpaduan antara Kebudayaan Afrika, Portugis, Spanyol, dan Arab

Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai dekorasi dan arsitektur Maroko, kita perlu mengetahui sekilas tentang Maroko. Berdasarkan letak geografisnya, Maroko termasuk ke dalam wilayah benua Afrika. Negara ini tepat berada di ujung benua Afrika dan berbatasan dengan benua Eropa, khususnya negara-negara seperti Portugis, dan Spanyol. Maroko sendiri tergolong negara Islam, sehingga pengaruh akan kebudayaan Arab sangat kental ditemui disini.

Di sisi Maroko, terdapat benua Atlantik dan Laut Mediterania. Sementara di bagian selatannya, kita bisa menemukan gurun Sahara. Pada masa lampau, negara ini berada di bawah kekuasaan Roma, namun sekitar abad ke 5 Maroko mulai dikuasai Yunani dan Bizantium. Pengaruh islam sendiri baru datang ke Maroko pada abad ke 7 yang mengakibatkan masuknya budaya Arab di negara ini dan kemudian melebur menjadi identitas Maroko yang kita kenal sekarang ini.

2. Penggunaan warna-warna menyala

Warna-warna yang kerap ditampilkan pada interior bergaya Maroko adalah warna-warna terang ditambah dengan corak serta motif yang ramai. Warna-warna itupun kebanyakan merupakan warna yang mengadopsi kondisi alam dan geografis Maroko. Warna biru dan hijau misalnya, kedua warna ini merupakan representasi dari Laut Mediterania. Sedangkan untuk warna oranye, merah, dan kuning menyala, ketiga warna ini merupakan simbol dari gurun Sahara. Warna lain yang juga sering digunakan adalah ungu tua dan merah marun.

desain interior ruang makan bergaya maroko

Desain Interior Ruang Makan Bergaya Maroko

3. Furnitur-furnitur dengan ornamen Mosaik yang banyak terinfluensi kultur Arab

Furnitur-furnitur ala Maroko ini kebanyakan mengadopsi gaya Arab, entah dari bentuk, model, maupun ornamennya. Tak seperti sofa dan meja tamu yang biasanya di buat tinggi, meja tamu ala Maroko dibuat rendah sehingga mereka yang ingin menggunakannya harus duduk bersila di lantai. Tempat duduknya pun hanya berupa bantal duduk yang dilampirkan di lantai.

Furnitur lainnya memilki kecenderungan berwarna gelap, dengan bentuknya yang eksotis namun tetap kokoh. Furnitur-furnitur tersebut kebanyakan dibuat dari besi tempa yang ditatah dengan pola-pola mosaik. Pola mosaik ini merupakan pola yang sangat kental nuansa Islam dan Arab. Pola Mosaik ini semakin banyak kita temui pada bagian atas meja, pada sisi-sisi cermin, atau pada jendela.

4. Bahan kain yang tebal dengan warna menyala

Bahan kain yang biasanya digunakan sebagai pelengkap dekorasai ala Maroko ini dipilih dari kain yang berwarna terang dan sedikit tebal. Kain yang terang ini berfungsi memberikan kontras pada furnitur-furnitur yang cenderung gelap. Kain ini bisa digunakan untuk melapisi meja, bantal kursi, atau furnitur lain. Adapun kain-kain yang lebih tipis dan ringan biasa digunakan sebagai gorder atau kelambu pada tempat tidur. Meskipun penggunaan kain-kain yang cenderung tebal lebih umum, namun untuk beberapa tujuan penggunaan hanya kain-kain tertentu yang lazim digunakan.

Misalnya, untuk sprei atau sarung batal, maka kain sutra atau kain yang halus yang digunakan. Sedangkan untuk furnitur, tak jarang bahan-bahan dari kulit binatang sering dipilih sebagai pelapis bagian luarnya. Terakhir, permadani merupakan benda yang tak boleh dilewatkan dari furnitur ala Maroko ini

5. Pencahayaan dan Aksesoris-aksesoris lain

Satu lagi bagian dari dekorasi Maroko yang bisa disebut wajib, yakni pencahayaan. Untuk benar-benar menciptakan tampilan Maroko yang kuat, tak ada salahnya Anda berburu lampu-lampu khas Maroko. Pada lampu khas Maroko biasanya terdapat shading sehingga cahayanya terlihat sedikit redup, lembut, dan tak terlalu kontras. Shading biasanya terbuat dari besi, kaca, atau manik-manik. Cahaya yang cenderung minimal ini akan semakin membuat suasana ruangan menjadi misterius.

Anda bisa juga menggunakan kandelar atau lampu tempel yang ditempatkan di dinding. Dua tipe pencahayaan ini juga bagus dalam mendukung tampilan Maroko itu sendiri. Sebagai pelengkap pencahayaan, tambahkan aksesoris-aksesoris dinding lain seperti frame atau cermin dengan pinggiran yang diberi ornamen mosaik.

Selamat mencoba 🙂

..

architectaria.com | Arsitek, Desain Interior, General Contractor

Untuk Anda yang berada diwilayah JABODETABEK dan membutuhkan jasa arsitek, desain interior dan jasa kontraktor untuk membangun/merenovasi rumah, silahkan menghubungi kami melalui nomor: 081229400888, 087710400888, 021-83836281, atau 0251-9195383 (Bogor).

(Jika anda menganggap artikel ini bermanfaat, jika anda menikmati membaca artikel-artikel di web ini, anda dapat berlanggangan untuk membaca artikel ini melalui email. Silahkan klik DISINI jika anda ingin berlangganan membaca artikel dari architectaria.com melalui email).

No Comments Yet.

Leave a Comment